Angkasa Pura II Terbitkan Obligasi Rp 7 Triliun - Kembangkan Bandara Soetta

NERACA

Jakarta – Dalam rangka pengembangan Bandara Soekarno Hatta menuju bandara terbesar ke-9 domestik dan ke-6 internasional di dunia, PT Angkasa Pura II (Persero) menjajaki untuk menerbitkan obligasi hingga sekitar Rp7 triliun untuk membiayai pembangunan dan pengembangan Bandara Soekarno-Hatta.

Wakil Direktur Utama Angkasa Pura II Rinaldo J Aziz mengatakan, penerbitan obligasi merupakan salah satu opsi untuk mendanai pengembangan bandara, “Rencana dana obligasi tersebut selain membangun pengembangan bandara Soekarno Hatta, juga untuk membangun 12 bandara di seluruh Indonesia,”katanya di Jakarta, Kamis (2/8).

Menurut Rinaldo, total investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan pembangunan bandara di seluruh Indonesia yang berada di bawah pengawasan Angkasa Pura II berkisar Rp10 triliun.

Nantinya, sebesar 30% investasi akan dibiayai dari kas internal perusahaan, sedangkan sisanya 70% akan di carikan pembiayaan melalui penerbitan obligasi, maupun pinjaman perbankan. Rinaldo merincikan kebutuhan investasi untuk Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta mencapai sekitar Rp4,8 triliun, terdiri atas pembangunan landasan pacu ("runway") tambahan sebesar Rp3,8 triliun, dan pembangunan satu apron dengan investasi sekitar Rp1 triliun. "Khusus untuk pembiayaan pengembangan Terminal 3 dananya sudah disiapkan dari kas internal,"ungkapnya.

Dengan pengembangan Terminal 3 tersebut diharapkan kapasitas penumpang dapat ditingkatkan menjadi sekitar 25 juta penumpang per tahun, naik dari saat ini sekitar 4 juta penumpang per tahun.

Peningkatan Kapasitas

Sementara kebutuhan dana untuk pengembangan Terminal 1 dan Terminal 2 mencapai sekitar Rp2,8 triliun, yang pembiayaannya diupayakan selain dari kas internal juga akan dibiayai dari luar perusahaan. "Saat 2014 kami akan mencarikan pendanaan dengan mengkombinasikan obligasi maupun pinjaman perbankan. Dari sisi dana murah tentu obligasi lebih menarik, namun belum bisa diputuskan sekarang. Kalau pun memilih opsi obligasi baru akan terealiasasi pada tahun 2015 setelah pengembangan Terminal 3 rampung,," tambahnya.

Pengembangan Terminal 1 dan Terminal 2, antara lain pengerjaan pelebaran akses jalan utama (P1 dan P2) dari dan menuju terminal penumpang, penambahan apron, membuat high speed rapid exit taxyway, serta menambah kapasitas boarding lounge Terminal 1A dan 1B dan lainnya.

Maka dengan pengembangan Terminal 1 diharapkan dapat meningkatkan kapasitas menjadi sekitar 18 juta penumpang per tahun, sedangkan Terminal 2 dikembangkan menjadi sekitar 19 juta penumpang per tahun.

Meskipun demikian diutarakan Rinaldo, potensi pendanaan dari sektor perbankan dan jasa keuangan juga sangat besar. Sejumlah bank BUMN seperti Mandiri, BNI, BRI sudah berkomitmen memberikan pinjaman, termasuk Mandiri Sekuritas, dan Bahana Securitas, Danareksa Sekuritas, selain juga bank swasta seperti Bank BCA.

Selain terminal 1, 2 dan 3, dana investasi sekitar Rp1,2 triliun juga dibutuhkan untuk peningkatan kapasitas penumpang pada 12 bandara yang ada di bawah kendali AP II, yaitu Halim Perdanakusuma (Jakarta), Kuala Namu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru).

Selanjutnya Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang).

Sebelumnya, pemerintah menargetkan di 2014 mendatang, Bandara Soekarno-Hatta menjadi bandara terbesar ke-9 domestik dan ke-6 internasional di dunia seiring dengan melonjaknya pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kata Menteri Perhubungan EE Mangindaan, masalah transportasi menjadi titik sentral yang harus ditangani serius karena hambatannya terhadap transportasi akan berdampak luas kepada ekonomi masyarakat ataupun ekonomi nasional. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank Jatim Fokus Kembangkan E-Banking

    NERACA   Surabaya - PT Bank Pembanguan Daerah Jawa Timur Tbk membidik pembiayaan nonbunga atau "Fee Based Income"…

Mandom Catatkan Penjualan Rp 2,71 Triliun

Sepanjang tahun 2017 kemarin, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) mencatatkan penjualan sebesar Rp 2,71 triliun. Jumlah tersebut meningkat 7,11% dari…

Indoritel Kantungi Pinjaman Rp 2 Triliun - Gadaikan Saham Anak Usaha

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnis, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) mengantungi pnjaman dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

Bukalapak dan JNE Hadirkan Layanan JTR

Sebagai bentuk komitmen Bukalapak untuk terus berusaha memberikan layanan terbaik dan mengoptimalkan jasa layanan pengiriman barang besar yang dapat mempermudah dan…