Perlu Pengawasan Ketat Beban Angkut Jalan

NERACA

Banten--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pengawasan batas maksimal beban angkut kendaraan barang diperketat. Hal ini demi menjaga kualitas jalan sekaligus memperlancar arus angkutan barang sehingga memberi kontribusi positif pada perekonomian nasional. "Yang pertama adalah menambah jaringan jalan karena memang ekonomi kita tumbuh," katanya di Banten,2/8

Kepala Negara menambahkan ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas jalan sekaligus memperlancar distribusi barang. Anggaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang terbatas membuat pembangunan jaringan jalan baru disesuaikan dengan anggaran yang ada.

Dalam kesempatan itu Presiden mengingatkan pada pemerintah daerah agar mengalokasikan APBD secara proporsional termasuk untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan tidak habis untuk belanja pegawai. "Solusi yang kedua adalah ketentuan beban maksimal yang dikenakan harus dipatuhi, pengawasan yang benar jangan ada pungli dan semua patuh serta ditata," ujarnya

Presiden sempat mengingatkan baik oknum petugas atau pihak manapun yang melakukan pungutan liar dan juga pengusaha angkutan yang mengangkut barang di armadanya melebihi batas maksimal berat yang ditentukan, kedua-duanya menyalahi aturan.

Dikatakan Presiden, sejumlah survei kualitas jalan raya, akibat banyaknya kendaraan angkutan barang yang beratnya melebihi kemampuan maksimum beban jalan maka jalan yang seharusnya bisa bertahan selama 10 tahun hanya mampu bertahan setahun atau hanya lima tahun. “Solusi yang ketiga adalah konstruksi jalan yang baik. Kita ingin semua ikut bertanggung jawab," jelasnya

Menurut Kepala Negara, tanggung jawab kontraktor atas sebuah pekerjaan pembangunan jalan sudah baik dengan skema performance base contrac. "Dengan sistem itu bisa dipertanyakan tanggung jawab kontraktor bila seharusnya jalan itu kuat dalam beberapa tahun namun baru beberapa lama sejak awal digunakan sudah rusak," paparnya

Meski ada tiga solusi tersebut, Presiden mengatakan semua pihak diminta bersama-sama mengawasi pemeliharaan jalan umum dan juga kepatuhan dalam tonase beban maksimum barang yang diangkut sesuai dengan beban maksimum jalan. "Pungli tidak diperbolehkan dan mengakali muatan juga tidak boleh. Jangan segan-segan melapor bila dipungli," imbuhnya

Presiden juga meminta agar kementerian pekerjaan umum mengolah usulan anggaran tambahan bagi pembangunan infrastruktur pada 2013 dan 2014. "Usulan untuk anggaran 2014, sektor pekerjaan umum memiliki peran penting, untuk alokasikan sekali lagi dengan efesiensi anggaran rutin, harapan saya 2013 dan 2014 lebih banyak anggaran yang kita alokasikan untuk infrastruktur," paparnya

Rangkaian Safari Ramadhan Presiden sebelumnya mengunjungi dan melakukan rapat koordinasi bidang hukum di Kejaksaan Agung, bidang pendidikan di Kementerian Pendidikan Nasional dan bidang Kesehatan di Kementerian Kesehatan. **cahyo

BERITA TERKAIT

VIVA Percepat Lunasi Utang US$ 252 Juta - Pangkas Beban Utang

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan kinerja keuangan yang positif, VIVA Group berambisi memangkas beban utang. Teranyar, perseroan telah melakukan percepatan…

Saham Malacca Trust Dalam Pengawasan - Bergerak Di luar Kewajaran

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pola transaksi saham PT Malacca Trust Wuwungan (MTWI) karena telah…

Saham KIOS Masuk Dalam Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Dibalik akuisisi PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) terhadap PT Narindo Solusi Komunikasi (Narindo), membuat pergerakan harga…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…