Akhir Pekan Bergerak Fluktuatif, IHSG Cenderung Melemah

NERACA

Jakarta – Tekanan jual diakhir perdagangan memicu indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis sore ditutup melemah ambles 37,353 poin (0,90%) ke level 4.093,112. Sementara Indeks LQ45 jatuh 8,390 poin (1,18%) ke level 702,104.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, IHSG melanjutkan 'profit taking' pada perdagangan kemarin seiring dengan melemahnya bursa regional. “Penurunan terjadi seiring dengan tidak adanya kebijakan baru yang dikeluarkan oleh The Fed," katanya di Jakarta, Kamsi (2/8).

Dia menambahkan, pasar juga masih menunggu kemungkinan bank sentral Eropa (ECB) meluncurkan stimulus dalam rapat mendatang. Selain menanti stimulus, pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh data manufaktur China yang melemah serta data makro dari Eropa yang menunjukkan tanda kontraksi.

Menurutnya, jika tidak ada pengumuman stimulus, diproyeksikan saham berbasis komoditas akan kembali tertekan seiring dengan pelemahan yang terjadi pada harga komoditas global. Oleh karena itu, dia memperkirakan indeks Jum’at akhir pekan masih akan bergerak berfluktuatif dengan kecenderungan melemah, saham unggulan yang pekan lalu menopang kenaikan indeks BEO juga terlihat mulai memasuki area jenuh beli.

Meski demikian, dikatakan dia, pihaknya masih melihat ada peluang untuk melakukan perdagangan saham pada saham lapis dua dan tiga ditengah lesunya pergerakan indeks. Pada perdagangan kemarin, aksi jual banyak dilakukan invstor lokal, sedangkan asing masih terus berburu saham. Alhasil, transaksi asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 157,409 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 138.844 kali pada volume 5,449 juta lot saham senilai Rp 3,878 triliun. Sebanyak 77 saham naik, sisanya 198 saham turun, dan 88 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Surya Toto (TOTO) naik Rp 3.000 ke Rp 65.000, Multi Prima (LPIN) naik Rp 750 ke Rp 4.200, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 600 ke Rp 17.200, dan Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 24.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.350 ke Rp 50.850, Mayora (MYOR) turun Rp 800 ke Rp 20.850, Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 20.250, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 550 ke Rp 15.300.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 17,412 poin (0,43%) ke level 4.113,053. Sementara Indeks LQ45 turun 3,550 poin (0,50%) ke level 706,944. Saham-saham konsumer dan properti yang kemarin sudah jatuh kini bangkit kembali di tengah maraknya aksi jual di saham-saham lapis dua. Mayoritas indeks sektoral terkena koreksi.

Investor asing masih memilih akumulasi saham meski tidak gencar seperti beberapa perdagangan lalu. Hingga siang ini asing sudah mencatat pembelian bersih dengan nilai yang masih tipis. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 77.385 kali pada volume 2,853 juta lot saham senilai Rp 1,896 triliun. Sebanyak 72 saham naik, sisanya 166 saham turun, dan 84 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Surya Toto (TOTO) naik Rp 1.050 ke Rp 63.050, Unilever (UNVR) naik Rp 650 ke Rp 24.750, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 52.000, dan Multi Bintang (MLBI) naik Rp 500 ke Rp 707.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 51.450, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 36.300, Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 22.650, dan Telkom (TLKM) turun Rp 350 ke Rp 8.900.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 1,95 poin atau 0,05% ke posisi 4.128,52. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,50 poin (0,07%) ke level 709,99, “Hasil rapat The Fed mengenai keputusan kebijakan suku bunganya kurang diharapkan pasar dan data ekonomi AS yang dirilis terutama data manufaktur bulan Juli juga kurang dianggap positif," kata analis Jeff Tan.

Dia menambahkan, antisipasi terhadap pengumuman suku bunga Bank of England dan bank sentral Eropa (ECB) juga memberikan sentimen tambahan terhadap pergerakan indeks. Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, pergerakan pasar saham diwarnai oleh meredanya euforia dari laporan kinerja emiten semester I 2012, yang sebagian sudah terefleksikan pada harga saham emiten itu.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 67,45 poin (0,34%) ke level 19.752,93, indeks Nikkei-225 naik 39,47 poin (0,46%) ke level 8.681,32 dan Straits Times melemah 4,57 poin (0,15%) ke level 3.046,51. (bani)

BERITA TERKAIT

Saham Malacca Trust Dalam Pengawasan - Bergerak Di luar Kewajaran

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pola transaksi saham PT Malacca Trust Wuwungan (MTWI) karena telah…

Profit Taking Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu ditutup turun sebesar 18,12 poin seiring…

Ada Peluang Kenaikan Bunga The Fed, Rupiah Melemah

    NERACA   Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa sore, bergerak melemah sebesar 16…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…

KPEI Sosialisasikan Kualitas Agunan

Demi meningkatkan kehatian-hatian transaksi, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menyelenggarakan sosialisasi kepada para anggota kliring mengenai peningkatan kualitas agunan.…