Penyaluran Kredi Bank Mega Capai Rp30 Triliun

NERACA

Jakarta-- PT Bank Mega Tbk mengungkapkan telah menyalurkan kredit senilai Rp30,99 triliun hingga triwulan kedua 2012, atau tumbuh 14,2 % dari Rp27,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. "Pencapaian kinerja selama setengah tahun yang menggembirakan itu merupakan bukti tepatnya strategi bisnis yang kami jalankan," kata Direktur Utama Bank Mega J.B. Kendarto di Jakarta, Kamis,2/8.

Lebih Kendarto menambahkan peningkatan penyaluran kredit tersebut didorong oleh pertumbuhan kredit Usaha Kecil dan Menengah yang hingga Juni 2012 tercatat tumbuh 172,7 % menjadi Rp6,72 triliun dari sebelumnya sebesar Rp2,46 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. "Sesuai dengan strategi bisnis kami pada 2012, maka penyaluran kredit kami fokuskan kepada segmen UKM, sementara segmen konsumer dan komersial juga tetap dijaga pertumbuhannya," tambahnya

Selain itu, kata Kendarto, pertumbuhan kredit juga tercatat pada segmen konsumer yang menjadi Rp12,89 triliun pada triwulan kedua, dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,35 triliun.

Namun, terdapat penurunan nilai penyaluran kredit pada segmen korporasi (17,74 %) dan komersial (5,49 %) seiring rencana korporasi dalam menggeser penyaluran kredit kepada segmen UKM tersebut.

Bank Mega mencatat perolehan laba bersih Rp1,03 triliun pada triwulan kedua 2012, tumbuh lebih dari dua kali lipat (112,7 %) dibandingkan pencapaian periode sama tahun lalu sebesar Rp482 miliar. Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mega juga tercatat tumbuh 23,4 % dari Rp39,7 triliun pada triwulan kedua 2011 menjadi Rp48,9 triliun pada triwulan kedua tahun ini.

Ke depannya, lanjut Kendarto, Bank Mega akan terus berupaya menyeimbangkan komposisi dana murah dan depositonya guna menjalankan fungsi bank sebagai intermediasi. Sebelumnya dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2012, Bank Mega menargetkan penyaluran kredit Rp39 triliun dengan target laba bersih Rp970 miliar hingga akhir tahun. **mohar

BERITA TERKAIT

Bank Panin Tambah Porsi Saham Jadi 42,54% - Rights Issue Panin Dubai Syariah

NERACA Jakarta - Jelang rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue, PT Bank Panin…

BEI Bilang Delisting Butuh Proses Panjang - Sikapi Kasus Bank of India

NERACA Jakarta- PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) tengah meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghapus sahamnya (delisting)…

LABA BERSIH BANK BJB TUMBUH

Komisaris Utama Bank BJB Klemi Subiyantoro (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Utama Ahmad Irfan (kedua kiri), Direktur Komersial merangkap Direktur…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Taspen Raih Laba Bersih Rp721 miliar

      NERACA   Jakarta - PT Taspen (Persero) sepanjang tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar Rp721,73 miliar, tumbuh…

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia Menurut Presiden

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni…