Rupiah Naik Tipis Empat Poin

SOROTAN

Jakarta—Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Kamis sore naik empat poin. Karena dipicu optimisme pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) yang diharapkan memberikan kebijakan positif bagi pasar. "Rupiah masih stabil meski the Fed belum memberikan stimulus tambahan. Fokus pasar kini beralih kepada pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) yang sangat dinanti-nanti,” kata pengamat Monex Investindo Futures Johanes Ginting di Jakarta, Kamis,2/8

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Kamis sore bergerak menguat empat poin menjadi Rp9.435 dibanding posisi sebelumnya senilai Rp9.439 per dolar AS. “Pasar mengharapkan kebijakan yang dikeluarkan memberi dampak positif di pasar," ujarnya

Meski demikian, Ginting menambahkan, aktivitas manufaktur Jerman dan negara-negara kawasan euro yang mengalami penyusutan dapat menjadi salah satu katalis rupiah kembali berada dalam area "bearish". "Kondisi di Eropa masih menjadi beban pelaku pasar untuk menempatkan dananya ke dalam aset berisiko di tengah pertumbuhan ekonomi yang kini melambat sehingga sentimen terhadap mata uang berisiko tetap akan 'bearish' dalam jangka panjang," jelasnya

Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada menambahkan, penguatan rupiah masih dalam kisaran terbatas seiring pelaku pasar yang masih menunggu hasil pertemuan bank sentral Eropa (ECB) terhadap kemungkinan turunnya suku bunganya. "Investor dalam posisi 'wait and see' menunggu keputusan itu sehingga pergerakannya kurang berfluktuasi," ungkapnya

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Kamis (2/8) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp9.479 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.468 per dolar AS.

Sedangkan analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Kamis pagi masih berada dalam area stabil meski keputusan the Fed dinilai kurang memuaskan pasar.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Kamis pagi melemah tipis satu poin menjadi Rp9.440 dibanding posisi sebelumnya Rp9.439 per dolar AS. "Nilai tukar rupiah relatif stabil terhadap dolar AS, meski the Fed mensinyalkan untuk menunda pelonggaran kuantitatif (QE) ke-3, hal itu dinilai kurang diharapkan pelaku pasar," ungkapnya

Dikatakan Lana, hasil keputusan the Fed tadi malam belum akan merealisasikan injeksi likuiditas yang diharapkan investor. Sebagaimana FOMC (Federal Open Market Committee) sebelumnya, the Fed menjanjikan akan menginjeksi likuiditas baru (QE3) jika ekonomi melemah. "The Fed masih akan melihat perkembangan ekonomi AS hingga September mendatang ketika program 'operation twist' berakhir September mendatang," jelasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Perdana di Pasar, Saham PBID Naik 10 Point

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) pada perdagangan Rabu (13/12) langsung dibuka naik…

Ekspor Banten Oktober Naik 6,23 Persen

Ekspor Banten Oktober Naik 6,23 Persen NERACA Serang - Nilai ekspor Banten Oktober 2017 naik 6,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya…

Pendapatan Jasa Marga Bakal Terkerek Naik - Berkah Kenaikan Tarif Tol

NERACA Jakarta - PT Jasa Marga Tbk mengumumkan kenaikan tarif lima ruas tol yang dikelola mulai 8 Desember 2017 pukul…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…