“Ekonomi Biru” Diharapkan Perkuat Industrialisasi - Sektor Kelautan dan Perikanan

NERACA

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bertekad untuk mendorong percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang dilaksanakan melalui program industrialisasi kelautan dan perikanan dengan berlandaskan konsep ekonomi biru (blue economy). Industrialisasi kelautan dan perikanan dilandasi semangat blue economy dengan meninggalkan praktik ekonomi yang mementingkan keuntungan jangka pendek dan telah mewariskan berbagai permasalahan yang mendesak untuk ditangani.

“Pendekatan blue economy yang menekankan keberlanjutan diharapkan mampu mengatasi ketergantungan antara ekonomi dan ekosistem serta dampak negatif akibat aktivitas ekonomi termasuk perubahan iklim dan pemanasan global,” jelas Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo seperti tertuang dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Neraca, Kamis.

Industrialisasi kelautan dan perikanan merupakan proses perubahan sistem produksi hulu dan hilir untuk meningkatkan nilai tambah, produktivitas dan skala produksi sumber daya kelautan dan perikanan yang disinergikan dengan kebijakan ekonomi makro, pengembangan infrastruktur, sistem usaha dan investasi serta IPTEK dan SDM. “Program ini pada hakekatnya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk kelautan dan perikanan, sekaligus meningkatkan daya saing yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelasnya.

Setidaknya, ada tujuh manfaat dari program industrialisasi kelautan dan perikanan yang diusung oleh KKP. Pertama, meningkatnya nilai tambah produk kelautan dan perikanan yang diikuti dengan meningkatnya daya saing. Lalu terciptanya modernisasi antara sistem produksi hulu dan hilir, menguatnya para pelaku industri kelautan dan perikanan, dan terfokusnya industri pada komoditas unggulan sesuai dengan permintaan pasar dan sebaran sumber daya alam yang ada di wilayahnya, dengan manajemen yang terintegrasi.

Selain itu, industrialisasi kelautan dan perikanan yang berbasis ekonomi biru akan menjaga keberlajutan, dan pada akhirnya dapat mendorong transformasi sosial, karena mengubah cara berfikir dan berperilaku masyarakat sesuai karakteristik masyarakat industri yang modern.

Dikatakan Cicip, industrialisasi kelautan dan perikanan yang berlandaskan semangat ekonomi biru tak terlepas dari tenaga, aksi dan perbaikan rantai hulu hingga hilir, untuk meningkatkan daya saing produk perikanan. Terkait hal tersebut, keberhasilan dari program industrialisasi membutuhkan sinergitas pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta maupun masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Dengan kata lain, lanjutnya, daya saing harus dibangun berdasarkan atas keterpaduan dan asas keberlanjutan.

Mengingat potensi sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia yang begitu besar, peran sektor ini menjadi strategis dalam mendorong perekonomian nasional. Sharif menilai pada 2014, sektor kelautan dan perikanan, khususnya perikanan akan berkontribusi dalam PDB dengan menyumbang Rp 65,84 triliun atau mengalami peningkatan sekitar 6,75% dari PDB perikanan pada 2010 yang besarnya Rp 50,70 triliun.

BERITA TERKAIT

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…

Sektor Teknologi dan Manajemen Risiko

  Oleh: Achmad Deni Daruri President Director Center for Banking Crisis     Korporasi Alibaba segera akan mengganti para akuntannya…

Menggenjot Skema KPBU di Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang tumbuh secara masif di tahun ini. Bahkan,…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Pacu Daya Saing IKM Lewat Platform Digital E-Smart

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin gencar memacu pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) nasional agar memanfaatkan platform digital e-Smart…

Akuakultur - KKP Realisasikan Asuransi Untuk Pembudidaya Ikan Kecil

NERACA Jakarta- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merealisasikan program Asuransi Perikanan bagi pembudidaya ikan kecil. Program tersebut merupakan kerjasama antara…

Proyeksi Kebutuhan Gula Industri 3,6 Juta Ton di 2018

NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto memperkirakan konsumsi gula mentah untuk kebutuhan industri mencapai 3,6 juta…