Pendapatan dan Laba Sentul City Tumbuh di Atas 100%

NERACA

Jakarta - PT Sentul City Tbk (BKSL) membukukan kenaikan laba bersih 135,88% di semester satu 2012. Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan 151,69% pendapatan bersih BKSL menjadi Rp 422,155 miliar.

Perseroan meraih laba senilai Rp 144,22 miliar pada semester pertama 2012, dibandingkan Rp 61,14 miliar di semester I 2011. "Peningkatan ini terutama berasal dari pengakuan penjualan tanah Karang Tengah sebesar Rp 223,47 miliar serta kenaikan penjualan ritel,”kata Wakil Presiden Direktur Sentul City Jose Bocol Amantoy Jr, melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin.

Di sisi lain, pendapatan operasional perseroan pada periode enam bulan 2012 turun 55,62% menjadi Rp 3,3 miliar karena penurunan laba selisih kurs. Hal ini karena pada 2011 Sentul City masih memiliki pinjaman bank dalam mata uang dollar AS pada Bank RZB Singapura. Namun, BKSL sudah melunasinya pada Februari 2012.

Sementara itu, pendapatan keuangan emiten properti ini meningkat sebesar 35,51% menjadi Rp 2,89 miliar dibandingkan semester pertama 2011 senilai Rp 2,14 miliar. Kenaikan ini terutama berasal dari peningkatan pendapatan bunga atas penempatan deposito berjangka serta atas dana yang dibatasi penggunaannya.

Dana yang dibatasi ini merupakan perolehan penjualan melalui fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) dari beberapa bank. Pada semester pertama 2012 nilainya meningkat 42,12% mencapai Rp 36,93 miliar dibandingkan semester pertama 2011.

Saldo kas dan setara kas per akhir Juni 2012 menurun 39,94% dibandingkan akhir Desember 2011 menjadi Rp 53,344 miliar. Alasannya, BKSL menambah penggunaan dana untuk operasional perusahaan serta menambah penempatan dana pada reksadana sebesar Rp 15 miliar.

Sebelumnya di kuartal satu tahun ini, BKSL meraup laba bersih sebesar Rp 70,54 miliar, meroket 92% dari capaian periode sama tahun sebelumnya Rp 36,8 miliar. Penjualan bersihnya juga tumbuh 64% menjadi Rp 155,8 miliar

Namun, beban pendapatan melonjak lebih besar, yakni 67% ke Rp 59,94 miliar dari sebelumnya Rp35,65 miliar. Alhasil, laba kotornya tumbuh 62% menjadi Rp 95,87 miliar. Sementara itu, laba usahanya tumbuh 86% menjadi Rp 75,05 miliar. Sampai 31 Maret 2012, total asetnya tercatat Rp 5,34 triliun dengan utang Rp 679,87 miliar.

Revisi Target

Perseroan melakukan revisi target, marketing sales dari Rp 500 miliar menjadi Rp 600 miliar pada 2012. "Marketing sales kami sudah mencapai lebih dari Rp300 miliar. Kami pun merevisi target marketing sales dari Rp500 miliar menjadi Rp600 miliar," ujar Direktur PT Sentul City Tbk Andrian Budi Utama, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, marketing sales terbesar saat ini berasal dari perumahan dan ruko. Saat ini perseroan memiliki tujuh cluster perumahan. Selain itu, perseroan juga membangun superblok di lahan seluas 3 hektar di Sentul City, yang terdiri dari town house, kondotel, apartemen, dan ruko.“Kami membangun town house terlebih dahulu dengan jumlah 45 unit dalam super blok tersebut. Kemungkinan town house tersebut mulai dipasarkan pada akhir 2012,” ungkapnya.

Setelah membangun town house, perseroan membangun kondotel dengan jumlah kamar mencapai 300 unit. Andrian mengatakan, dana pembangunan kondotel sebesar Rp 350 miliar yang berasal dari kas internal tersebut, adalah di luar belanja modal yang dianggarkan pada 2012.

BKSL juga masih memproses pembangunan Rumah Sakit Pertamina Sentul City yang kini telah mencapai 30%. Perseroan juga sedang membangun pasar bersih, 100 ruko, dan hotel. Perseroan juga telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp110 miliar hingga kini dari target belanja modal 2012 senilai Rp 250 miliar.

Dana belanja modal 2012 untuk pembangunan perumahan dan infrastruktur. Dana belanja modal tersebut berasal dari kas internal sekitar 70% dan sisanya pinjaman.

Sekedar informasi, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 457,83 miliar pada 2011 dari 2010 sebesar Rp 443,54 miliar. Laba bersih perseroan senilai Rp 135,62 miliar pada 2011 dari 2010 senilai Rp 65,54 miliar. (didi)

BERITA TERKAIT

Pendapatan Baramulti Suksessarana Tumbuh 75%

NERACA Jakarta – Membaiknya harga komoditas tambang di pasar dirasakan betul PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR). Pasalnya, emiten tambang batu…

Laba Bersih WOM Meningkat 78% dalam Sembilan Bulan 2017

Laba Bersih WOM Meningkat 78% dalam Sembilan Bulan 2017 NERACA Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance” atau…

Tujuh Pembangkit Diresmikan - Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Di NTB dan NTT

NERACA Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan tujuh proyek pembangkit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Chandra Asri Raih Peringkat Ba3 dari Moody’s

Moody's Investors Service menyematkan peringkat Ba3 terhadap surat utang yang akan diterbitkan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Chandra Astri…

BFIN Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 7,75%

PT BFI Finance Tbk (BFIN) akan melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan III tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp835…

Pefindo Tawarkan Kredit Mudah dan Cepat

Proses analisa aplikasi kredit baru maupun pemantauan kredit debitor eksisting kini semakin cepat, efisien dan mudah. Cukup dengan dengan menjadi…