Bulan September, Adira Bakal Revisi Target - Dampak Aturan DP

NERACA

Jakarta – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk akan mengevaluasi dan merevisi target pembiayaan tahun ini seiring dengan dampak aturan Bank Indonesia soal batasan uang muka atau down payment (DP) kendaraan motor minimal 25% dan mobil minimal 30% yang mulai terasa.

Direktur Keuangan Adira Dinamika Multi Financa I Dewa Made Susila mengatakan, memasuki paruh kedua tahun ini target pembiayaan mengalami tren penurunan. Namun belum bisa dihitung berapa penurunannya, “Penjualan semester dua kita lihat sebulan dulu atau di bulan September untuk kemudian diambil langkah-langkah evaluasi,”katanya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, saat ini perseroan belum merasakan adanya penurunan penjualan yang signifikan karena harus melihat tren pasar penjualan. Sementara untuk pembiayaan jelang lebaran tahun ini, kata Made juga mengalami penurunan.

Bila tahun lalu pembiayaan bisa mencapai Rp 3 triliun, maka ditahun ini hanya sekitar Rp 2,5 triliun. Kendatipun demikian, pembiayaan sepanjang semester pertama tahun ini sudah sesuai target.

Kemudian untuk pembiayaan syariah yang baru diluncurkan bulan Juli lalu, disampaikan Presiden Direktur Adira Finance Willy Suwandi ditargetkan tumbuh 5%. Dimana pembiayaannya murni dari Adira Finance sekitar Rp 100 miliar, “Pembiayaan syariah mempunyai peluang bagus, karena itu kita cari segmen pasar syariah yang belum banyak digarap,”ungkapnya.

Sebagai informasi, PT Adira Multi Finance Tbk (ADMF) membukukan laba bersih sebesar Rp751 miliar selama semester satu tahun ini. Sementara total pembiayaan baru sebesar Rp16,446 triliun atau naik 25 persen dari periode sebelumnya menjadi Rp44,123 triliun. "Nilai total pembiayaan baru atas motor dan mobil meningkat 11% dari Rp14,826 triliun di September 2011 menjadi Rp16,446 triliun di pertengahan tahun ini,"kata Direktur Utama Adira Finance Willy Suwandi Dharma.

Kenaikan pembiayaan ini, lanjut Willy, dikontribusikan dari pembiayaan mobil yang naik 21 persen dan pembiayaan motor dan motor bekas yang tumbuh 18 dan 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selama semester satu, Adira mendanai 939 ribu unit sepeda motor dengan nilai Rp9,951 triliun. Seiring dengan tetap bertumbuhnya permintaan konsumen akan kendaraan roda empat khususnya di MVP, portofolio pertumbuhan mobil juga naik menjadi Rp6,495 triliun sebesar 52 ribu unit mobi."Dengan portofolio ini, dampak kenaikan aturan uang mukakan relatif kecil ke kami," tambahnya.

Meski sedikit terkoreksi dari target 2012 karena adanya aturan DP, Adira optimistis pembiayaannya akan mencapai Rp28 triliun sampai akhir tahun dengan jumlah outlet mencapai 700."Kami juga meningkatkan kehati-hatian dan selama ini nonperforming loans perusahaan di antara 1,2 sampai 1,3%," jelas dia.

Selain itu, demi menambah pembiayaan, perseroan juga berencana meneruskan pendanaan dengan induk usahanya, PT Bank Danamon Tbk dan juga menerbitkan medium term notes dan obligasi.

Nantinya, di semester dua, perseroan akan menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp1,6 triliun dari total penghimpunan target sebesar Rp6 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Dafam Properti Bakal Tambah Lima Hotel Baru - Lepas Saham Ke Publik 25%

NERACA Jakarta – Meskipun ada kekhawatiran pasar properti tahun ini masih melandai, namun hal tersebut tidak mengurungkan PT Dafam Property…

DAMPAK IMPOR GARAM

Pekerja menyelesaikan pembuatan garam gandu tradisional di Kampung Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (22/2). Akibat Pemerintah memutuskan impor garam sebanyak…

Jokowi: Ada 42 Ribu Aturan Hambat Investasi - KEBIJAKAN DESENTRALISASI DINILAI BERMASALAH

Jakarta-Presiden Jokowi mengungkapkan, masih ada peraturan di tingkat pusat hingga daerah yang menghambat investasi, bahkan jumlahnya mencapai 42.000 aturan. Sementara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Dana Segar US$ 150 Juta - Wika Realty Kebut Proyek TOD Jakarta River City

NERACA Jakarta – Pengembang PT Jakarta River City – anak usaha dari PT Wika Realty memastikan pembangunan proyek mixed use…

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…