BNI Bidik Pembiayaan US$ 48,8 Miliar - Terhadap Perusahaan Jepang

NERACA

Jakarta--PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) tampaknya serius menggarap pembiayaan bisnis perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia. Alasannya potensi pembiayaan yang bisa dikelola BNI bahkan mencapai US$ 48,8 miliar. "Potensi pembiayaan perusahaan Jepang US$ 46 miliar," kata Pemimpin Divisi Internasional BNI Firman Wibowo, di Jakarta, Kamis (2/8)

Lebih jauh Firman menambahkan, bisnis manufaktur menjadi fokus pembiayaan BNI mendatang dengan lima sektor andalan diantaranya otomotif, services, construction Engineering, perdagangan dan transportasi. Perseroan semakin percaya diri menggarap kerja sama strategis dengan perusahaan Jepang di Indonesia. Pasalnya hingga kini dana yang diendapkan perusahaan negara Sakura ini sudah mencapai Rp 1,3 triliun.

Hasil positif yang diraih BNI ini adalah buah dari kesepakatan kerja sama dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan dilanjutkan dengan 23 regional bank Jepang (via BNI Japan Desk) dalam rangka aliansi bisnis strategisnya. "Kita dirikan BNI Japan Desk untuk garap lebih serius 1.000 perusahaan Jepang yang ada di sini. Perusahaan tersebut mau tidak mau membutuhkan financial services, dan mereka akan kerja sama dengan mitra di Indonesia setelah mendapat referensi dari regional bank," jelasnya.

Potensi pembiayaan ini di awal menjadi risiko bisnis bagi BNI. Namun dengan Okazaki Shinkin Bank menempatkan dana di BNI Tokyo sekitar US$ 10 juta, mengubah risiko menjadi mitra kerja sama yang saling menguntungkan. "Okazaki Shinkin Bank baru yang menempatkan dana, tahap I US$ 10 juta, dan rencananya ada tahap II dengan nilai yang sama. Itu baru satu regional bank, sedangkan kita akan kerja sama dengan 46 regional bank hingga akhir tahun. Harapan semua tempatkan dana, hingga bisa terkumpula US$ 1 miliar," imbuhnya.

Yang jelas, kata Firman, ini menjadi langkah positif. “Ini menjadi counterpart, karena kita di-backup dana yang ditempatkan di Jepang," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

MNC Leasing Bidik Pasar Pembiayaan Alkes

NERACA Jakarta – Besarnya potensi pasar industri alat kesehatan (Alkes) di Indonesia, menjadi ceruk pasar yang cukup menjanjikan. Oleh karena…

Schroder Gandeng Bareksa Jual Reksadana - Bidik Generasi Milenial

NERACA Jakarta – Memidik investor potensial dari kalangan anak muda atau lebih dikenal generasi milenial dalam penetrasi produk investasi pasar…

SiLPA Mencapai Rp600 Miliar Lebih - Piutang Tagihan PAD Depok Naik Rp442,9 M

SiLPA Mencapai Rp600 Miliar Lebih Piutang Tagihan PAD Depok Naik Rp442,9 M NERACA Depok - ‎Kondisi format APBD Kota Depok…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Oktober 2017.…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

BTN Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik Indonesia

      NERACA   Jakarta - Setelah berhasil meraih beragam penghargaan atas kinerjanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.…