Penjualan Emas Antam Meningkat Tipis

NERACA

Jakarta - Penjualan produsen emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) meningkat tipis 1% dari 3.611 kg menjadi 3.632 kg pada semester I-2012. Atas transaksi logam mulai ini, perseroan mengantongi uang Rp 1,8 triliun.

Sekretaris Perusahaan Antam, Tedy Badrujaman mengungkapkan penjualan emas triwulan II saja mencapai 1.859 kg atau menurun 2% dari periode yang sama tahun lalu. Perseroan pun mencatat pendapatan hasil jual emas Rp 1,8 triliun, naik 65% dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan omset emas ini juga didukung oleh peningkatan harga jual. "Peningkatan harga jual emas sebesar 16% dibandingkan semester I-2011 menjadi US$ 1.707,86 per toz (troy ounce)," kata Tedy dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip, Rabu (1/8).

Sementara produksi emas perseroan sebesar 1.261 kg sepanjang semester I-2012. Raihan ini meningkat 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Produksi emas dihasilkan dari tambang Pongkor 790 kg, dan 471 kg dari tambang Cibaliung. Kenaikan produksi terjadi pada tambang Cibaliung. "Di semester I-2012 kadar rata-rata bijih emas di tambang Cibaliung mencapai 9 gram per ton (gpt) dibandingkan dengan 5 gpt di semester I-2011, imbuhnya.

Sebelumnya, pada kuartal satu ANTM membukukan laba bersih sebesar Rp 379 miliar atau laba bersih per saham Rp 39,82. Kenaikan laba bersih disebabkan oleh meningkatnya volume penjualan feronikel, bijih nikel, dan emas."Kinerja Antam pada kuartal I-2012 masih tetap solid di tengah penurunan harga nikel. Masih kuatnya permintaan atas komoditas nikel dan emas mendukung capaian kinerja keuangan kami. Pada awal kuartal I-2012 kami melakukan optimasi pabrik FeNi II dan telah diselesaikan dengan baik di awal April 2012. Optimasi pabrik FeNi II akan mendorong peningkatan efisiensi. Kami yakin kinerja operasi dan finansial Antam masih akan tetap kuat di 2012,” ujar Direktur Antam Alwinsyah Lubis beberapa waktu silam.

Penjualan bersih Antam, dijelaskan Alwinsyah, naik 24% menjadi Rp 2,5 triliun pada kuartal pertama tahun ini atau naik dibandingkan kuartal pertama tahun lalu sebesar Rp 2 triliun. Komoditas emas menjadi penyumbang terbesar total penjualan bersih Antam dengan kontribusi sebesar Rp 911 miliar atau naik 37% dari total penjualan bersih Antam.

Sementara itu, Feronikel menjadi kontributor terbesar kedua sebesar Rp774 miliar atau 31% dari total penjualan bersih Antam. Volume penjualan feronikel naik 99% menjadi 4.402 ton nikel dalam feronikel (TNi). Sedangkan penjualan feronikel menjadi Rp 774 miliar meskipun harganya turun.

Selain itu, di kuartal satu lalu, Antam mencatat penghasilan Lain-lain-Bersih sebesar Rp 135 miliar. Hal ini dikarenakan adanya penghasilan dividen sebesar Rp 123 miliar dari entitas pertambangan ventura bersama PT Nusa Halmahera Minerals dan penghasilan bunga sebesar Rp 71 miliar. (didi)

BERITA TERKAIT

Minat Investasi di Pasar Modal Meningkat - Investor di Kalsel Tumbuh

NERACA Banjarmasin – Besarnya tekad PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus mengkampanyekan Yuk Nabung Saham dengan menggandeng beberapa perusahaan…

Brexit Bikin Penjualan Mobil Baru di Inggris Turun Drastis

Penjualan mobil baru di Inggris turun drastis akibat ketidakpastian Brexit dan ketakutan di pasar keuangan mobil yang memicu gelembung kredit.…

Penjualan Ekspor SMGR Capai 1,38 Juta Ton

NERACA Jakarta – Hingga kuartal tiga 2017, penjualan ekspor PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatat pertumbuhan yang tinggi. Dalam siaran…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…