Genjot Realisasi Capex, Indocement Bangun Pabrik di Citeureup - Baru Capai 15% di Semester I-2012

NERACA

Jakarta- Sampai dengan semester pertama 2012, realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk baru capai 15%. Minimnya realisasi belanja modal tersebut, akan digenjot pada semester kedua seiring dengan pembangunan pabrik di Citeureup yang akan dimulai tahun ini.

Direktur Keuangan Indocement Tjulie Sukanto mengatakan, tahun ini perseroan rencananya akan membangun pabrik semen (brown field) dengan kapasitas 4,4 juta ton per tahun di Citeureup dan diharapkan akan beroperasi pada 2015 mendatang, “Pabrik ini dibangun untuk mengantisipasi permintaan domestik yang akan terus tumbuh dalam jangka menengah, terlebih lagi dengan adanya pembangunan infrastruktur,”katanya di Jakarta, kemarin.

Selain itu perseroan, sambungnya juga sedang membangun sebuah penggilingan semen baru di Citereup berkapasitas 1,9 juta ton per tahun yang diperkirakan selesai 2013. Selain itu, perseroan juga sedang dalam tahap akhir studi kelayakan untuk membangun dua pabrik semen baru (green field) dengan kapasitas produksi masing-masing 2,5-2,5 juta tom per tahun, satu pabrik di Jawa Tengah dan yang lainnya di luar Jawa. Adapun kapasitas produksi Indocement saat ini mencapai 18,6 juta ton.

Pada semester pertama 2012, Indocement mencatatkan kenaikan total volume penjualan sebesar 17,5% menjadi 8,75 juta ton. Adapun volume penjualan domestik sebesar 8,69 juta ton atau naik 21,8% dibanding periode yang sama 2011 sebesar Rp7,1 juta ton.

Sementara untuk volume ekspor terjadi penurunan sebesar 81,5% menjadi hanya 57 ribu ton dari sebelumnya 310 ribu ton. "Ini karena kami ingin mengutamakan untuk memenuhi permintaan pasar domestik yang tinggi," tukas Tjulie.

Pendapatan bersih perseroan naik 29,4% menjadi Rp8,19 triliun yang didukung penjualan domestik yang kuat dan kenaikan harga domestik sebesar 6% pada semester pertama 2012. Marjin laba kotor sedikit turun menjadi 46,1% dari 47,4%, meskipun laba kotor dalam jumlah absolut naik 25,9% menjadi Rp3,78 triliun dari sebelumnya Rp3 triliun.

Beban usaha naik 28,8% menjadi Rp1,15 triliun terutama karena biaya logistik yang lebih tinggi sebagai dampak dari volume penjualan yang tinggi dan kenaikan tarif distribusi. Marjin laba usaha juga turun dari 33,5% menjadi 32,5%, namun dalam jumlah absolut laba usaha masih naik 25,7% menjadi Rp2,66 triliun. EBITDA naik 25% menjadi Rp3,03 triliun. Sementara laba bersih perusahaan pada semester pertama 2012 naik 25,3% menjadi Rp2,18 triliun dibanding periode yang sama 2011 sebesar Rp1,73 triliun.

Saat ini, perseroan mencatatkan kenaikan perolehan pangsa pasar penjualan semen nasional menjadi 33% di semester I 2012. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan meraih pangsa pasar sebesar 31,1%.

Sekretaris Perusahaan Indocement, Sahat Panggabean, mengatakan terjadi kenaikan pangsa pasar seiring pertumbuhan volume penjualan Indocement yang lebih tinggi dari pertumbuhan industri semen nasional. (bani)

BERITA TERKAIT

Hari Ini Penyampaian Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang Baru

Hari Ini Penyampaian Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang Baru NERACA Sukabumi - Ketua Badan Musyawarah (Banmus)…

Realisasi Penyaluran KUR 70,9% - Sampai Agustus 2018

      NERACA   Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat jumlah penyaluran KUR hingga 31 Agustus 2018 mencapai…

Pemerintahan Baru di Bandung Utara Akan Dibentuk

Pemerintahan Baru di Bandung Utara Akan Dibentuk NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil mengatakan akan segera membentuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…