Pemerintah Beli SUN Rp4,98 Triliun

NERACA

Jakarta- Pemerintah membeli kembali surat utang negara (SUN) dengan cara penukaran sebesar Rp4,98 triliun melalui lelang pada 31 Juli 2012 dalam rangka pengelolaan obligasi negara. Penawaran yang masuk dari peserta lelang pada SUN yang ditawarkan untuk ditukar mencapai Rp9,03 triliun.

Demikian Keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan di Jakarta, Rabu, 1/8. Adapun Lelang pembelian kembali SUN dengan cara penukaran (debt switch) itu menggunakan fasilitas Ministry of Finance Dealing System (MOFiDS).

Peserta lelang menawarkan 20 seri SUN dari 23 seri SUN yang akan jatuh tempo 2012 hingga 2017. Sementara pemerintah menawarkan obligasi penukar yaitu SUN seri FR0058 yang akan jatuh tempo pada 15 Juni 2032.

Rincian penawaran yang masuk dari 20 seri SUN tersebut adalah seri OR1006 sebesar Rp2 miliar, seri FR0023 sebesar Rp244 miliar, seri FR0033 sebesar Rp427 miliar, seri FR0019 sebesar Rp620miliar, seri OR1007 sebesar Rp110 miliar, seri FR0049 sebesar Rp128 miliar, seri OR1005 sebesar Rp2 miliar.

Seri FR0020 sebesar Rp292 miliar, seri FR0051 sebesar Rp49 miliar, seri FR0026 sebesar Rp286 miliar, seri VR0019 sebesar Rp2,32 triliun, seri VR0020 sebesar Rp1,64 triliun, seri FR0027 sebesar Rp213 miliar, seri VR0021 sebesar Rp392 miliar, seri VR0022 sebesar Rp818 miliar, seri FR0030 sebesar Rp131 miliar, seri VR0023 sebesar Rp400 miliar, seri VR0024 sebesar Rp300 miliar, seri FR0028 sebesar Rp184 miliar dan seri VR0025 sebesar Rp475 miliar.

Dari penawaran yang masuk tersebut, untuk seri FR0023 dimenangkan sebesar Rp137 miliar dengan harga rata-rata tertimbang 102,48 %, seri FR0033 sebesar Rp407 miliar dengan harga rata-rata tertimbang 104,64 %, seri FR0019 sebesar Rp620 miliar dengan harga rata-rata tertimbang 107,92 %.

Seri OR1007 sebesar Rp110 miliar dengan harga rata-rata tertimbang 102,83 %, seri FR0049 sebesar Rp128 miliar dengan harga rata-rata tertimbang 104,31 %, seri OR1005 sebesar Rp2 miliar dengan harga rata-rata tertimbang 107,00 %.

Seri FR0020 sebesar Rp192 miliar dengan harga rata-rata tertimbang 112,42 %, seri FR0051 sebesar Rp49 miliar dengan harga rata-rata tertimbang 110,75 %, seri FR0026 sebesar Rp208 miliar dengan harga rata-rata tertimbang 112,45 %.

Seri VR0019 sebesar Rp2,02 triliun dengan harga rata-rata tertimbang 98,59 %, seri VR0020 sebesar Rp635 miliar dengan harga rata-rata tertimbang 98,14 %, seri FR0027 sebesar Rp196 miliar dengan harga rata-rata tertimbang 111,50 %. Seri FR0030 sebesar Rp121 miliar dengan harga rata-rata tertimbang 118,73 % dan seri FR0028 sebesar Rp158 miliar dengan harga rata-rata tertimbang 120 %.

Penyelesaian transaksi (setelmen) hasil lelang tersebut akan dilaksanakan pada 3 Agustus 2012 sesuai dengan peraturan yang berlaku. **cahyo

BERITA TERKAIT

Perlukah Pemerintah Memberi Tunjangan Profesi Wartawan?

Oleh: D.Dj. Kliwantoro Pemerintah telah memberi tunjangan profesi dan tunjangan khusus guru, baik yang berstatus pegawai negeri sipil maupun bukan…

Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM - Industri Kecil dan Menengah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…

KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8% - Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…