Gadai Tutupi Kebutuhan Mendesak

NERACA

Jakarta---Lembaga jasa gadai dibutuhkan masyarakat kelas menengah ke bawah. karena pada umumnya masyarakat ini tak bisa mengandalkan pendapatan bulanan. “Karena kebutuhan yang sulit ditopang hanya mengandalkan pendapatan bulanan," kata ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Agus Eko Nugroho di Jakarta,1/8.

Namun diakui Agus, praktik menggadaikan barang menjelang lebaran sudah lumrah di Indonesia. Pada saat lebaran kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat secara signifikan yang diikuti oleh kenaikan harga kebutuhan pokok. “Masyarakat cenderung tidak dapat mengantisipasi kebutuhan konsumsinya di bulan Ramadan melalui pendapatan bulanan,” tambahnya.

Sehingga menurut Agus, masyarakat akan mengambil jalan pintas dengan menggadaikan barang di lembaga jasa gadai yang dinilai lebih cepat dan efisien ketimbang mengajukan kredit ke lembaga keuangan yang harus melalui berbagai syarat. "Bagi kebanyakan masyarakat, kegiatan menggadaikan barang atau emas biasanya memang dilakukan untuk membayar kebutuhan konsumsi selama Idul Fitri,” ujarnya

Menurut pengamatan Agus, masyarakat biasanya menggadaikan barang-barang seperti emas dan kendaraan bermotor atau barang elektronik, tidak lain karena barang-barang tersebut lebih mudah diprediksi nilainya. "Emas itu harganya mudah diprediksi, begitu juga dengan kendaraan bermotor serta elektronik," kata dia.

Agus mengatakan maraknya praktik menggadaikan barang-barang menjelang lebaran bisa saja merupakan indikasi bahwa masyarakat Indonesia yang berpenghasilan menengah ke bawah jumlahnya masih lebih besar dibandingkan masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. Sebab masyarakat menengah ke bawah lebih aktif memanfaatkan jasa gadai.

"Memang masyarakat berpenghasilan menengah ke atas terus mengalami pertumbuhan tetapi jumlahnya tidak banyak. Jika melihat fenomena menggadaikan barang yang selalu meningkat menjelang Idul Fitri nampaknya masyarakat saat ini masih lebih banyak yang menengah ke bawah," jelasnya

Dikatakan Agus, dari sisi pengeluaran, masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah terbiasa menghabiskan 70 % dananya untuk memenuhi kebutuhan pokok. "Maka di saat kebutuhan menjelang Lebaran meningkat, dan dana pendapatan yang mereka miliki tidak memadai, mereka cenderung memilih menggadaikan harta bendanya," ucapnya.

Sementara itu, menurut Direktur Bisnis I PT Pegadaian Wasis Djuhar, pada bulan Ramadhan hingga lebaran, konsumsi masyarakat cenderung meningkat. Hal tersebut dimanfaatkan para pedagang makanan dan pakaian musiman untuk menambah dagangannya. "Untuk menambah dagangan, mereka butuh modal kerja. Lalu mereka menggadaikan harta bendanya,” ungkapnya.

Menurut Wasis, pada saat lebaran masyarakat cenderung enggan meminjam kredit di lembaga keuangan untuk mendapatkan modal. Masyarakat lebih senang menggadaikan barang atau hartanya di lembaga jasa gadai, baik di pegadaian maupun perbankan syariah yang melayani gadai emas, sebab prosedurnya lebih mudah dan praktis. **cahyo

BERITA TERKAIT

BNI Siap Penuhi Kebutuhan Uang Lebaran

    NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk siap memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat selama Ramadhan…

Permintaan Kebutuhan Lebaran Meningkat 30 Persen

Permintaan Kebutuhan Lebaran Meningkat 30 Persen NERACA Jakarta - Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP KUKM) mencatat adanya kenaikan…

KPPU Ingatkan Pedagang Tidak Timbun Kebutuhan Pokok

KPPU Ingatkan Pedagang Tidak Timbun Kebutuhan Pokok NERACA Banda Aceh - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengingatkan pedagang, khususnya distributor,…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank SulutGo Ajukan Izin Terbitkan Kartu Debit

  NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mengajukan permohonan izin kepada Bank…

Rasio Kredit Macet Di Sulteng Aman

    NERACA   Palu - Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Miyono mengatakan rasio kredit macet atau…

Sinergi Pesantren dengan Pembiayaan Ultra Mikro

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro yang diyakini dapat…