Sejumlah Kapal Penumpang Langgar Standarisasi Keselamatan - Uji Petik Kemenhub di 10 Pelabuhan

NERACA

Jakarta - Hasil uji petik yang dilakukan tim Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan di 10 pelabuhan di Indonesia menemukan pelanggaran minor dan standardisasi keselamatan yang belum dipenuhi oleh beberapa kapal.

Menurut Kepala Sub Bagian Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Sindu Rahayu, uji petik tersebut dilakukan oleh tim yang terdiri dari Marine Inspector kantor pusat dan Kantor Adpel setempat yang melakukan pemeriksaan keselamatan secara acak terhadap 31 kapal penumpang, kapal penyeberangan dan Ro-Ro Ferry.

“Tim menemukan beberapa pelanggaran atau kekurangan pemenuhan terhadap standar keselamatan kapal yang bersifat minor. Untuk itu tim telah memberikan sejumah catatan dan rekomendasi untuk perbaikan ataupun untuk segera melengkapinya,” jelas Sindu di Jakarta, Rabu.

Dari Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan diinformasikan, pelanggaran minor dan standardisasi yang belum dipenuhi dimaksud antara lain masih ditemukan kapal-kapal yang dalam penempatan dan pemasangan rakit penolong kembung (Inflatable Liferaft), tidak dilakukan sesuai prosedur penempatannya. Pemasangan tali painter dan HRU (Hydrostatic Release Unit) dilakukan kurang benar, penahan dudukan rakit (Cradle stopper) yang sudah tidak dapat digerakan dan dibuka akibat karat, dan juga ditemukan beberapa tali painter yang hilang.

Beri Toleransi

Selain itu, di beberapa kapal lainnya ditemukan juga bahwa motor Sekoci (Life Boat motor) tidak dapat dihidupkan dikarenakan motor-motor tersebut dalam proses perawatan. Tapi karena sekoci-sekoci tersebut memiliki dayung (Boat oar), maka tim uji petik masih memberikan toleransi untuk kapal-kapal tersebut tetap melakukan perjalanannya dengan catatan untuk segera diperbaiki dan memasang kembali motor-motor sekoci tersebut pada kesempatan pertama.

Kesepuluh pelabuhan yang dilakukan uji petik adalah Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Makassar dan Pare-Pare, Pelabuhan Merak, Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Trisaksi, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Lembar, dan Pelabuhan Semayang.

Selama pemeriksaan uji petik di beberapa kapal di pelabuhan tersebut diketahui, beberapa pelanggaran yang sengaja dilakukan oleh operator kapal adalah sebagai tindakan antisipasi operator kapal untuk mencegah pencurian. Hal tersebut dikarenakan adanya temuan hilangnya alat keselamatan diatas kapal oleh ulah pengguna jasa yang tidak bertanggung jawab, seperti hilangnya beberapa lampu jaket penolong (life jacket light). Oleh karena itu, pihak kapal sengaja mengumpulkan jaket penolong (life jacket) pada satu tempat (lemari) yang dikunci, dan tidak diletakkan berdekatan dengan penumpang.

Oleh karena itu, pihak kementerian perhubungan mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga peralatan keselamatan di atas kapal, bukan hanya pemelik kapal atau pemerintah, namun juga pengguna jasa. Dengan begitu, penyelenggaraan transportasi laut sesuai dengan program tercapainya Zero Accident yang telah dicanangkan oleh Kementerian Perhubungan dapat terwujud.

BERITA TERKAIT

HITS Rampungkan Pembelian Kapal Tanker - Dukung Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Cucu usaha PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) yakni PT Hutama Trans Kencana (HTK2) secara resmi telah…

MK Tidak Dapat Menerima Uji Materi UU MD3

MK Tidak Dapat Menerima Uji Materi UU MD3 NERACA Jakarta - Amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak dapat menerima…

Pemerintah Bisa Hemat Rp1 triliun - Gandeng Swasta Bikin Bandara dan Pelabuhan

    NERACA   Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan efisiensi alokasi dana APBN untuk pengembangan 30 bandara dan pelabuhan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Penanaman Modal di Sektor Riil - Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

Mencari Alternatif Langkah Penyelamatan Perusahaan Negara

NERACA Jakarta - Rencana pemerintah membentuk induk perusahaan (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendapat kritik dari sejumlah akademisi…

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…