Lulallby, Mesin Penghangat Bayi

NERACA

Lullaby, sebuah mesin penghangat bayi milik GE Healthcare kini semakin populer di kalangan dokter di rumah sakit bersalin modern di Eropa, namun tempat kelahiran mereka jauh lebih sederhana.

Mesin penghangat tersebut, yang membantu para bayi menyesuaikan diri dengan suhu kamar, telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak yang dialami sebuah negara di belahan bumi yang berbeda yaitu di India.

"India memproduksi sebanyak 30 juta bayi yang baru lahir setiap tahun, di mana merupakan jumlah populasi yang sama di Australia," tutur Manoj Menon, GE Healthcare.

Tetapi sebagian besar kelahiran tersebut terjadi tanpa didukung oleh pengawasan yang tepat. Menon mengatakan bahwa tidak sedikit rumah sakit di India harus berurusan dengan pemadaman listrik yang tidak menentu dan kurangnya peralatan yang terjangkau. Akibatnya, India merupakan salah satu negara yang memiliki angka kematian ibu dan anak tertinggi di dunia.

Namun sebagian besar kematian tersebut dapat dicegah dengan perawatan yang tepat. GE telah memecahkan masalah tersebut dengan menciptakan mesin Lullaby. Dengan kontrol dan koordinasi mesin yang mudah, tombol-tombol pictogram, dan tombol panggilan yang cepat dan sederhana, mesin tersebut memerlukan pelatihan yang minim dan memungkinkan para perawat dan dokter untuk dapat lebih memusatkan perhatian terhadap sang bayi.

Selain itu, mesin penghangat tersebut dapat dihubungkan dengan baterai untuk mengantisipasi padamnya listrik secara tiba-tiba.

Mesin penghangat bayi GE tersebut dikembangkan di Bangalore dan diluncurkan pada 2009 dengan biaya $3.000 di India.

Namun daya tariknya sangatlah universal. "Mesin produksi India tersebut telah dipasarkan di lebih dari delapan puluh negara, termasuk negara-negara terkaya di Eropa Barat," kata Vijay Govindarajan, Profesor Dartmouth’s Tuck School of Business dan Direktur serta Pendiri Pusat Pendidikan untuk Global Leadership.

Govindarajan baru saja menulis sebuah buku dengan topik Reverse Innovation: Create Far from Home, Win Everywhere. Lullaby, mesin penghangat bayi tersebut adalah contoh utama dari konsep Reverse Innovation. Govindarajan berpendapat bahwa agar dapat berhasil, perusahaan-perusahaan besar harus belajar untuk berinovasi di dalam pasar yang sedang berkembang pesat, memecahkan permasalahan dan memenuhi kebutuhan mereka, dan kemudian membawakan kembali hasilnya ke pusat perusahaan.

"Sebuah metodologi reverse innovation mengharuskan sebuah perusahaan untuk memikirkan kembali paradigma harga-kinerja (price-performance) secara mendasar. Semua ini harus diawali dengan memahami masalah pelanggan," kata Govindarajan. "Setelah Anda melakukannya, solusi Anda akan menjadi sangat baru, segar dan orisinil."

Untuk GE, Lullaby hanyalah sebuah titik awal. Setelah tonggak awal tumbuh kembangnya mesin penghangat bayi tersebut, GE telah berhasil menciptakan Lullaby LED phototherapy unit, yang menggabungkan teknologi hijau LED pada penghangat, serta alat bantu pernafasan Vayu dengan biaya terjangkau, yang juga merupakan sebuah inovasi di India. Produk ini dapat mencakup hingga 80 unit tempat tidur di unit perawatan intensif (ICU) dengan baterai yang dapat bertahan selama 4 jam.

Saat ini, negara-negara berkembang telah mewakili lebih dari dua pertiga dari pertumbuhan GDP global di masa depan dan reverse innovation adalah sebuah konsep yang berguna untuk meraih beberapa momentum tersebut.

Buku Govindarajan menyajikan sederet studi kasus reverse innovation lainnya yang telah sukses dikembangkan oleh berbagai perusahaan dan organisasi seperti Procter & Gamble, EMC Corporation, Deere & Company, dan Partners in Health.

Govindarajan mengatakan, "GE adalah salah satu perusahaan terkemuka di bidang tersebut." Ia melanjutkan, setiap karyawan GE harus memiliki pola pikir reverse innovation. Ini merupakan kesempatan terbesar bagi GE agar dapat terus maju untuk masa depan.

BERITA TERKAIT

Mahasiswa Ciptakan Mesin Pengering Padi

    Penjualan hasil panen padi dalam keadaan kering sebetulnya akan lebih menguntungkan daripada melepas padi dalam keadaan basah. Tapi…

Saham Mitra Keluarga Jadi “Bulan-bulanan” Investor - BUNTUT KASUS TEWASNYA BAYI DEBORA

NERACA Jakarta – Pernyataan sikap resmi PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) bahwa pihak manajamen tidak membedakan terhadap korban pasien…

Investor Ramai-Ramai Lepas Saham MIKA - Buntut Kasus Bayi Debora

NERACA Jakarta - Viralnya kasus kematian bayi Debora lantaran tidak mendapat penanganan yang cepat dari pihak rumah sakit Mitra Keluarga…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Menkes Ingatkan Apotek dan Apoteker Hanya Jual Obat dengan Resep Dokter

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengingatkan apoteker hanya menjual obat dengan resep dokter guna mencegah penyebaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat.…

Anak Sekolah Paling Rentan Terkena DBD

Anak-anak sekolah menjadi kelompok yang paling rentan terkena penyakit demam berdarah dengue."Anak-anak dari pagi dan siang duduk dalam ruang kelas…

Kemenkes Jadikan Kulon Progo Lokasi Demonstrasi Vaksinasi HPV

Kementerian Kesehatan menjadikan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melaksanakan program demonstrasi vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV), pemicu kanker…