Sinergikan Entrepreneur Muda Indonesia - CEO Indonesian Young Entrepreneur (IYE): Christovita Wiloto

NERACA

Cerita kesuksesan Bill Gates atau Steve Jobs, sudah klasik dicerna, ketika sebuah obsesi mampu melontarkan seseorang ke puncak ketenaran. Kisah gemilang dari ide cemerlang, kerja keras berselimut peluh, dan semangat sekokoh baja, maka siapa pun mampu mengubah dunia. Pemahaman inilah yang mengilhami Christovita Wiloto, sang penggagas Indonesian Young Entrepreneur (IYE), sebuah komunitas beranggotakan 21.000 calon pengusaha Indonesia masa depan.

Kepada Neraca, Chris akrab ia disapa menuturkan tekadnya membangun bangsa Indonesia dari tangan dan bahu orang-orang muda, dengan pemikiran yang matang, konseptual dan pantang menyerah, “IYE adalah sebuah lingkar komunikasi bagi para pengusaha muda untuk bertukar profil bisnis dan memperluas jaringan mereka,” ungkap mantan bankir di Bank Tiara, Bank Niaga, dan American Express ini.

Didirikan pada Maret 2005, IYE kini laksana lokomotif yang membawa banyak gerbong perubahan. Melalui IYE, jelas Chris, para anggota akan terbantu dalam mengidentifikasi peluang, serta membantu meningkatkan kekuatan perekonomian Indonesia.

“Orang bebas untuk bergabung ke IYE,” ungkap pria kelahiran 24 Mei 1969 ini, dan bebas untuk bertukar informasi sehingga mereka dapat belajar satu sama lain. Dengan menjadi pengusaha baru, mereka tidak hanya dapat meningkatkan profit namun juga andil membantu masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja baru.

Ia menilai bahwa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi ekonomi global. “Kami memiliki semua sumber daya, tetapi kita masih perlu menumbuhkan mereka, terutama sumber daya manusia. Saya optimistis bahwa kita dapat mencapai tingkat internasional, “ungkap Chairman Indonesia Alumni Association pada Singapore Haggai Institute, ini bertekad.

Tekad dan komitmen Chris tumbuh saat dia terusik atas realitas bangsa pascakrisis moneter pada 1998. Ketika krisis menghantam sektor ekonomi yang nyatanya hanya berada di tangan segelintir konglomerat, sendi perekonomian pun lunglai lalu jatuh terjerembab.

“Ini tak boleh terulang,” ucapnya tertegun.

Untuk itu, dia berhasrat menumbuhkembangkan banyak pengusaha muda, yang kelak tampil sebagai penyangga perekonomian bangsa.

“Ibarat semut, mereka akan saling bahu-membahu membangun. Semakin banyak semut, semakin kokoh perekonomian bangsa kita,” ujar lulusan Universitas Padjajaran tahun 1987 ini.

Pengusaha muda kita, tambah Chris, perlu membekali diri dengan kreativitas dan tekad untuk selalu menciptakan nilai tambah dari produk atau usahanya. Sehingga nilai tambah itu nanti dapat memberi manfaat bagi industri yang digelutinya, seperti menambah devisa negara, mendongkrak penerimaan pajak, menciptakan lapangan kerja baru dan memberi layanan publik secara optimal, bahkan dapat berkiprah di mancanegara.

Ia menilai bahwa pemerintah patut memberi perhatian besar dalam mendorong munculnya entrepreneur muda, termasuk kalangan perbankan. Dia mencontohkan, sebuah event inovasi yang dilakukan di Singapura.

“Tak sedikit karya cemerlang dilombakan hanya berharap mendapatkan sekadar apresiasi,” ujarnya, padahal kemungkinan dicontohnya ide cemerlang mereka sangat besar.

Keprihatinan Chris pun tertuang dalam tiga point yang dia sampaikan ke Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), yang konon sedang menggodok konsep ekonomi kreatif. Pertama, mengubah cara berpikir lebih modern dengan memperhatikan usia produktif di bawah usia 30 tahun. Kedua mendorong pola komunitas bukan penyuluhan dalam meningkatkan sinergi, kreasi, dan inovasi. Dan ketiga, mengaktualisasikannya dengan lebih happy dan fun. “Saya berharap, masukan itu dapat menjadi bahan pertimbangan bagi presiden,” ungkapnya.

Dalam benaknya, bahkan sudah terimpikan berdirinya sebuah koperasi yang akan membantu para anggota IYE. “Melalui semangat untuk, dari, dan oleh para entrepreneur muda, saya berharap entrepreneur muda Indonesia akan semakin berkembang dan mampu menjawab tantangan global,” ujar CEO, Founder & Owner PowerPR dan jaringan bisnis Wiloto Corp ini.

"Saya ingin membuat semacam koperasi namun dengan pengelolaan yang lebih profesional," ungkapnya. Bukan sekadar sebagai wadah simpan-pinjam bagi para anggota IYE, namun juga memberi konsultasi dalam pelbagai sisi, baik brand, marketing, Informasi dan Teknologi (IT), patent, hukum, dan lainnya, hingga menfasilitasi pertemuan dengan kalangan investor.

Menurut dia, pola konsultasi akan banyak memberi manfaat, terutama dalam menata bisnis yang digeluti para anggota IYE.

“Kita akan menata secara infrastruktur, termasuk membuat bisnis lebih bankable (kelaikan bisnis dalam standar perbankan),” ungkapnya.

Para anggota pun dapat saling memberi masukan, ujarnya, banyak hal yang dapat kita share (bagi), “Kalau memang dapat di-share, mengapa kita harus memulai dari nol,” tegasnya.

Apa yang dilakukan sebagai pebisnis, adalah membantu orang mencapai tingkat tertentu di bidang mereka.

“Saya ingin terus dapat membantu orang atau masyarakat. Selama saya dipersilakan untuk membantu mereka, saya akan berusaha yang terbaik,” ujarnya berharap, termasuk mensinergikan para entrepreneur muda Indonesia bagi kemajuan bangsa dan negara.

BERITA TERKAIT

The Lana Sasar Keluarga Muda di Jakbar

The Lana Sasar Keluarga Muda di Jakbar NERACA Jakarta - Presiden Direktur PT Brewin Mesa Sutera, Bill Cheng selaku pengembang…

Indomilk Bantu Sarana Inspirasi di 50 Sekolah - Ajak Anak Indonesia Berprestasi

Menggali potensi yang dimiliki para siswa berprestasi di Indonesia agar bisa unjuk gigi di mata dunia, PT Indolakto, anak perusahaan…

Aksi Nyata Indonesia Mendukung Palestina

  Oleh: Agung Widjayanto, Mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial dan Politik Universitas Hasanuddin Konflik Israel – Palestina atau bagian dari konflik Arab -…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…

Tanto Darmawan Sutjipto Pemilik, PT Metro Taruna Agency - Menuai Sukses Dimulai Dari Tukang Antar Koran

Sejatinya hiruk pikuk dan branding sebuah media tidak lepas dari jasa para pengecer, loper, hingga agen sebuah surat kabar. Oleh…

Ade Sudrajat Usman, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) - Industri Tekstil Siap Bersaing di Pasar Global

Industri tekstil mengaku yang paling siap menyongsong Indonesia kembali bergabung dalam perdagangan bebas Trans Pacific Partnership (TPP). Namun, ada beberapa…