Laba Pembangunan Jaya Ancol Turun 9,62% di Semester Satu

NERACA

Jakarta - Emiten pengelola Dufan dan Ancol, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), mencatat penurunan laba 9,62% di semester I-2012 menjadi Rp 70,25 miliar dari periode sebelumnya Rp 77,25 miliar. Demikian seperti disampaikan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, Selasa (31/7).

Pendapatan PJAA disebutkannaik dari Rp 427,36 miliar menjadi Rp 452,63 miliar. Namun beban pendapatan mengalami kenaikan hingga laba kotor perseroan tak kuasa berkurang Rp 20,6 miliar dari Rp 203,106 miliar menjadi Rp 182,66 miliar.

Laba usaha juga hanya menyisakan Rp 97,102 miliar hingga Juni 2012, atau mengalami penurunan 9,92% dari periode yang sama tahun lalu Rp 107,8 miliar. Laba bersih tercatat Rp 70,25 miliar dengan laba per saham Rp 44. Laba per saham turun dari periode yang sama tahun lalu Rp 49 per lembar.

Sementara berkurang tipis dari Rp 1,737 triliun di Desember 2011 menjadi Rp 1,66 triliun di akhir Juni 2012. Sementara total hutang perseroan juga berkurang dari RP 557,806 miliar menjadi Rp 466,74 miliar.

Sebelumnya, PJAA membukukan laba bersih sebesar Rp 36,06 miliar atau Rp 22,53 per saham pada kuartal I-2012. Laba bersih kuartal I 2012 menunjukan pertumbuhan 29,41% bila dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal I tahun lalu sebesar Rp 27,63 miliar atau Rp 17,26 per saham. Hal ini disebabkan oleh pendapatan perseroan mengalami peningkatan dari Rp 190,50 miliar menjadi Rp 202 miliar pada kuartal I tahun ini.

PJAA telah merealisasikan 30%-40% belanja modal (capex) dari anggaran belanja modal tahun 2012 sebesar Rp 900 miliar. Sebagian dana capex tersebut telah digunakan untuk wahana di kawasan Ancol. Belanja modal tersebut digunakan untuk Dufan, JOR, Ecopark, Atlantis dan lainnya.

Untuk menyambut musim libur lebaran, perseroan menganggarkan dana sekitar Rp 10 miliar. Perseroan berencana untuk perbaikan pola transportasi baik di dalam dan luar Ancol dan perbaikan wahana lainnya serta menampilkan show tertentu seperti idol. Perseroan memastikan dalam liburan tersebut, lonjakan pengunjung akan terjadi hingga 300%.

Direktur Utama PJAA, Budi Karya Sumadi memproyeksikan, pada saat liburan Idul Fitri tahun ini, kemungkinan jumlah pengunjung bakal meningkat hingga 300%.“Liburan Idul Fitri tahun ini kami perkirakan pengunjuk bisa meningkat 300%,” ujarnya.

Menurut Budi, di hari biasa pengunjung yang datang ke PJAA biasanya mencapai 40 ribu orang per hari. Sementara di hari Idul Fitri jumlah pengunjung yang datang bisa mencapai angka 130 ribu pengunjung.

Lebih jauh dia menambahkan, dengan perolehan tersebut, pekan liburan Idul Fitri ini diproyeksikan bakal menyumbangkan pendapatan perseroan tahun ini hingga 10%. Perseroan sendiri memperkirakan kenaikan pendapatan tahun ini sekitar 15% atau sekitar Rp 1,15 triliun dibandingkan pendapatan pada 2011 yang mencapai sekitar Rp 1 triliun. (didi)

BERITA TERKAIT

Optimalisasi LKM/LKMS dalam Pembangunan Daerah

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Semenjak diundangkannya Undang – Undang No 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro …

Laba Arwana Citra Mulia Tumbuh 37,75%

NERACA Jakarta – Emiten produsen keramik, PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA) meraih kenaikan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan…

Waskita Beton Bidik Laba Tumbuh 25% di 2018 - Kantungi Banyak Kontrak Baru

NERACA Jakarta –Lambat tapi pasti, performance kinerja keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) cukup memuaskan. Tengok saja dari pencapaian…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…