Hingga Juni, Laba Unilever Capai Rp 2,32 Triliun

Emiten di bidang barang konsumsi, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba bersih Rp 2,32 triliun pada semester I-2012. Angka tersebut naik 12,6% dibandingkan semester pertama 2011 yang sebesar Rp 2,06 triliun. Demikian seperti dikutip dari siaran pers perseroan kepada Bursa Efek Indonesia, Senin (30/7).

Disebutkan, perolehan laba bersih ini didorong pencapaian pendapatan perseroan pada semester I-2012 yang tercatat Rp 13,39 triliun. Perolehan ini meningkat sekitar 16,87% dibandingkan pendapatan pada semester sama tahun lalu sebesar Rp 11,46 triliun.

Laba bersih per saham perseroan juga naik menjadi Rp306 pada semester I-2012 atau naik dari Rp 271 per saham pada periode sama tahun lalu. Namun, kewajiban perseroan naik menjadi Rp 10,18 triliun pada 30 Juni 2012, dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp 6,8 triliun. Ekuitas pun naik menjadi Rp 3,75 triliun pada 30 Juni 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp 3,68 triliun.

Di kuartal satu, UNVR mampu meningkatkan volume penjualan pada kuartal I- 2012, meski harga jual beberapa produk naik. Pertumbuhan volume penjualan menjadi motor utama penopang kenaikan pendapatan dan laba bersih perseroan pada kuartal I-2012.

Unilever Indonesia berhasil mencetak pertumbuhan penjualan sebesar 17% menjadi Rp 6,60 triliun pada kuartal I-2012 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 5,66 triliun. Laba kotor meningkat dari Rp 2,88 triliun menjadi Rp 3,31 triliun. Laba bersih bertumbuh sebesar 18% menjadi Rp 1,16 triliun dibandingkan kuartal I-2011 senilai Rp 986,7 miliar. Perseroan mencetak kenaikan margin operasional dari 23,3% menjadi 23,8%. Margin bersih naik tipis dari 17,4% menjadi 17,6%.

Sebagai informasi, pada 2012, Unilever membagikan 100% laba bersih sebagai dividen senilai Rp 4,2 triliun. Sementara itu, selama 2011, UNVR meraih laba bersih Rp4,2 triliun atau meningkat sekitar 22,9 persen dari periode 2010 yang tercatat Rp3,4 triliun. Penjualan perseroan pada 2011 mencapai Rp23,5 triliun atau meningkat sekitar 19,2 persen dibanding periode sebelumnya yang tercatat Rp18,9 triliun. (didi)

BERITA TERKAIT

Penjualan Cimanggis City Capai 50 Persen

Penjualan Cimanggis City Capai 50 Persen NERACA Depok - PT Permata Sakti Mandiri (PSM) selaku pengembang apartemen Cimanggis City yang…

Surya Semesta Raih Pinjaman Rp 1,38 Triliun - Bangunan Kawasan di Subang

NERACA Jakarta – Danai pembangunan tahap satu proyek industri dengan total luas 2000 hektar di Subang, Jawa Barat, PT Surya…

Refinancing, WSKT Rilis Obligasi Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta - Refinancing pinjaman, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berencana untuk menerbikan obligasi senilai Rp 3,5 triliun pada semester…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…