Laba Adhi Karya Tumbuh 38,1% di Semester Pertama

NERACA

Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 29,05 miliar pada semester I-2012. Naik 38,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 21,6 miliar.

Informasi tersebut disampai perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Senin (30/7). Akan tetapi, pendapatan perseroan tersebut mengalami penurunan sebesar 2,8% menjadi Rp 1,78 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,83 miliar.

Namun, rendahnya beban pokok penjualan membuat laba kotor perseroan masih mengalami kenaikan menjadi Rp 183,95 miliar dibandingkan sebelumnya yang sebesar Rp 189,29 miliar. Kinerja keuangan perseroan juga jadi semakin cemerlang seiring dengan bagian laba ventura bersama bersih yang naik jadi Rp 26,37 miliar dari sebelumnya yang sebesar Rp 18,04 miliar.

Selanjutnya, laba usaha perseroan naik jadi Rp 102,74 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 94,05 miliar. Total aset perseroan juga mengalami kenaikan menjadi Rp 6,46 triliun dibandingkan periode sebelumnya Rp 6,11 triliun. Lalu posisi kas dan setara kas pada akhir periiode tercatat Rp 304,8 miliar, naik dari sebelumnya Rp 287,8 miliar.

ADHI memperkirakan meraih kontrak baru sekitar Rp 4,5 triliun hingga Juni 2012 dari target kontrak sekitar Rp 13,5 triliun pada 2012. Sekretaris perusahaan PT Adhi Karya Tbk, Amrozi Hamidi mengatakan, kontrak baru mencapai Rp 4,5 triliun hingga semester pertama 2012 tetapi itu masih dalam rekonsiliasi. Perseroan tetap menargetkan kontrak baru mencapai Rp 13,5 triliun pada 2012.

Selain itu, proyek baru yang didapatkan pada Juli 2012 antara lain proyek pembangunan jalan pangkalan Susu-Tanjung Pura, Aceh, senilai Rp 140 miliar, pembangunan beberapa rumah sakit sekitar Rp 95 miliar, dan beberapa pembangunan gedung universitas sebesar Rp 53 miliar.

Di sisi lain, perseroan menargetkan kontrak baru senilai Rp 13,5 triliun pada 2012. Adapun kontrak baru tersebut sekitar 92% dari kontrak baru dari pemerintah dan sisanya swasta. perseroan juga menggarap proyek di luar negeri seperti di Asia Tenggara.

Sementara itu, sampai dengan kuartal pertama 2012, perseroan mencatatkan pendapatan usaha turun menjadi Rp 591,62 miliar dari kuartal pertama 2011 senilai Rp 625,25 miliar. Laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 5,53 miliar hingga kuartal pertama 2012 dari kuartal pertama 2011 senilai Rp 2,48 miliar. (didi)

BERITA TERKAIT

PTBA Bidik Pendapatan Tumbuh 20% di 2018 - Garap Proyek PLTU Mulut Tambang

NERACA Jakarta – Optimisme membaiknya harga tambang batu bara di tahun depan, menjadi sentimen positif bagi emiten tambang untuk memacu…

Pasar Apartemen Tetap Tumbuh di Tahun Politik

NERACA Jakarta –Meskipun tahun depan dihantui sentimen politik, para pelaku properti menyakini industri properti masih tetap positif. Apalagi, properti masih…

Mandiri Investasi Bakal Rilis Tiga KIK EBA - Targetkan Dana Kelola Tumbuh 20%

NERACA Jakarta – Tahun depan, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan pertumbuhan total dana kelolaan atau asset under management…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pelindo III Cari Modal di Pasar US$ 1 Miliar

Guna mendanai ekspansi bisnisnya lebih agresif lagi, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menggalang dana dari pasar modal pada 2018…

Lagi, LPPF Buka Gerai Baru di Surabaya

Perluas penetrasi pasar, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membuka gerai baru berkonsep specialty store kedua di Pakuwon Mall Surabaya.…

Jasa Armada Pangkas Jumlah IPO Jadi 20%

Pilih cara aman atau konservatif agar saham IPO terserap di pasar, PT Jasa Armada Indonesia menurunkan jumlah saham yang di…