Berkah Laporan Kinerja, IHSG Masih Pertahankan Penguatan

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Selasa sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 43,216 poin (1,05%) ke level 4.142,337. Sementara Indeks LQ45 melaju 10,476 poin (1,49%) ke level 712,770. Penguatan indeks BEI di sokong aksi beli bersih investor asing yang mencapai Rp 1,2 triliun.

Berikutnya, indeks Rabu diproyeksikan masih bergerak di zona yang sama dengan tren penguatan. Indeks sendiri diperkirakan akan bergerak di level 4.142-4.150. Pada perdagangan kemarin, transaksi asing hingga sore kemarin tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 1,219 triliun di seluruh pasar.

Para pemodal asing memang paling agresif sejak awal perdagangan, dengan banyak melakukan aksi beli. Sementara investor asing malah melakukan aksi ambil untung. Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 156.295 kali pada volume 8,412 juta lot saham senilai Rp 6,169 triliun. Sebanyak 158 saham naik, sisanya 124 saham turun, dan 91 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indocement (INTP) anik Rp 1.350 ke Rp 21.500, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 52.000, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 450 ke Rp 8.300, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 400 ke Rp 23.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.050, Bayan (BYAN) turun Rp 400 ke Rp 10.950, Buana Finance (BFIN) turun Rp 350 ke Rp 4.200, dan Ace Hardware (ACES) turun Rp 250 ke Rp 5.900.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup menguat 25,906 poin (0,63%) ke level 4.125,027. Sementara Indeks LQ45 menguat 7,081 poin (1,00%) ke level 709,375. Saham-saham unggulan justru terkena aksi ambil untung setelah sebelumnya naik cukup tinggi.

Disebutkan, penguatan kemarin merupakan andil dari perburuan saham-saham lapis dua, terutama di sektor aneka industri dan industri dasar. Saham-saham emiten yang sudah melaporkan kinerja positif langsung diserbu. Sedangkan saham-saham emiten yang kinerjanya negatif, langsung terkena tekanan jual.

Investor asing paling semangat beli saham di tengah aksi tunggu investor lokal. Transaksi asing pada sesi I sudah melakukan pembelian bersih dengan nilai cukup tinggi. Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 70.879 kali pada volume 3,517 juta lot saham senilai Rp 2,807 triliun. Sebanyak 129 saham naik, sisanya 116 saham turun, dan 91 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indocement (INTP) anik Rp 600 ke Rp 20.750, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 600 ke Rp 52.100, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 400 ke Rp 8.250, dan Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 250 ke Rp 3.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.800, Bayan (BYAN) turun Rp 400 ke Rp 10.950, Mayora (MYOR) turun Rp 250 ke Rp 22.250, Garda Tujuh (GTBO) turun Rp 150 ke Rp 5.250.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 9,83 poin atau 0,24% ke posisi 4.108,95. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,71 poin (0,67%) ke level 703,57. "IHSG menguat tipis seiring bursa Asia. Bursa Asia sendiri dibuka berfluktuasi dengan kecenderungan masih menguat tipis seiring minimnya sentimen baru di pasar," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia menambahkan, data laporan keuangan beberapa emiten yang membukukan hasil positif dan lebih baik dari estimasi menjadi pendorong indeks BEI menguat. Sementara analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, pergerakan indeks BEI pekan ini diwarnai oleh pengumuman kinerja emiten semester I/2012.

Faktor teknikal IHSG, kata dia, relatif berada dalam area level tinggi (resistance area) dan cukup rawan aksi ambil untung (profit taking). Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 150,99 poin (0,77%) ke level 19.736,39, indeks Nikkei-225 naik 47,24 poin (0,55%) ke level 8.685,31 dan Straits Times melemah 9,96 poin (0,32%) ke level 3.023,15. (bani)

BERITA TERKAIT

Manfaat Laporan BPK?

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru-baru ini mengumumkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) sepanjang semester I-2017. Dari pemeriksaan itu ditemukan 1.137 ketidakpatuhan…

BI : Kredit Baru Masih Melambat

NERACA Jakarta - Bank Indonesia melalui survei perbankan melihat pertumbuhan kredit baru perbankan pada triwulan III 2017 masih melambat, terutama…

Penguatan Karakter Tak Melulu Soal Akademis

      Usai ujian akhir semester, Martin seorang guru mata pelajaran sibuk menyiapkan nilai para siswanya. Selain nilai akademis,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…