BUMN Dorong Percepatan Proyek KA Bandara

NERACA

Jakarta - Proyek infrastruktur pembangunan Kereta Commuter Line menuju Bandara Soekarno-Hatta yang dikerjakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan diperkirakan akan menempuk jarak hanya 1 jam perjalanan. "Berhenti di setiap stasiun. Jarak tempuh dari Dukuh Atas 60 menit ke bandara (Soekarno-Hatta)," kata Menteri BUMN, Dahlan di Jakarta, Selasa (31/7)

Menurut Dahlan, kereta yang nantinya bernama D'Luxe tersebut akan mengambil rute dari stasiun Dukuh Atas (Jl Sudirman) ke Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. "Kereta lewat Dukuh Atas, Duri, Tangerang, dari sana dibangun jalur bandara," tambahnya

Dahlan memastikan di 2013 masyarakat telah bisa menggunakan kereta langsung ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Seperti diketahui, proyek Kereta Api Bandara Soekarno Hatta (Soetta) dirancang memiliki dua rute, yaitu rute melayang (kereta ekspres) yang melalui Pluit rencananya akan dimulai tender pada 2013. Sementara rute kereta via Tangerang (commuter line) ditargetkan selesai tahun yang sama.

Sedangkan Rute Commuter line melalui rute selatan yaitu Manggarai - Tanah Abang - Tangerang (Tanah Tinggi), sebelum Tangerang belok ke kanan ke daerah komersialnya yaitu Soekarno Hatta. Sementara rute kereta ekspres ini meliputi Manggarai-Sudirman-Tanah Abang-Duri-Angke-Pluit-Bandara Soekarno Hatta.

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tunjung Inderawan pernah mengatakan, kereta api bandara commuter line akan selesai pada 2013 dan bisa mulai beroperasi pada 2014.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martini mengatakan proyek pembangunan Kereta Api Bandara yang dibiayai melalui Kerja sama Pemerintah Swasta (KPS) akan segera dimulai pada 2014. "Harapannya kalau semuanya lancar dan studi kelayakan telah selesai maka pada semester dua 2014 mulai terbangun," ujarnya

Lebih jauh Emma menjelaskan PT.SMI sebagai katalis atau fasilitator dalam pembangunan infrastruktur mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk memfasilitasi penyiapan proyek dan bertanggung jawab membantu penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK) mulai tahap persiapan hingga transaksi proyek. "Sekarang berdasarkan laporan due diligence dan PJPK dari Kementerian Perhubungan melihat layak diteruskan. Kemudian kami membuat pra studi kelayakan, dalam dua tahun ini proyek KPS harus disiapkan," tambahnya

Menurut Emma, proyek penyelenggaraan sarana dan prasarana perkeretaapian dari Manggarai ke Bandara Soekarno Hatta harus dipersiapkan secara matang, agar para investor benar-benar tertarik untuk membiayai moda transportasi darat sepanjang 33 kilometer ini. "Persiapan proyek harus baik dan memang (studi kelayakan) ini yang menyebabkan pembangunan proyek KPS belum terjadi secara cepat. Kami harus menyiapkan proyek semaksimal mungkin," terangnya

Dikatakan Emma, berdasarkan syarat skema pembiayaan melalui KPS, proses studi kelayakan merupakan hal yang wajib dipenuhi, apalagi pemerintah tidak memiliki kekuatan fiskal yang cukup untuk membangun sarana infrastruktur ini. "Kalau mengandalkan fiskal tidak deliver, maka KPS menjadi suatu keharusan apabila pemerintah tidak memiliki kapasitas pendanaan yang memadai," ujarnya.

Emma menegaskan PT SMI sebagai promotor untuk skema KPS dalam pembiayaan proyek infrastruktur akan menyiapkan hal-hal terkait kesiapan proyek agar pada semester I 2014 investor yang memenangkan tender pembangunan jalur kereta telah terpilih. "Kita akan menyiapkan proyek agar siap tender, hingga transaksi serta penyiapan lahan yang merupakan hal krusial dalam pembangunan infrastruktur," pungkasnya. ** bari/ria

BERITA TERKAIT

Menyoal BUMN Transportasi Daring

Oleh: Nailul Huda Peneliti INDEF   Setelah huru hara mengenai dicabutnya Permenhub 108 tahun 2017 yang mengatur mengenai transportasi daring, pemerintah…

Regulator Terus Dorong Usaha Mikro Terapkan Usaha E-Commerce - Niaga Online

NERACA Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) turut membangun dan menggerakkan…

2 Hal Ini Jadi Tantangan Percepatan Infrastruktur di Indonesia

2 Hal Ini Jadi Tantangan Percepatan Infrastruktur di Indonesia NERACA Jakarta - Minat investor terhadap infrastruktur di Indonesia masih menghadapi…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Taiwan Tawarkan Produk Kesehatan ke Pasar Indonesia

      NERACA   Jakarta - Indonesia merupakan negara yang berada di urutan ke-4 dengan prevalensi diabetes tertinggi di…

Teluk Bintuni akan Gunakan Skema KPBU

      NERACA   Jakarta - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian memilih skema Kerja sama Pemerintah dan Badan…

Usaha Kuliner Lebih Mudah - Diplomat Success Challenge 2018

    NERACA   Jakarta - Peluang untuk menjadi wirausaha muda Indonesia dengan mendapatkan total modal usaha Rp 2 miliar…