RBI Tak Ubah Suku Bunga Utama

NERACA

Mumbai---Bank sentral India mempertahankan tingkat suku bunga utamanya tidak berubah pada Selasa, untuk kedua kalinya dalam dua bulan dan memangkas prakiraan pertumbuhannya untuk ekonomi terbesar ketiga Asia itu.

Reserve Bank of India (RBI) mengatakan, suku bunga acuan repo, di mana bank sentral meminjamkan kepada bank komersial, akan tetap pada 8,0 % karena risiko dari inflasi. Bank sentral memotong rasio likuiditas wajib minimumnya untuk bank umum sebesar 100 basis poin menjadi 23 %, yang dikatakan akan membantu meningkatkan kredit yang tersedia untuk bisnis.

Langkah untuk mempertahankan suku bunga telah banyak diperkirakan oleh para ekonom, setelah bank mengisyaratkan dalam sebuah laporan yang dirilis Senin malam bahwa ia tidak dapat menurunkan suku bunga lebih lanjut pada saat ini untuk memacu perekonomian yang lesu. "Fokus utama kebijakan moneter tetap pengendalian inflasi untuk mengamankan jalur pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka menengah," kata siaran dari bank setelah keputusan Selasa.

Perekonomian India yang "booming" tumbuh hanya 5,3 % antara Januari dan Maret,ekspansi kuartalan tahunan paling lambat dalam sembilan tahun, dan bank mengungkapkan prediksi suram untuk jangka pendek. Bank juga memangkasperkiraan pertumbuhan PDB India untuk tahun keuangan, yang dimulai April, dari 7,3 % menjadi 6,5 %, sementara memprediksi bahwa inflasi akan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Sementara bank-bank sentral lainnya di seluruh dunia telah mengurangi suku bunga dalam upaya untuk menghidupkan kembali ekonomi bermasalah mereka, RBI menyatakan bahwa reformasi ekonomi untuk meningkatkan investasi adalah kunci untuk kebangkitan India.

Bank menurunkan suku bunga pada April untuk mendorong kembali pertumbuhan -- langkah pertamanya dalam tiga tahun. Tetapi bank sejak itu mempertahankan kebijakan moneter stabil, mengutip tekanan inflasi, meskipun ada desakan dari para pemimpin bisnis untuk merangsang ekonomi. **cahyo

BERITA TERKAIT

Regulator Minta Pelanggan Listrik Tak Khawatir - TERKAIT RENCANA KEBIJAKAN GOLONGAN TARIF

NERACA Jakarta – Menteri ESDM Ignasius Jonan menjelaskan program penyederhanaan golongan pelanggan listrik PT PLN (Persero) belum dijalankan dan masih…

Pasal Ujaran Kebencian: Peradi Nilai Eggi Sudjana Tak Melanggar

Pasal Ujaran Kebencian: Peradi Nilai Eggi Sudjana Tak Melanggar NERACA Jakarta - Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi)…

Pemerintah Pastikan Pajak E-Commerce Tak Rugikan WP

  NERACA   Jakarta - Pemerintah memastikan pengenaan pajak terhadap transaksi elektronik (e-commerce) nantinya tidak akan merugikan Wajib Pajak (WP)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Kedepankan Kepentingan Nasional - Penerapan Basel III

      NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kerangka Basel III akan diterapkan dengan…

BI Paparkan 4 Tantangan Generasi Muda - Gelar GenBI Leadership Camp 2017

      NERACA   Bogor – Bank Indonesia (BI) mencatat ada empat tantangan utama yang harus disikapi oleh generasi…

Sequis Mencatat Kinerja Keuangan Positif di Kuartal III/2017

  NERACA   Jakarta - Director & Chief Agency Officer PT Asuransi Jiwa Sequis Life Edisjah menjelaskan, Sequis Life kembali…