Pembiayaan SMI Ke Sektor Listrik Rp713 Miliar

NERACA

Jakarta-- PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mengatakan komitmen pembiayaan terbesar PT SMI sebagai lembaga keuangan non-bank yang fokus pada pembiayaan infrastruktur ini adalah pada sektor ketenagalistrikan. "Sampai dengan Juni 2012, portofolio pembiayaan perusahaan 45 persen terkonsentrasi di sektor ketenagalistrikan," kata Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martini di Jakarta.

Emma menyampaikan komitmen kegiatan pembiayaan PT SMI hingga pertengahan tahun mencapai Rp1,57 triliun dan sektor ketenagalistrikan mendapatkan komitmen terbesar yaitu Rp713 miliar.

Sedangkan sektor minyak dan gas bumi mendapatkan komitmen Rp390 miliar, sektor telekomunikasi Rp200 miliar, sektor air minum Rp200 miliar, sektor irigasi Rp40 miliar, jalan raya Rp20 miliar dan sektor transportasi Rp14 miliar. "Total distribusi proyek PT SMI mencapai 28 proyek hingga semester I 2012," ujarnya.

Lebih lanjut Emma memaparkan saat ini perseroan memiliki portofolio sebanyak Rp2 triliun dan akan ditingkatkan secara bertahap dengan adanya tambahan modal sebesar Rp2 triliun pada akhir tahun 2012.

Menurut Emma, peningkatan kekuatan modal tersebut diperlukan agar perseroan dapat memenuhi kebutuhan swasta atau operator infrastruktur yang dapat memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan proyek infrastruktur strategis. "Permodalan perseroan sudah seluruhnya teralokasi untuk komitmen pembiayaan infrastruktur," jelasnya

Selain itu, tujuan penambahan modal itu adalah untuk meningkatkan kapasitas finansial perusahaan dan kemampuan leverage dengan memanfaatkan sumber dana dari lembaga multilateral, pasar modal dan dana pensiun. "Leverage belum dapat dilakukan secara optimal mengingat rekam jejak perseroan yang relatif masih baru," ucapnya.

Tujuan lainnya adalah memungkinkan perseroan untuk melaksanakan kegiatan pendampingan konsultasi dan penyiapan proyek Kerja sama Pemerintah Swasta (KPS) untuk pembangunan infrastruktur melalui skema KPS.

Sebelumnya, pembiayaan proyek infrastruktur tidak perlu melalui pembentukkan lembaga keuangan baru, tetapi bisa melalui lembaga pembiayaan yang telah tersedia. “Kontribusi ekuitas bisa didapat investor infrastruktur dari pemerintah daerah, government agency, atau investor swasta,” kata Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo di Jakarta, saat itu.

Mantan Dirut Bank Mandiri ini menyatakan investor infrastruktur bisa mendapatkan bantuan pembiayaan untuk proyek infrastruktur melalui lembaga pembiayaan infrastruktur yang telah tersedia, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Agus menambahkan suntikan dana dari lembaga pembiayaan infrastruktur itu bisa menjadi alternatif, selain pembiayaan perbankan. **cahyo

BERITA TERKAIT

Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi - Penanaman Modal di Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

PROVINSI SUMATERA SELATAN - Adira Paling Banyak Kucurkan Pembiayaan Sepeda Motor

PROVINSI SUMATERA SELATAN Adira Paling Banyak Kucurkan Pembiayaan Sepeda Motor NERACA Palembang - Perusahaan pembiayaan Adira Finance hingga sekarang ini…

Sektor Industri Desak Pemberantasan Spekulan Gas

NERACA Jakarta – Dukungan terhadap pemberantasan praktik calo (trader) pada tata niaga hilir gas bumi terus bergulir, menyusul tingginya harga…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

10 LKM Syariah Kantongi Izin dari OJK

  NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan izin operasi sepuluh Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKM Syariah) yang diharapkan…

BTN Ajak Mahasiswa jadi Entrepreneur Properti

  NERACA Yogyakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. siap mengawal para mahasiswa untuk menjadi entrepreneur muda handal di bidang properti…

Bank Muamalat Resmikan Unit Program Social Trust Fund Di Bali

  NERACA Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (Bank Muamalat) secara resmi memperkenalkan Unit Program Social Trust Fund (STF)…