OJK Diminta Gandeng Tiga Lembaga Lain

NERACA

Jakarta—Pemerintah mengharapkan pimpinan Otoritas Jasa Keuangan dapat membangun koordinasi dan komunikasi dengan lembaga lain seperti Bank Indonesia, Kementerian Keuangan dan lembaga penjamin simpanan serta membangun budaya yang baik. "Mengingat OJK merupakan sebuah lembaga baru dan hasil merger, Wapres minta agar kita memperhatikan hal-hal itu," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad di Jakarta, Selasa.

Hal tersebut disampaikan usai dirinya bersama sembilan anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) bertemu dengan Wakil Presiden Boediono untuk memperkenalkan diri.

Menurut Muliaman, sesuai undang-unadang, Bapepam dan lembaga keuangan (LK) akan masuk OJK awal tahun 2013 dan pengawasan perbankan mulai 1 Januari 2014.

Selama masa transisi tersebut, kata Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia ini, pihaknya akan mengisi kegiatan menyusun struktur organisasi OJK serta struktur yang terdiri dari sumber daya manusia (SDM) dan sejumlah proses sesuai jadwal. "Diharapkan tiga bulan sebelum Bapepam dan lembaga keuangan masuk ke OJK, struktur organisasi sudah selesai dan akan ada mekanisme kerja yang ditetapkan," katanya.

Dalam pesannya, kata Muliaman, Wapres Boediono meminta masalah koordinasi dapat menjadi perhatian besar OJK di saat masa kritis seperti saat ini dan tentu saja pada saat normal bisa berjalan lancar sehingga memerlukan mekanisme koordinasi yang baik. "Soal koordinasi juga diharapkan tidak saja pada tingkat pimpinan tapi juga komunikasi di bawah dan harus menjadi bagian proses koordinasi," terangnya

Menurut Muliaman, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan telah menetapkan pembagian tugas pada sembilan anggota DK-OJK sebagai langkah awal otoritas independen yang akan mengatur dan mengawasi lembaga jasa keuangan di Indonesia tersebut.

Rahmat Waluyanto ditetapkan sebagai wakil ketua sekaligus ketua komite etik, kemudian kepala eksekutif pengawas perbankan dipegang Nelson Tampubolon, kepala eksekutif pengawas pasar modal oleh Nurhaida, dan kepala eksekutif pengawas asuransi dan lembaga jasa keuangan lainnya dijabat Firdaus Jaelani Menjabat sebagai ketua dewan audit Ilya Avianti.

Sementara anggota yang membidangi edukasi dan perlindungan konsumen dipegang Kusumaningtuti SS. Selain tujuh anggota tersebut, DK-OJK juga diisi perwakilan atau ex-officio dari Bank Indonesia yaitu Halim Alamsyah dan dari Kemenkeu Anny Ratnawati.

Muliaman juga menyebutkan bahwa sesuai amanat Undang-undang, DK-OJK sedang melakukan pembahasan yang intensif untuk memutuskan struktur organisasi, tatacara penyelenggaraan rapat DK, tata cara penyusunan peraturan OJK, tugas pokok dan fungsi, dan logo OJK. **cahyo

BERITA TERKAIT

Ford Gandeng Alibaba Pacu Penjualan Lewat E-commerce

Alibaba Group Holding menandatangani kesepakatan dengan produsen mobil Amerika, Ford Motor Co, terkait kerja sama di bidang teknologi komputasi, konektivitas…

Mandiri Investasi Bakal Rilis Tiga KIK EBA - Targetkan Dana Kelola Tumbuh 20%

NERACA Jakarta – Tahun depan, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan pertumbuhan total dana kelolaan atau asset under management…

Saham Tiga Pilar Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Lantaran terjadi penurunan harga dan peningkatan aktivitas saham di luar kebiasaan (UMA), transaksi saham PT Tiga Pilar…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

NPF Bank Syariah Diprediksi Membaik di 2018

  NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) perbankan syariah dapat lebih baik…

BTN Buka Cabang di Pematang Siantar

      NERACA   Medan - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. berkomitmen untuk menjangkau masyarakat yang ingin memiliki…

CIMB Niaga Andalkan Rekening Ponsel - Remitansi Antar Negara

    NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mendukung kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam Uji…