BNI Pertahankan NIM

NERACA

Jakarta---PT Bank Negara Indonesia menegaskan akan mempertahankan tingkat Net Interest Margin (NIM/keuntungan selisih bunga) dari posisi 5,8% - 5,9 % mengingat biaya operasional yang tinggi. "NIM akan kita pertahankan di situ (5,8 - 5,9 %) dan kita tidak bisa menuruti Bank Indonesia karena pendapatan dari 'fee base' belum bisa menutup biaya operasional," kata Dirut Bank Negara Indonesia (BNI) Gatot M Suwondo di Jakarta

Lebih jauh Gatot menjelaskan pihaknya dalam beberapa tahun ini akan mempertahankan NIM di posisi tersebut untuk menyeimbangkan kebutuhan biaya operasional yang melonjak akibat penambahan pegawai sejak tahun lalu. "Biaya operasional bertambah karena peningkatan biaya personalia dengan tambahan pegawai yang meningkat dari 23.600 pada akhir tahun lalu menjadi 25.788," tambahnya

Selain pegawai tetap, BNI juga menerima karyawan kontrak sebanyak 3.000 orang untuk mendukung pengembangan kedai atau "outlet-outlet" perbankan yang didirikannya. Beban operasional BNI pada semester I 2012 meningkat dari Rp4,39 triliun menjadi Rp5,46 triliun atau tumbuh 24,2 %, yang sebagian besar digunakan untuk biaya personalia.

Gatot mengatakan sampai semester I 2012, BNI membukukan kenaikan laba bersih sebesar 20,4 % dari Rp2,73 triliun menjadi Rp3,29 triliun. Pencapaian laba bersih BNI Semester I 2012 tersebut diikuti pula dengan kenaikan laba bersih per saham sebesar 20,5 % dari Rp146 menjadi Rp176.

Kenaikan laba bersih ini didukung kenaikan pendapatan bunga bersih yang tumbuh 18,7 % dari Rp6,09 triliun menjadi Rp7,23 triliun. Pendapatan non bunga juga tumbuh 1,1 % dari Rp3,69 triliun menjadi Rp3,73 triliun.

Sedangkan total kredit yang disalurkan BNI sampai semester I 2012 tumbuh 17,4 % dari Rp152,9 triliun menjadi Rp179,4 triliun, terutama didukung pertumbuhan kredit konsumer yang naik 30,7 %. Selain kredit konsumer, kredit yang meningkat adalah pembiayaan syariah tumbuh 29,4 % dan pinjaman segmen menengah yang naik 21,6 %.

Sementara komposisi pinjaman dari bisnis banking mencapai 71 %, konsumer dan ritel 21,6 % dan sisanya dari cabang luar negeri 4 % dan anak perusahaan 3,3 %. **ria

BERITA TERKAIT

BNI Dukung Perhelatan Asian Para Games 2018

  NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali berpartisipasi sebagai Official Prestige Digital Banking Partner…

PENINGKATAN LAYANAN DIGITAL BNI SYARIAH

CEO Itqon Setyagus Sucipto (kedua kiri) didampingi Hadi Fatahillah (kiri), SEVP Keuangan dan Operasional BNI Syariah Wahyu Avianto (kedua kanan)…

BNI SYARIAH INTERNATIONAL ISLAMIC EXPO 2018

kiri ke kanan. Chairman Alia Convex Joko Asmoro, Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah Dhias Widhiyati, Direktur Bisnis Korporasi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

LPS Pantau DPK Bank Yang Dipindah Ke Luar Negeri

NERACA   Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memantau pergerakan dana pihak ketiga dari bank yang pindah ke luar…

Lelang SUN Serap Dana Rp20 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp20 triliun dari lelang enam seri Surat Utang Negara (SUN)…

Bhinneka Life Sebut Pentingnya Tumbuhkan Kesadaran Asuransi Petani

      NERACA   Jakarta - Perusahaan asuransi Bhinneka Life menyebut pentingnya perlindungan terhadap sektor pertanian salah satunya dengan…