PLN Siapkan Stasiun Penyetruman Untuk Kendaraan Listrik

NERACA

Jakarta – Setelah dinyatakan akan diproduksi masal pada tahun 2014, kebutuhan listrik sebagai bahan bakar utama untuk menggerakan kendaraan listrik maupun berupa mobil atau motor, maka diperlukan infrastruktur tempat pengisian listrik agar pelaksanaan program mobil listrik nasional tidak hanya sekedar omongan belaka.

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Nur Pamudji telah menyatakan kesiapan PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik pada kendaraan listrik. Pihaknya sedang mencoba menggandeng beberapa pemilik tempat parkir di beberapa mal di Jakarta dan Bandung, serta areal peristirahatan (rest area) sepanjang tol Cipularang agar pemilik mobil listrik dapat mengisi kembali bahan bakar listrik mobilnya di tempat penyetruman.

Termasuk penetapan harga daya listrik yang digunakan nantinya untuk mobil listrik dan motor listrik. Dia mengatakan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) siap beroperasi pada Agustus 2012 di 10 titik SPLU daerah Jakarta sebagai tahap awal. Besaran harga yang diberikan kepada konsumen yang memakai listrik ini ternyata tidak disubsidi. Dengan kata lain, adapun nilainya tidak akan sama dengan listrik yang dipakai dirumah-rumah. "Tarif non subsidi kurang lebih Rp1.200 per kwh," jelas Nur Pamudji pada acara buka bersama dengan wartawan di Kantor PLN Pusat, kemarin.

Dengan biaya sebesar itu, dia memaparkan, ongkos pengisian daya listrik baterai pada mobil listrik hanya mencapai Rp25.200, dengan perincian setiap mobil listrik kurang lebih memiliki daya hingga 21 kwh dimana terdiri dari 30-36 baterai. Jika harga daya mencapai Rp1.200 maka dikalikan total kapasitas baterai yang sebesar 21 kwh tadi. Alhasil sekitar Rp25.200 baterai sudah terisi penuh. Jika dibandingkan dengan BBM (Bahan Bakar Minyak) memang jauh lebih hemat, dengan kapasitas 21 kwh jarak tempuh mobil listrik bisa mencapai 130 km. Sedangkan, jika memakai BBM maka dibutuhkan Rp100.000-120.000 untuk jarak tempuh yang sama.

Nur Pamudji juga memberikan kesempatan bagi pemilik kendaraan listrik yang ingin memiliki tempat pengisiannya berada dirumah, karena daya listrik yang digunakan berbeda yaitu sekitar 2300 hingga 2500 Watt. Menurut dia, agar saat pengisian tidak terjadi penurunan daya, maka penyetruman baterai kendaraan listrik hendaknya terpisah dari penggunaan listrik sehari-hari. “Untuk pembuatan satu unit tempat pengisian listrik harganya Rp10 juta,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ternyata PLN juga tertarik akan mengembangkan motor listrik, sebagai permulaan sebanyak 1.000 unit akan ditawarkan ke masyarakat. Alasan Nur Pamudji, harga jual motor listrik sama dengan harga jual motor BBM dan sudah tentu lebih murah dibandingkan mobil listrik. PLN memastikan tidak akan membuat langsung motor listrik melainkan akan menggandeng beberapa pihak yang memiliki kemampuan dalam membangun motor listrik dan memastikan buatan lokal. "Kita tertarik kembangkan teknologi ini dan tidak akan kalah dibandingkan negara lain," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Peneliti Temukan Vaksin untuk Lawan Kanker Kulit

Ada harapan baru untuk pengobatan kanker kulit melanoma. Penelitian yang baru saja dipublikaskan di jurnal Proceedings of the National Academy…

Jerat Korupsi PLN

Ketika Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih bersaksi di KPK, terungkap bahwa Dirut PT Perusahaan Listrik Negara…

BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham - Siapkan Sanksi Tegas

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Begini Jurus Kemenperin Demi Wujudkan Indonesia Kuat

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berperan aktif mewujudkan “Indonesia Kuat” melalui peningkatan produktivitas dan daya saing industri potensial di…

Ingin Kembangkan Sektor Perikanan dan Pertanian, Bupati Asmat Harapkan Dukungan Lebih Dari Pusat

NERACA Jakarta - Bupati Kabupaten Asmat, Elissa Kambuh, menuturkan, masyarakat kami baru 65 tahun bersentuhan dengan dunia luar. Padahal potensi alam…

Katrol Kompetensi SDM Industri 4.0, Kemenperin-BSN Teken MoU

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian dan Badan Standardisasi Nasional sepakat untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang terampil…