Transfer Dana Ke Daerah Capai Rp500 Triliun

Selasa, 31/07/2012

NERACA

Jakarta---Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, dalam APBN 2013 nanti, dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat nanti akan melampaui Rp500 triliun."Kita terus mengalirkan dana desentralisasi, insya Allah akan melampaui Rp500 triliun pada tahun 2013,” katanya di Jakarta, Senin,30/7.

Lebih lanjut Presiden menambahkan, aliran dana ke daerah tersebut sebagai salah satu wujud asas desentralisasi dan otonomi daerah yang dianut oleh Indonesia. “Saya mengajak ini kita kawal, jangan sampai ada penyelewengan,” tegasnya

Presiden mengungkapkan desentralisasi dan otonomi daerah merupakan koreksi atas pembangunan sentralistik yang telah gagal memberikan keadilan dan pemerataan sebelumnya. “Jangan kita goyah, jangan berbalik arah, desentralisai dan otonomi daerah yang benar akan lebih membawa keadilan dan pemerataan," tambahnya.

Untuk itu, kata Kepala Negara, desentralisasi dan otonomi daerah harus diteruskan dan tidak bisa dibalik meskipun banyak tantangan dan hambatan yang terjadi mengingat usia desentralisasi dan otonomi daerah yang masih muda dan belum matang. "Bahwa desentralisai dan otonomi daerah pilihan kita, koreksi pada masa lalu ketika pembangunan yang terlalu sentralistik,” ungkapnya

Sementara itu, Ketua DPD Irman Gusman saat memberikan sambutan acara buka puasa tersebut mengatakan, proses transformasi bangsa Indonesia belum usai, masih banyak tantangan dan hambatan yang terjadi, untuk itu dibutuhkan kerja keras seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Dedi Rudaedi mengakui belanja negara yang besar dalam APBNP 2012 ini di antaranya adalah transfer ke daerah (Rp478,8 triliun), pendidikan (Rp310,8 triliun), subsidi BBM, LPG, dan BBN (Rp137,4 triliun), subsidi listrik (Rp65 triliun) dan cadangan resiko energi (Rp23 triliun).

Lebih jauh kata Dedi, penerimaan negara dari sektor pajak mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Adapun peningkatan penerimaan pajak selama kurun waktu 2005-2010 tercatat sebesar 16%, pada 2011 meningkat 18% dan pada 2012 diperkirakan meningkat 19,5%.

Dari segi nominal penerimaan dari sektor pajak pada 2011adalah Rp742 triliun, dan pada 2012 ditargetkan sebesar Rp885 triliun. "Dengan nominal sebesar itu, sektor pajak dapat membiayai hampir seluruh pembiayaan siginigikan dalam APBNP 2012 ini," ujar Dedi.

Anggota Badan Anggaran DPR RI Akbar Zulfakar mengatakan Pajak dan bea cukai menjadi penyumbang terbesar pemasukan negara dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2012 dengan nilai Rp1.016 triliun atau 78,64 persen dari keseluruhan pendapatan. "Jika Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai bisa mengumpulkan pajak sebesar Rp1.016 trilun pada tahun ini, maka Indonesia bisa dikatakan sebagai negara milik rakyat," ujarnya

Dari angka Rp1.016 triliun tersebut, Rp885 triliun di antaranya berasal dari pajak dan sisanya dari bea cukai. "Oleh karena besarnya dana dari masyarakat ini, maka pengawasan untuk sektor perpajakan harus diperketat agar uang sebesar itu kembali ke rakyat," pungkasnya. **cahyo