Semester Satu, MBTO Raup laba Rp 24,47 Miliar

NERACA

PT Martina Bertho Tbk (MBTO) pada semester I-2012 membukukan laba bersih Rp 24,47 miliar. Perolehan tersebut naik 2,3% jika dibandingkan semester pertama 2011 sebesar Rp 23,92 miliar. Demikian seperti dikutip dari laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), akhir pekan lalu.

Kenaikan laba diikuti penjualan bersih naik 12,16% menjadi Rp 329,20 miliar pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp 293,49 miliar. Beban pokok penjualan naik menjadi Rp 149,74 miliar pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp135,11 miliar. Laba kotor perseroan naik menjadi Rp 179,45 miliar pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp 158,38 miliar.

Laba bersih per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 22,88 pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp 22,36. Total kewajiban perseroan naik menjadi Rp 142,22 miliar pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar Rp 141,13 miliar.

Ekuitas perseroan naik menjadi Rp 423,62 miliar pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar Rp 400,54 miliar. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp 178,11 miliar pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember sebesar Rp 189,41 miliar.

Sebelumnya pada kuartal I-2012 lalu, membukukan kenaikan laba bersih pada tiga bulan pertama tahun ini sebesar 8,2% menjadi Rp 10,83 miliar dari Rp10 miliar pada periode yang sama 2011.

Realisasi tersebut sekitar 23,92% dari target laba bersih perseroan sepanjang tahun ini yang dipatok sebesar Rp 46 miliar. Kenaikan keuntungan tersebut disebabkan oleh kenaikan penjualan bersih sebesar 10,45% menjadi Rp 144,89 miliar dari Rp 131,183 miliar pada periode yang sama 2011.

Laba kotor perseroan dilaporkan Rp77,69 miliar, naik 10,80% menjadi Rp77,69 miliar dari Rp70,11 miliar pada kuartal I/2011. Sejalan dengan itu, margin laba kotor perseroan naik tipis menjadi 53,62% dari sebelumnya 53,45%.

Adapun laba usaha sebelum pajak dilaporkan naik 10,23% menjadi Rp13,88 miliar dari kuartal I/2011 sebesar Rp 12,59 miliar.

Pada tahun ini, perseroan mengincar pertumbuhan penjualan sebesar 16% menjadi Rp750 miliar. Dalam rangka menopang target tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 40 miliar yang akan dibiayai dari kas internal perseroan yang per 31 Maret 2012 tercatat sebesar Rp 181,94 miliar.

MBTO menganggarkan dana belanja modal tersebut untuk membangun pabrik jamu. Pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II 2013.

Pabrik baru perseroan berlokasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, dengan luas lahan mencapai 9,5 hektare. Untuk tahap pertama, pabrik tersebut akan difokuskan memproduksi jamu tradisional. Anggaran untuk pembangunan pabrik Cikarang tahun ini akan digunakan untuk pembelian mesin-mesin produksi.

BERITA TERKAIT

Superkrane Raih Kontrak Baru Rp 40 Miliar - Garap Dua Proyek PLTU

NERACA Jakarta – Di sisa akhir tahun 2018, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (Superkrane) belum lama ini mengantongi dua kontrak…

Nusantara Properti Incar IPO Rp 200 Miliar - Lepas Saham Ke Publik 25%

NERACA Jakarta – Di saat beberapa perusahaan menunda rencana IPO hingga tahun depan, namun ada sebagian perusahaan yang tetap keukeuh…

MIKA Sisakan Dana IPO Rp 401,13 Miliar

NERACA Jakarta - PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) masih mengantongi sisa dana hasil penawaran umum perdana saham alias initial…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…