Pertumbuhan Kredit BII Capai 24%

NERACA

Jakarta--PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) membukukan pertumbuhan kredit sebesar 24 % dari Rp59,5 triliun per Juni 2011 menjadi Rp73,5 triliun per Juni 2012. “Dengan kredit "Global Wholesale Banking " sebesar 38 % dari total kredit, sedangkan kontribusi kredit UKM dan Konsumer masing-masing sebesar 25 % dan 36 %,” kata Direktur Utama BII Tbk, Dato Khairussaleh Ramli di Jakarta,

Menurut Dato Khairussaleh Ramli, peningatan kinerja ini didukung oleh pertumbuhan yang kuat pada bisnis inti Bank, terutama kualitas aset dan perbaikan kinerja keseluruhan sistem operasional Bank.

Selain itu, kata Dato, rasio kredit terhadap simpanan nasabah (LDR) mencapai 95,39 % dibandingkan periode sama tahun lalu 89,95 %. Total simpanan nasabah tumbuh sebesar 16 % mencapai Rp76,6 triliun per 30 Juni 2012 dan tabungan tumbuh sembilan % menjadi Rp16 triliun, giro mencapai Rp14,6 triliun atau tumbuh 12 %.

Menurut Dato, ketatnya persaingan dalam industri perbankan membuat BII lebih hati-hati sehingga mampu mendorong marjin bunga bersih (NIM) pada Juni 2012 naik menjadi 5,89 % dari 5,43 % pada periode sama tahun lalu.

Namun pendapatan dari fee based income turun delapan % dari semester pertama tahun lalu terutama disebabkan menurunnya pendapatan administrasi piutang pembiayaan konsumen yang berkaitan dengan entitas anak (subsidiary) yang bergerak dalam bidang pembiayaan kendaraan bermotor roda dua dimana fokusnya saat ini adalah meningkatkan kualitas aset. “Meski demikian penurunan ini diimbangi oleh pendapatan bunga yang tinggi,” tuturnya.

Ia mengatakan, bank secara agresif melakukan perluasan jaringan serta melakukan investasi pada infrastruktur informasi teknologi dan sumber daya manusia (SDM), sehingga dapat menjaga kenaikan "overhead cost" sebesar 12 % dari Rp2,2 triliun per Juni 2011 menjadi Rp2,4 triliun per Juni 2012. **cahyo

BERITA TERKAIT

Bappenas: Pertumbuhan RI Relatif Stagnan - AKIBAT PRODUKTIVITAS TERTINGGAL DARI NEGARA LAIN

Jakarta-Pejabat Bappenas mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai relatif stagnan dan masih jauh di bawah rata-rata. Salah satu faktor penyebabnya adalah…

BI: CAD Triwulan III-2018 Capai 3,37% PDB - MENKEU IMBAU MASYARAKAT KURANGI KEGIATAN KE LUAR NEGERI

Jakarta-Bank Indonesia mengungkapkan, defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit-CAD) pada triwulan III-2018 mencapai US$8,8 miliar atau 3,37% terhadap PDB,…

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK "Lepas Tangan" Bunga P2P Lending

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa regulator tidak mengatur secara spesifik besaran bunga…

Generasi Milenial Potensial Pasar Asuransi

    NERACA   Jakarta - Perusahaan asuransi dan manajemen aset AXA Indonesia (AXA Group) menyatakan generasi milenial (penduduk Indonesia…

The Fed akan Naikkan Bunga Bertahap

      NERACA   Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan terus menaikkan suku bunga secara bertahap. Hal…