Menikmati Kuliner Khas Ramadan

Bulan Ramadan memang bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh para muslim di seluruh dunia. Umat muslim di dunia pun menyambut datangnya bulan suci ini dengan perayaan yang berbeda-beda.

NERACA

Ada yang melakukan pesta di malam hari sebelum memasuki bulan Ramadan ini, namun ada juga yang menyambut datang nya bulan ini dengan berdoa ataupun mengaji, tadarus bersama teman-teman dan sanak saudara. Di bulan Ramadan ini umat muslim menjalankan ibadah puasa, dari subuh hingga magrib umat Islam menahan nafsu untuk tidak makan dan minum.

Ramadan adalahbulankesembilan dalam penanggalan Hijriyah. Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam melakukan serangkaian aktivitas keagamaan termasuk di dalamnyaberpuasa,salat tarawih, peringatan turunnyaAlquran, mencari malamLaylatul Qadar, memperbanyak membaca Alquran dan kemudian mengakhirinya dengan membayarzakatfitrahdan rangkaian perayaanIdul Fitri. Di bulan ini segala ibadah akan dilipatgandakan pahalanya dan dibersihkan dosa-dosanya.

Pada bulan ini pada sebagian daerah di Indonesia, berkembang kebiasaan jalan-jalan sembari menunggu waktu berbuka, diBandungkebiasaan ini dikenal dengan namaNgabuburit, diIndramayudikenal dengan namaLuru Sore(Cari Sore).

Biasanya saat ini juga dimanfaatkan untuk membeli makanan dan minuman untuk dipergunakan saat berbuka puasa. Setiap daerah memiliki nama dan kebudayaan yang berbeda-beda dalam menyambut waktu berbuka puasa.

Di Indonesia umumnya orang berbuka puasa dengan yang manis-manis, padahal hidangan yang mengandung gula tinggi justru akan mengakibatkan dampak yang buruk bagi kesehatan. Hal ini berasal dari kesimpulan yang tergesa-gesa atas sebuah hadis bahwa Rasulullah berbuka puasa dengan kurma. Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa berbuka (disunahkan) dengan yang manis-manis.

Akhirnya kesimpulan ini menjadi paham dan memunculkan budaya berbuka puasa yang keliru di tengah masyarakat.

Pada bulan Ramadan kuliner hadir dengan sangat beraneka ragam, makanan dan jajanan yang tidak biasa kita lihat, pada bulan Ramadan inilah banyak dan mudah kita temukan. Kolak mungkin jadi salah satu kuliner yang wajib kita santap saat bulan ramadan tiba, walaupun tidak hanya saat bulan Ramadan saja kolak hadir, namun menyantap kolak saat bulan Ramadan memiliki rasa yang berbeda.

Kolak tidak susah untuk ditemukan, penjual makanan berbuka puasa kebanyakan memang pasti menjual makanan berkuah manis ini.

Kolak yang paling populer yaitukolak pisangdanubiyang dimasak dalam campuran santan dan gula kelapa dengan aroma pandan yang khas. Selama bulan Ramadan makanan ini mendadak dapat ditemukan di hampir setiap penjual makanan bahkan tak jarang juga ada yang disajikan cuma-cuma oleh berbagai restoran.

Namun ada juga kolak biji salak, makanan khas berbuka selama bulan Ramadan ini memang sama-sama berkuah santan, namun perbadaannya kolak ini dibuat dari adonan ubi rambat yang dihaluskan dan dibentuk bulat bulat menyerupai biji salak.

Tidak hanya itu saja, buah-buahan khas bulan Ramadan seperti timun suri, labu ataupun kurma. Memang kita tetap bisa jumpai buah-buahan ini tidak hanya saat bulan puasa saja, namun rasanya jelas sangat jauh berbeda dibandingkan dengn saat bulan Ramadan. Timun suri dan labu dijadikan minuman saat berbuka yang sangat menyegarkan, biasanya dicampur sirup ataupun dijadikan es buah dengan dicampur buah-buahan lainnya.

Kurma menjadi buah primadona saat bulan Ramadan tiba. Kurma memang dianggap memiliki kasiat yang sangat baik bagi tubuh, dan hal ini sudah dipercaya dari jaman kenabian dahulu.

Nabi dan sahabat-sahabatnya dulu biasa menyantap buah kurma saat waktu berbuka puasa tiba. Sampai sekarang pun sebagian orang menjadikan kurma sebagai santapan wajib saat berbuka puasa. Orang awam mungkin mengira kurma ini manis karena diberi pemanis buatan, padahal buah

kurma menjadi manis karena memang mengandung gula.

Berdasarkan penelitian para ilmuwan, kurma itu sendiri kaya dengan protein, serat gula, vitamin A dan C, serta mineral seperti zat besi, kalsium, dan sodium.

Untuk minumannya pun sangat beraneka ragam, dari es campur, es buah sampai es kelapa. Minuman-minuman ini memang menjadi primadona pada bulan Ramadan, selain karena cuaca yang biasanya sangat panas, hal ini juga penting untuk menambah dan menggantikan energi dan mengembalikan kondisi tubuh yang seharian telah berpuasa.

Antrean panjang tergambar di setiap tempat-tempat penjual minuman-minuman ini, apalagi menjelang waktu berbuka tiba. Namun kita memang harus tetap menjaga pola makan kita, jangan karena nikmat berbuka yang berlebihan, penyakit-penyakit pun bermunculan, pola makan yang sehat harus terus dijaga.

BERITA TERKAIT

Menikmati Surga Tersembunyi di Lampung

Keindahan alam di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai tidak diragukan lagi. Banyak tempat wisata di Lampung kini terkenal di kalangan…

Ini Penyebab Perut Semakin Buncit Selama Ramadan

Selama bulan Ramadan, umat muslim menahan lapar dan haus saat berpuasa. Ketika momen sahur dan berbuka puasa banyak yang mengurangi…

Kemenkop UKM Gelar Pasar Murah dan Bazaar Ramadan

Kemenkop UKM Gelar Pasar Murah dan Bazaar Ramadan NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM kembali menggelar tradisi tahunan yaitu…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Keraton Yogyakarta Gelar Ritual Jamasan Kereta Pusaka

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar upacara ritual jamasan atau mencuci kereta pusaka di Kompleks Museum Kereta Keraton, Yogyakarta. Dalam ritual yang…

Puluhan Rumah Gadang di Solok Layak Jadi Cagar Budaya

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau, Nurmatias, mengatakan ada 73 rumah gadang di Kawasan Seribu…

Kemenpar ditargetkan Datangkan 15 Juta Wisatawan Mancanegara

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mengatakan sampai Agustus 2017, Kementerian Pariwisata menyebutkan capaian jumlah…