Jasa Marga Raih Laba Rp 925,3 Miliar di Semester Satu

Senin, 30/07/2012

Emiten operator jalan bebas hambatan, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 925,13 miliar pada semester I-2012.

Perolehan laba ini naik 30,28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 712 miliar. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman, dalam laporan keuangan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), akhir pekan kemarin.

Kenaikan itu terjadi seiring dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 15,43% menjadi Rp 3,27 triliun dari Rp 2,84 triliun. Kenaikan juga terjadi pada pos beban usaha sebesar 15,03% menjadi Rp 1,94 triliun dari Rp 1,69 triliun.

Hal itu mengakibatkan laba usaha perseroan naik 25,64% menjadi Rp 1,59 triliun dari Rp 1,26 triliun."Pada semester I-2012 pencapaian pendapatan usaha Rp 3,27 Trilun atau meningkat 15,43% dibandingkan pendapatan 2011 sebesar Rp 2,84 Triliun. Khususnya, pendapatan tol, terjadi peningkatan sebesar 17,92%,yaitu menjadi Rp 2,69 Triliun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 2,29 Triliun," ujar Adityawarman.

Sementara itu, jumlah aset perseroan per Juni 2012 tercatat sebesar Rp 22,03 triliun dengan posisi kas dan setara kas sebesar Rp 4,14 triliun. Adapun jumlah ekuitas perseroan sebesar Rp 8,99 triliun dan total liabilitas sebesar Rp 13,03 triliun. Jumlah itu terdiri dari jumlah liabilitas jangka pendek sebesar Rp 3,96 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 9,07 triliun.

Sementara, Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Okke Merlina mengatakan Rp 2,69 triliun atau sekitar 82,2% dari total pendapatan perusahan keseluruhan berasal dari pendapatan jalan tol. Pendapatan tol tersebut naik sekitar 17,92% dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu Rp 2,29 triliun.

Menurutnya peningkatan pendapatan tersebut ditopang pula oleh volume transaksi kendaraan pada paruh tahun pertama ini yang mencapai 583,86 juta kendaraan atau naik 11,52% dibandingkan tahun 2011.

Di samping dari pendapatan tol, perusahaan plat merah tersebut telah menjual seluruh Saham Treasuri dan kepemilikan di Saham CMNP. “Hasil Penjualan Saham Treasuri manambah Ekuitas Perseroan sebesar Rp 130,82 Miliar. Sedangkan hasil penjualan Saham CMNP menambah Pendapatan Perseroan sebesar Rp 146,96 Miliar,” ungkap Okke.

Dituturkan olehnya, pada Semester ini Jasa Marga melalui anak usahanya telah mendapatkan sindikasi pinjaman perbankan sebesar R4,45 triliun. Antara lain PT Transmarga Jatim Pasuruan yang mengelola Jalan Tol Gempol-Pasuruan senilai Rp1,94 triliun; PT Margabumi Adhikaraya yang mengelola Jalan Tol Gempol-Pandaan dengan pinjaman Rp1,94 triliun, serta PT Jasa Marga Bali Tol pengelola Jalan Tol Nusa Dua Ngurah Rai Benoa Rp 1,7 Triliun. (didi)