G-Resources Mulai Meraup Emas Dari Martabe

NERACA – Presiden Direktur G-Resources Martabe, Peter Albert menilai, langkah perusahaannya untuk memulai produksi di Juli 2012, merupakan pilihan yang tepat ditengah tingginya prospek emas di pasar internasional. Produksi perdana tambang emas Martabe ditandai dengan penuangan emas pertama ke pabrik pengolahan bijih di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Selasa sore, 24 Juli 2012.

Peter Albert mengakui, produksi perdana tambang emas Martabe berlangsung di tengah lesunya ekonomi Eropa yang terjerat krisis. Namun ia sangat yakin pasar emas dan perak tidak akan jeblok ke depan. Terlebih di tengah kelesuan ekonomi Eropa, kalangan investor berebut membeli emas sebagai komoditas lindung nilai. “Prediksi kami prospek emas masih cukup baik ke depan,” ujarnya di Jakarta, pekan lalu.

Tambang emas Martabe memproduksi batangan emas bercampur perak, yang selanjutnya dikirim untuk dimurnikan di PT Logam Mulia Jakarta, menjadi emas batangan berkadar 99,99% LME (London Metal Exchange). Produk emas murni itu selanjutnya dijual ke pasar spot internasional, dengan pembeli yang sudah stand by dan pembayaran langsung.

Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Propinsi Sumatera Utara, dengan luas wilayah 1.639 km2, di bawah Kontrak Karya generasi keenam yang ditandatangani April 1997. Tambang Emas Martabe memiliki sumberdaya 7,86 juta ounce emas dan 73,48 juta ounce perak, dengan kapasitas produksi per tahun sebesar 250.000 oz emas dan 2-3 juta ounce perak berbiaya rendah. “Umur tambang Pit-1 diprediksi hingga 10 tahun, dan keseluruhan wilayah Kontrak Karya kami sangat prospektif dengan potensi eksploitasi hingga 50 tahun,” jelas Peter.

Ia menambahkan, sejak awal beroperasi hingga saat ini, G-Resources Martabe telah mengeluarkan belanja modal (capital expenditure/Capex) sebesar US$ 700 juta. Sementara belanja operasional perusahaan ini sebesar US$ 350 – 400 per ounce. “Merupakan biaya operasional terendah di antara tambang-tambang emas yang lain,” jelasnya.

Saat ini pemegang saham G-Resources Martabe adalah G-Resources Group Limited (95%) dan PT Artha Nugraha Agung (ANA) sebanyak 5%. PT ANA merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tapanuli Selatan (70%) dan Propinsi Sumatera Utara (30%) yang mendapatkan saham divestasi perusahaan tambang emas tersebut. Pemilikan saham oleh PT ANA diperoleh dengan pinjaman, yang pembayarannya dicicil lewat dividen.

BERITA TERKAIT

Pemkot Sukabumi Diganjar Puluhan Miliar dari Bankeu Provinsi Jabar

Pemkot Sukabumi Diganjar Puluhan Miliar dari Bankeu Provinsi Jabar NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mendapatkan anggaran sebesar Rp81…

Mazda CX-30 2020 Mulai Dipasarkan Semester Kedua 2019

Mazda baru-baru ini meluncurkan model teranyarnya dalam jajaran crossover kompak, Mazda CX-30 2020 yang akan dipasarkan di seluruh dunia mulai…

Peringkat Investasi RI Masih Kalah Dari Negara Tetangga

Peringkat Investasi RI Masih Kalah Dari Negara Tetangga NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo geram menyoroti jebloknya investasi di Indonesia.…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

KKP Tangkap Dua Kapal Ilegal Berbendera Vietnam

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kapal Pengawas Perikanan KP Orca 01 dan KP Hiu 11 berhasil…

Program Minapadi Indonesia Sudah Dipelajari 13 Negara

NERACA Jakarta – Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menyatakan, program minapadi yaitu penggabungan budi daya…

Sektor Riil - Industri Keramik Minta Harga Jual Gas Sama Rata di Indonesia

NERACA Jakarta – Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) minta agar harga jual gas sebagai bahan bakar industri tersebut bisa…