Sari Roti Cetak Laba Naik 39,92% di Semester I-2012

NERACA

Jakarta - Produsen roti Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) membukukan laba bersih tahun berjalan naik 39,92% menjadi Rp72,29 miliar hingga semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp51,66 miliar.

Informasi tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan kemarin. Disebutkan, penjualan perseroan naik 55,69% menjadi Rp570,36 miliar pada paruh pertama 2012 Yoy dari Rp366,32 miliar. Beban pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp306,65 miliar Yoy dari sebelumnya Rp195,82 miliar.

Sementara laba kotor ROTI naik menjadi Rp263,70 miliar pada semester pertama 2012 dari periode yang sama 2011 sebesar Rp170,50 miliar. Laba usaha naik menjadi Rp96,69 miliar Yoy dari Rp67,32 miliar. Laba per saham perseroan naik menjadi Rp71,42 Yoy dari Rp51,04.

Adapun kewajiban perseroan semester pertama 2012 naik menjadi Rp313,78 miliar ketimbang posisi pada 31 Desember 2011 yang mencapai Rp212,69 miliar. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp589,75 miliar pada 30 Juni 2012 dari Rp546,44 miliar pada akhir 2011.

Di sisi lain, kas dan setara kas ROTI turun menjadi Rp18,11 miliar pada 30 Juni 2012 dari Rp48,39 miliar pada 31 Desember 2011. Asal tahu saja, perseroan berencana membangun pabrik di luar negeri dalam rangka membidik pasar penjualan di Malaysia dan Pilipina. Rencana pembangunan pabrik di Asia tersebut akan dilakukan dalam tiga tahun kedepan.

Direktur Operasional PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Yusuf Hady pernah bilang, pembangunan pabrik di luar negeri masih dalam tahap pengkajian matang. Oleh karena itu dirinya belum bisa menyebutkan nilai investasi yang dibutuhkan. Namun menurutnya, pembangunan pabrik di luar negeri nanti dimaksudkan untuk mengukuhkan perseroan sebagai market leader dalam penjualan roti di Asia. Maka tak ayal, sebelum masuk kepasar Asia market share harus mencapai 15% dari total penjuala roti didalam negeri. (bani)

BERITA TERKAIT

Suku Bunga Acuan Masih Akan Naik di 2019

P { margin-bottom: 0.08in; }A:link { }       NERACA   Jakarta – Chief Economist Bank Mandiri Anton Gunawan…

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Naik Tipis

      NERACA   Jakarta - Pendapatan premi industri asuransi jiwa hanya naik tipis sebesar 1,2 persen secara tahunan…

Cadangan Devisa Naik US$2 miliar

      NERACA   Jakarta - Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat 117,2 miliar dolar AS pada akhir November 2018,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…