Industri Nasional Sambut Tiga Tantangan

Senin, 30/07/2012

NERACA

Jakarta – Krisis ekonomi global yang berkepanjangan akan membawa dampak yang cukup signifikan untuk sektor industri. Oleh karena itu, beberapa sektor industri akan di genjot mulai dari sektor industri manufaktur, hilirisasi bahan baku dan revitalisasi mesin.

“Krisis ekonomi global yang dipicu krisis ekonomi Eropa membawa dampak yang signifikan terhadap situasi industri manufaktur,” ungkap Menteri Perindustrian M.S Hidayat usai mengikuti sidang kabinet terbatas di kantor Kemenperin, akhir pekan lalu.

Lebih jauh lagi Hidayat mengungkapkan tantangan dunia industri saat ini adalah pelemahan pasar di Amerika Utara dan Uni Eropa, ketergantungan impor bahan baku dan penolong serta membanjirnya produk-produk impor.

“Menurunnya pasar ekspor membuat persaingan produk lokal dengan produk impor semakin besar. Sedangkan peluangnya adalah potensi perbaikan ekonomi Amerika dan Jepang, proyeksi Bank Dunia Perekonomian AS akan tumbuh 2,1% pada tahun ini, sedangkan ekonomi Jepang tumbuh 2,4% di 2012,” tandasnya.

Selain itu Hidayat juga mengatakan sebanyak 20 pengusaha nasional menyatakan berminat untuk membangun pabrik gula. "Saya mendapat komitmen dari sebanyak 20 pengusaha yang ingin mengembangkan pabrik gula di Tanah Air," kata Hidayat.

Menurut Hidayat, permintaan para pemodal tersebut langsung direspons dengan berupaya mencarikan lahan seluas 400.000 ha. "Realisasi penyediaan lahan diupayakan di wilayah Sumatera dan Sulawesi," ujarnya.

Meski demikian Hidayat tidak merinci lebih lanjut daftar nama pengusaha yang ingin menanamkan modalnya di industri gulan. Dia hanya menjelaskan, kepastian penyediaan lahan sudah diperoleh dari Badan Pertahanan Nasional (BPN). "Tadi Kepala BPN sudah diminta Presiden untuk mencari lahan tersebut," ujarnya.

Swasembada gula merupakan target pemerintah yang dari waktu ke waktu sulit tercapai. Menurut data Badan Litbang Kementerian Pertanian, konsumsi gula nasional melalui produksi gula yang bersumber dari areal tebu rakyat baru mencapai 252.166 ha, dan areal tebu swasta 198.131 ha.

Produksi gula nasional pada tahun 2011 mencapai 2.228.591 ton Gula Kristal Putih (GKP), sedangkan perkiraan produksi gula pada tahun 2012 akan mencapai 2.683.709 ton. Berdasarkan roadmap swasembada gula, estimasi kebutuhan gula nasional pada 2014 mencapai 2.956.000 ton.

Adapun hasil yang telah dicapai meliputi restrukturisasi ITPT dan Alas Kaki, industry elektronika, kata Menperin, adalah perluasan investasi 6 industri elektronika, meningkatnya memampuan produksi industri perkapalan sampai 50.000 DWT, penambahan investasi di bidang otomotif, peningkatan kemampuan dibidang industri barang modal, serta industri penunjang migas.

Hidayat mengemukakan, bahwa kontribusi sektor industri terhadap Product Domestic Bruto (PDB) Indonesia mencapai 24,28 %, dan jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 14,54 juta orang, sementara total nilai ekspornya mencapai US$ 122,18 miliar dollar atau 60% dari total ekspor nasional.

Sidang Kabinet Terbatas bidang Industri, Perdagangan dan Investasi yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kantor Kementerian Perindustrian, menyebutkan hasil-hasil yang dicapai di bidang program pengembangan industri tahun 2012 – 2014. Antara lain meliputi hilirisasi berbasis agro, migas dan bahan tambang mineral, peningkatan daya saing indsutri existing dan pengembangan industry kecil dan menengah.