Pegadaian Targetkan Pendapatan Rp 8,1 Triliun Tahun Ini

Sahamnya Diminati Public

Senin, 30/07/2012

NERACA

Jakarta - PT Pegadaian (Persero) menargetkan pendapatan sepanjang tahun ini bisa mencapai Rp 8,1 triliun. Meningkat dibanding tahun lalu, dimana Pegadaian berhasil mengantongi pendapatan sekitar Rp 5,8 triliun. "Untuk target laba sepanjang tahun ini sebesar Rp 2,22 triliun,"kata Direktur Utama Pegadaian, Suwono di Jakarta akhir pekan kemarin.

Sebelumnya, sepanjang semester pertama 2012 perseroan berhasil meraup pendapatan usaha sebesar Rp 3,85 triliun atau naik 24,89% dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 3,08 triliun. Laba sebelum pajak mencapai Rp 1,28 triliun atau naik 35,5% dari sebelumnya Rp 950,6 miliar.

Hingga 30 Juni 2012, jumlah cabang yang dimiliki Pegadaian mencapai 4.546 cabang atau turun dari sebelumnya 4.782 cabang. Omset yang dimiliki Pegadaian mencapai Rp 49,9 triliun atau nai 36,64% dari sebelumnya Rp 36,5 triliun.

Perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 456,3 miliar. Hingga saat ini, sudah terpakai sebesar Rp 52,6 miliar atau baru 11,53% dari total capex. Pegadaian memiliki lima lini bisnis, di antaranya gadai, syariah, fudusia, bisnis emas dan optimalisasi payment. "Bisnis emas yang akan terus kita dorong dan tumbuh kembangkan," tegas Suwono.

Siap Go Public

Sementara itu Suwono menjelaskan, rencana penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) bergantung pada pemegang saham yaitu pemerintah. “Sebenarnya pegadaian siap untuk segera IPO kapan saja, namun masih keputusan akhir ada di tangan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sebagai representasi pemerintah. Posisi kami masih menunggu pemegang saham," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Deputi Deputi Bidang Usaha Jasa Kementrian BUMN Parikesit Suprapto menambahkan, IPO Pegadaian akan diusulkan tahun depan. "Masih dalam bahasan komite, kementrian dan akan kita usulkan ke Komite untuk dibahas melalui mekanisme PP atau RUPS, kita usulkan tahun depan," tuturnya.

Menurutnya, untuk melanggengkan IPO butuh beberapa persiapan meliputi pembenahan revaluasi aset Pegadaian serta pembenahan budaya kerja.

Terbitkan Obligasi

Setelah menunda penawaran perdana saham, PT Pegadaian berencana akan menerbitkan obligasi senilai Rp 2,5 triliun, pada kuartal IV-2012 atau selambat-lambatnya awal 2013. "Kami akan ajukan rencana obligasi ini kepada pemerintah setelah lebaran, tenornya minimal 3 tahun," kata Suwono.

Menurutnya, rencana penerbitan obligasi ini akan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan perseroan. Selain itu, Pegadaian juga melihat kondisi pasar agar penyerapan obligasi maksimal. "Karena lihat kondisi pasar ini, tenornya akan disesuaikan tetapi biasanya tiga tahun," ungkapnya.

Dia mengungkapkan dana hasil penerbitan surat utang ini dipergunakan membiayai ekspansi perseroan. Namun tidak hanya itu, perseroan juga akan mendanai ekspansi usaha dengan mencari pinaman dari perbankan. Bank yang diincar adalah BCA, Mandiri, BNI, dan BPD. "Kami semangat agresif untuk ekspansi, pendanaan awalnya mengandalkan dari dana IPO," katanya tanpa menyebutkan jumlah dananya.

Sebagai informasi, Pegadaian juga mendandatangani perjanjian kerjasama dan MoU dengan beberapa BUMN diantaranya Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Asabri, Jasindo dan Sucofindo. Dimana, kata Suwono, kerjasama ini dimaksudkan untuk pengembangan layanan melalui penyelenggaraan layanan transaksi electronic data capture (EDC), layanan transfer, jasa remitansi, pembayaran pensiunan, layanan penjualan produk asuransi dan peningkatan kualitas proses bisnis," pungkasnya. (didi)