Pegadaian Kucurkan Pinjaman Rp26 Triliun

NERACA

Jakarta--PT Pegadaian Persero telah menyalurkan pinjaman kepada masyarakat hingga Juni tahun ini mencapai Rp26,3 triliun, pencapaian ini didukung oleh 6.800 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. "Juni, kami menyalurkan outstanding pinjaman sebesar Rp26,3 triliun," kata Direktur Utama Pegadaian Suhwono di Jakarta

Suhwono menambahkan, besarnya pinjaman yang disalurkan oleh Pegadaian didukung dengan adanya penurunan suku bunga yang telah dilakukan perseroan sejak April 2012 menjadi 1,2%. Selain itu, Pegadaian juga menurunkan biaya administrasi.

Sementara itu, tambah Suhwono, sinergi yang dilakukan Pegadaian bersama dengan BNI adalah dalam bidang layanan remitansi. Nantinya, salah satu outlet Pegadaian akan melayani remitansi. "Semua dapat dilakukan dengan dukungan perbankan. Sinergitas dari Sudirman tetapi bisa membawanya ke pelosok-pelosok," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo menambahkan kerja sama dengan Pegadaian ini dilakukan karena jaringan BNI di pelosok Tanah Air masih terbatas. "Semoga kerja sama dengan Pegadaian memberi manfaat bagi kedua belah pihak. 'Mutual credit' sesama BUMN," kata Gatot dalam kesempatan yang sama.

Ketersediaaan layanan remitansi BNI juga semakin optimal dengan dukungan 1.600 bank koresponden di seluruh dunia. BNI turut mengembangkan konsep "virtual office" dengan memasang aplikasi BNI di lebih dari 50 koresponden di luar negeri (Abu Dhabi, Dubai, Qatar, Kuwait, Oman, Malaysia, Brunei, Singapura, Hong Kong, dan Taiwan).

Sebelumnya Pegadaian berencana melantai di Bursa Efek Indonesia. Namun masih menantikan izin DPR RI. Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan apabila mendapatkan persetujuan dari DPR, dan jumlah saham Pegadaian yang dilepas yakni sebesar 30 persen, maka diperkirakan dana hasil IPO mencapai sekitar Rp6,4 triliun, sedangkan jika saham yang dilepas 25 persen diperkirakan mencapai Rp5,3 triliun.

Menurut Dahlan, IPO Pegadaian dianggap penting agar perusahaan bisa mendapatkan sumber pendanaan yang lebih murah dan efisien sehingga bisa memberikan bunga yang lebih baik kepada peminjam. **cahyo

BERITA TERKAIT

Link Net Buyback Saham Rp 1,3 Triliun

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Link Net Tbk (LINK) berencana membeli kembali alias buyback saham…

Pemkot Bekasi Himpun Investasi 2017 Rp7,8 Triliun

Pemkot Bekasi Himpun Investasi 2017 Rp7,8 Triliun NERACA Bekasi - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi,…

Eximbank Targetkan Pembiayaan Rp105,1 triliun

    NERACA   Batam – Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menargetkan penyaluran pembiayaan ekspor mencapai Rp…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Kedepankan Kepentingan Nasional - Penerapan Basel III

      NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kerangka Basel III akan diterapkan dengan…

BI Paparkan 4 Tantangan Generasi Muda - Gelar GenBI Leadership Camp 2017

      NERACA   Bogor – Bank Indonesia (BI) mencatat ada empat tantangan utama yang harus disikapi oleh generasi…

Sequis Mencatat Kinerja Keuangan Positif di Kuartal III/2017

  NERACA   Jakarta - Director & Chief Agency Officer PT Asuransi Jiwa Sequis Life Edisjah menjelaskan, Sequis Life kembali…