BRI Berhasil Genjot DPK Rp294,63 T

NERACA

Jakarta--PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengungkapkan berhasil meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 25,97% dari Rp294,63 triliun di triwulan II-2011 menjadi sebesar Rp371,14 triliun di triwulan II-2012. "Pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan kegiatan-kegiatan pemasaran yang telah dilakukan, pengembangan jaringan unit kerja maupun electronic channel dan pengembangan fitur produk simpanan," kata Direktur Utama BBRI Sofyan Basir,di Jakarta.

Disisi lain, kata Sofyan, juga ada upaya peningkatan dana murah berupa tabungan BritAma dan Simpedes berpengaruh pada komposisi DPK pada perserian di Triwulan II-2012 yang masing-masing adalah giro Rp74,52 triliun (20,08 %), tabungan Rp155,72 triliun (41,96 %) dan deposito Rp140,90 triliun (37,96 %).

Dengan adanya peningkatan penyaluran kredit dan pertumbuhan DPK, maka komposisi Loan to Deposit Ratio (LDR) perseroan menjadi 82,13 persen. Keberhasilan untuk menekan tingkat NPL dari angka 3,64 %di triwulan II-2011 menjadi 2,38 %di triwulan II-2011 juga menjadi bukti keberhasilan perseroan untuk meningkatkan kualitas aset.

Lalu untuk Return on Asset (ROA) meningkat dari 4,44 %di triwulan-II tahun 2011 menjadi 4,87 %pada triwulan II-2012. Untuk Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan meningkat dari 14,79 % di triwulan II-2011 menjadi 16 %pada triwulan II-2012. Peningkatan efisiensi dapat dilihat pada nilai BOPO yang menurun dari 69,44 %pada triwulan II-2011 menjadi 61,81 %pada triwulan II-2012.

Sementara terkait penyaluran kredit, Sofyan menambahkan terjadi kenaikan penyaluran kredit sebesar 14,67 %yaitu dari Rp265,82 triliun pada triwulan II-2011 menjadi Rp304,81 triliun pada periode yang sama di tahun ini. "Perolehan tersebut memperlihatkan bahwa komitmen perseroan untuk fokus dan konsisten melayani UMKM dengan menyalurkan kredit kepada UMKM menjadi salah satu faktor yang penting untuk mendukung pertumbuhan asset kredit perseroan," tambahnya

Dikatakan Sofyan, perseroan juga berhasil meningkatkan portofolio kredit mikro sebesar Rp12,62 triliun yang meningkat 15,03 %dari Rp83,97 triliun di triwulan II-2011 menjadi Rp96,59 triliun di triwulan-II 2012. **ria

BERITA TERKAIT

Dianggap Rugikan Pihak Ketiga yang Bukan Debitur dalam Eksekusi - Dirut BRI dan Kurator Dipolisikan

Dianggap Rugikan Pihak Ketiga yang Bukan Debitur dalam Eksekusi Dirut BRI dan Kurator Dipolisikan NERACA Jakarta - Direktur Utama Bank…

GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari - Permintaan Ban TBR Meningkat

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…

Genjot Belanja APBN Alkes Dalam Negeri - Tekan Kebutuhan Impor Alkes

NERACA Jakarta - Ketergantungan Indonesia pada alat kesehatan (alkes) impor masih relatif tinggi. Berdasarkan data izin edar yang diterbitkan oleh…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…