Bila Untung Tak Lagi Terbendung - Melirik Bisnis Ayam Pedaging:

Pemeliharaan yang mudah dan singkat, mendorong banyak pebisnis menggeluti bisnis ternak ayam pedaging. Terlebih di tengah kebutuhan dan harga yang terus merangkak naik.

NERACA

Ayam ras pedaging atau disebut juga broiler, merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari jenis ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam.

Sebenarnya ayam broiler, baru populer di Indonesia sejak tahun 1980-an saat pemegang kekuasaan mencanangkan penggalakan konsumsi daging ruminansia. Konon ketika itu semakin sulit keberadaannya. Dan hingga kini, ayam broiler telah dikenal masyarakat Indonesia dengan pelbagai kelebihannya.

Singkatnya cara pembudidayaan hingga memetik keuntungan hanya 5-6 minggu. Waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, menjadi salah satu faktor banyak pebisnis yang menggeluti usaha ternak ayam potong.

Namun faktor utama pemikat bisnis ayam potong adalah kebutuhan yang kian meningkat dari tahun ke tahun dengan harga yang cenderung melambung, terutama saat menjelang hari raya. Berdasarkan kalkukasi, bahkan lebih dari 340 ton daging ayam dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan dan Lebaran.

Ketua Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia Don Utoyo mengatakan bahwa produksi unggas di Indonesia diperkirakan mencapai 2 miliar ekor ayam atau meningkat 20-25% dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 1,7 miliar ayam. Meski meningkat, kata Utoyo, dia pesimis mampu menutupi permintaan daging yang terus melonjak. ”Jumlah itu belum mampu memenuhi permintaan masyarakat,” ungkapnya, dia menilai hari libur dan selama bulan puasa konsumsi ayam terus meningkat hingga hari Lebaran.

Dia pun mengaku telah mengimbau kalangan anggota peternak ayam yang berjumlah 18.000 peternak untuk membantu Kementerian Perdagangan dalam memenuhi kebutuhan daging ayam.Hingga bulan Juni, produksi ayam sudah mencapai hampir 1 miliar ekor ayam.

“Khusus untuk puasa dan lebaran sebanyak 330-340 ton daging ayam diharapkan akan memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging ayam,” ungkap Utoyo.

Dia menyebutkan bahwa harga ayam di hari biasa pada bulan Juni masih dinilai wajar di kisaran Rp 26.000 hingga Rp 27.000, namun menjelang Ramadan dan Lebaran akan naik menjadi Rp 29.000 hingga 30.000, “Mungkin ada kenaikan 5% hingga 7%,” ujarnya.

Lonjakan Harga

Melonjaknya beberapa kebutuhan pokok, termasuk daging ayam dibeberpa daerah memang sudah dirasakan. Seperti yang terjadi di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, lebih dari sepekan ini harga ayam potong di Nunukan terus mengalami lonjakan.

Bahkan harga satu ekor ayam potong seberat dua kilogram sempat tembus pada angka Rp 71.000. Padahal pada hari biasa, harga ayam di pasar dijual Rp 28.000 per kilogramnya. Namun belakangan ini harga ayam rata-rata menjadi Rp 30.000 per kilogramnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan Marnyala mengatakan, kenaikan harga ayam sejak menjelang Ramadan disebabkan pasokan ayam di Nunukan terus berkurang.

Menipisnya stok ayam yang tidak dibarengi dengan permintaan yang semakin tinggi menyebabkan sejumlah pedagang memilih menaikkan harga ayam. Harga ayam juga naik karena untuk mendatangkan ayam dari Sulawesi akan ditambah dengan biaya angkutan.

Meskipun begitu, dia memastikan kenaikan harga ayam yang mencapai Rp2.000 perkilogramnya masih tergolong normal.

“Tidak terlalu melonjak naik hanya sekitar Rp 2.000. Itu normal saja, tidak terlalu melonjak begitu. Tetapi tetap kita pantau, bahkan bukan cuma ayam saja tapi semua sembako,” ujarnya.

Melonjaknya permintaan daging ayam bahkan mendorong sejumlah pedagang meminta agar Pemkab Nunukan memberikan rekomendasi agar para pedagang dapat mendatangkan ayam dari Tawau, Malaysia. Dengan membeli ayam dari Tawau, biaya angkutan tidak sebesar jika harus mendatangkan dari Sulawesi. Meski realitas menyebutkan bahwa selama ini ayam yang masuk dari Tawau tidak terdata Disperindagkop UMKM, karena diimpor secara illegal.

Sementara Direktur Bahan Pokok dan Bahan Strategi Kementerian Perdagangan, Retno Rukmawati, memastikan pasokan daging ayam akan terpenuhi selama bulan puasa sampai Lebaran tahun ini, “Pemerintah sudah mengantisipasi pasokan daging ayam dengan menambah 25% selama bulan puasa hingga hari raya,” tegasnya, akhir Juli lalu di Jakarta.

Menurut Retno kenaikan harga daging ayam dan telor ayam, diakibatkan beralihnya pola konsumsi masyarakat dari daging ke daging ayam dan telur. “Harga daging sapi yang tinggi, sehingga masyarakat beralih ke daging ayam dan telor,” ujarnya menduga.

Tingginya permintaan yang menyulut harga daging ayam potong melambung, tak pelak meggoda para pebisnis untuk terjun menjadi pemasok ayam memenuhi kebutuhan di pelbagai pasar. Mulai dari jenis ayam potong Super 77, Tegel 70, ISA, Kim cross, Lohman 202, Hyline, Vdett, Missouri, Hubbard, Shaver Starbro, Pilch, Yabro, Goto, Arbor arcres, Tatum, Indian river, Hybro, Cornish, Brahma, Langshans, Hypeco-Broiler, Ross, Marshall, Euribrid, A.A 70, H&N, Sussex, Bromo, dan jenis CP 707 yang banyak dijumpai di pasaran. Semua membuka peluang keuntungan, lalu buat apa membendung keuntungan yang tak mungkin terbendung.

BERITA TERKAIT

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

HITS Rampungkan Pembelian Kapal Tanker - Dukung Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Cucu usaha PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) yakni PT Hutama Trans Kencana (HTK2) secara resmi telah…

Bisnis Angkutan Bis Lorena "Tidak Bertenaga" - Catatkan Rugi Rp 17,66 Miliar

NERACA Jakarta – Performance kinerja keuangan PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) masih membukukan raport merah. Ketatnya persaingan bisnis…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Kiat Sukses Bisnis Online

Kita berada di dunia yang terhubung hari ini. Internet, bersama dengan ponsel pintar, telah mengubah cara bisnis dilakukan. Berikut adalah…

Tawaran Menarik Usaha Bareng George Gandos

Bagi Anda yang berminat menjalankan usaha camilan gandos, ada tawaran kemitraan dari George Gandos. Mitra ditargetkan meraup omzet Rp 7,2…

Teguk Manisnya Usaha Bali Coklat

Keinginan kuat untuk membangun sebuah usaha dan menciptakan produk berkualitas, menginspirasi Indra dan Ria untuk terus berkreasi. Setelah sukses dengan…