Perkokoh Pasar LCC, Air Asia Akuisisi Batavia Air US$ 80 Juta - Berebut Pasar Dengan Citilink

NERACA

Jakarta – Memperkokoh pasarnya di segmen penerbangan low cost carrie (LCC), perusahaan penerbangan asal Malaysia Air Asia Berhad bekerja sama dengan mitranya di Indonesa PT Fersindo Nusaperkasa mengambil alih kepemilikan saham maskapai Batavia Air yang berada dalam naungan PT Metro Batavia senilai US$ 80 juta.

Presiden Direktur PT Fersindo Nusaperkasa, Darmadi mengatakan, sesuai dengan peraturan penerbangan, maskapai asing tidak boleh menguasai lebih dari 49% sahamnya di maskapai Indonesia, “Untuk itu, Air Asia Berhad menggandeng PT Fersindo Nusaperkasa, yang notabene perusahaan Indonesia, untuk mengambil alih saham Batavia Air,”katanya di Jakarta, Kamis (26/7).

Nantinya Air Asia Berhad akan menguasai sebanyak 49% saham Batavia Air, sementara PT Fersindo Nusaperkasa akan menjadi pemegang saham mayoritas sebanyak 51%. Darmadi mengatakan, untuk tahap awal akuisisi ini akan menguasai saham milik Batavia Air sebanyak 76,5% dan sisanya sebanyak 23,5% diharapkan dapat rampung diakuisi pada 2013 mendatang.

Menurutnya, aksi korporasi ini dinilai tepat karena potensi bisnis penerbangan di Indonesia cukup bagus dan sangat menjanjikan dengan pertumbuhan di atas 15%, oleh karenanya, pihaknya tertarik untuk bekerjasama dengan Air Asia Berhad.

Sementara CEO Group Air Asia Tony Fernandes mengatakan, banyak alasan Air Asia berminat kerjasama dengan PT Fersindo Nusaperkasa untuk mengambil Batavia Air, salah satunya adalah sudah matangnya Batavia Air di bisnis penerbangan domestik.

Tony mengatakan, pihaknya mengakui jika Air Asia Indonesia masih belum kuat untuk menguasai pangsa pasar penerbangan domestik, namun cukup tangguh untuk penerbangan internasional, untuk itu pihaknya tertarik untuk mensinkronkan keduanya.

Menurut Tony, kerjasama ini diharapkan dapat menjadi peluang untuk pertumbuhan ekonomi, tidak hanya bagi Air Asia Group namun juga untuk Indonesia karena akan berdampak pada banyak aspek ekonomi.

Pasar Citilink

Sebelumnya, pesaingnya anak usaha Garuda Citilink mengakui tidak ciut untuk bersaing merebut pasar dengan para pemain lamanya, seperti AirAsia dan Lion Air. Saat ini penerbangan dengan tarif murah Indonesia didominasi oleh maskapai asal Malaysia, AirAsia.

Senior Vice President Citilink Arif Wibowo pernah bilang, pihaknya mengaku tidak takut dalam bersaing karena pasar punya segmen sendiri meskipun baru saja terpisah dari manajemen Garuda Indonesia.

Perseroan juga tetap optimis mampu bersaing, karena pasar di Indonesia masih belum mengenal dengan baik mengenai bentuk business LCC yang modern. Disamping itu, hal yang membedakan Citilink dengan low cost Airlines lainny adalah Citilink merupakan anak perusahaan PT Garuda Indonesia Tbk yang sudah memiliki reputasi dan standar yang baik.

Bahkan guna menyiasati persaingan ketat tersebut, pihaknya akan menambah penerbangan regional pada tahun depan, "Tahun 2012 kita fokus memperkuat domestik, SIUP kita ada 70 penerbangan domestik, 16 rute regional dari Kemenhub. Tahun depan kita sudah masuk regional," ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…

Selesaikan Lilitan Utang - MYRX Tawarkan Aset dan Konversi Saham

NERACA Jakarta – Menyampaikan itikad baik untuk melunasi utang akibat gagal bayar atas pinjaman individu, PT Hanson International Tbk (MYRX)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hadirkan Inovasi KPR Gaaees - Cara BTN Menjangkau dan Wujudkan Impian Milenial

Bonus demografi yang dinikmati Indonesia harus di manfaatkan secara optimal oleh para pelaku industri terutama dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi…

BYAN Terbitkan Global Bond US$ 400 Juta

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menerbitkan obligasi global dengan total nilai…

PP Properti Berniat Buyback Saham

Jaga pertumbuhan harga saham yang terus merosot hingga mencapai Rp 58 per lembar, PT PP Properti Tbk (PPRO) berencana untuk…