Beri Kesempatan Koperasi Impor Kedelai

Sjarifuddin Hasan, Menteri Koperasi dan UKM

Jumat, 27/07/2012

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Sjarifuddin Hasan mengungkapkan, persediaan kacang kedelai di Indonesia saat ini hanya sebanyak 740 ribu ton. Sementara, para produsen maupun perajin tempe tahu membutuhkan 2,5 juta ton kacang kedelai.

“Saat ini bulan Ramadan, kita tahu bahwa tahu dan tempe merupakan menu favorit. Sehingga permintaan konsumen rumah tangga maupun pengusaha makanan pun tinggi. Padahal, pasokan kacang kedelai saat ini tidak memenuhi,” ujarnya saat ditemui buka bersama di SMP Yapsida Majelis Dzikir Nurusalam, Kota Bogor, kemarin.

Menyikapi aksi mogok produksi yang lakoni sebagian besar perajin tahu-tempe di setiap daerah, Sjarifuddin menegaskan, saat ini pemerintah sedang merumuskan solusinya. Dari rumusan yang sedang digodok, suami dari artis dan politisi Senayan, Inggrid Kansil ini menjelaskan, jajarannya akan memberikan dua kebijakan.

Yakni menghapus bea masuk impor kacang kedelai hingga lima persen, dan kedua, memberikan kesempatan bagi koperasi dan UKM untuk mengimpor kacang kedelai. “Di samping itu, kami akan mencoba rumusan yang lain,” cetusnya.

Meski dihimpit keadaan yang sulit, Sjarifuddin masih tetap yakin jika dua tahun ke depan Indonesia tetap bisa melangsungkan program swasembada kedelai.

Walaupun, dia belum tahu bagaimana rancangan kongkret realisasi program itu.“Tahun 2014 dalam jangka panjang, pemerintah tetap percaya dapat melakukan swasembada kacang kedelai,” tukasnya.

Selain itu, Menkop juga menargetkan tahun ini ada koperasi Indonesia yang diakui berstandar internasional. "Dari 300 koperasi standar internasional, kita inginkan ada koperasi Indonesia yang masuk dalam penilaian oleh International Cooperation Agency(ICA)," kata Menkop Sjarifuddin saat membuka pameran produk unggulan UMKM, SMEsCO di Manado, Kamis.

Menkop Sjarifuddin mengatakan, dari 192.443 koperasi beroperasi di Indonesia, 97 di antaranya masuk koperasi dengan standar Indonesia.