Grup Astra Raih Laba Bersih Rp 9,7 Triliun di Semester Pertama

NERACA

Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) mencatat pendapatan bersih sepanjang enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp 95,9 triliun. Jumlah tersebut meningkat 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 76,3 triliun. Catatan pendapatan Astra International tersebut mendorong kenaikan laba bersih sebesar 13% dari Rp 8,6 triliun menjadi Rp 9,7 triliun.

Laba bersih per saham juga naik 13% menjadi Rp 239 per saham dibandingkan semester pertama tahun sebelumnya sebesar Rp 212 per saham. “Grup Astra menunjukkan kinerja yang baik sepanjang semester I tahun ini, khususnya pada penjualan mobil yang diuntungkan dari menguatnya permintaan dalam negeri dan meningkatnya pasokan yang didukung oleh penambahan kapasitas serta berkurangnya gangguan pasokan yang pernah terjadi tahun lalu,” kata Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (26/7).

Kegiatan Grup Astra fokus melalui enam bisnis inti yaitu Divisi Otomotif, Jasa Keuangan, Alat berat dan pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, serta Teknologi Informasi. Divisi Otomotif Melalui divisi Otomotif, kontribusi laba bersih meningkat 25% menjadi Rp 4,9 triliun, termasuk Rp 2,5 triliun dari perseroan dan anak perusahaan serta Rp 2,4 triliun dari perusahaan asosiasi dan jointly control entities di bidang otomotif.

Dari bidang manufaktur, PT Astra Otoparts Tbk (AOP) yang 95,7% sahamnya dimiliki oleh perseroan, mencatat laba bersih sebesar Rp 528 miliar, naik 10% dibandingkan semester I 2011. Total pembiayaan melalui bisnis pembiayaan otomotif Astra yang terdiri dari Federal International Finance (FIF), Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Financial Services (TAFS) tumbuh 10% menjadi Rp 26,3 triliun, termasuk melalui joint bank financing without recourse.

Total pembiayaan alat berat Astra melalui PT Surya Artha Nusantara Finance dan PT Komatsu Astra Finance meningkat 32% menjadi Rp 4,4 triliun. Bisnis pembiayaan alat berat tidak menggunakan fasilitas joint bank financing.

PT Asuransi Astra Buana (AAB), anak perusahaan yang bergerak di bidang asuransi, membukukan laba yang sedikit lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu, dikarenakan biaya komisi dan klaim yang lebih tinggi, walaupun terdapat pertumbuhan pendapatan premi yang sangat baik.

PT Bank Permata Tbk (BNLI) dimana 44,5% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan laba bersih sebesar Rp 712 miliar, meningkat 1 persen didukung oleh pertumbuhan dari pendapatan bunga bersih dan fee based income, meskipun terdapat kenaikan biaya operasional.

Divisi Alat Berat dan Pertambangan Kontribusi laba bersih Divisi Alat Berat dan Pertambangan meningkat 21% menjadi Rp 1,9 triliun melalui PT United Tractors Tbk (UNTR). United Tractors yang 59,5% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan laba bersih sebesar Rp ,1 triliun, naik 21% dibandingkan semester I tahun 2011, yang didukung oleh kenaikan pendapatan bersih pada tiga segmen bisnisnya, yaitu mesin konstruksi, kontraktor penambangan dan pertambangan sebesar 19%.

Kontribusi laba bersih Divisi Agribisnis turun sebesar 25% menjadi Rp 764 miliar. Melalui PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), yang 79,7% sahamnya dimiliki Perseroan, mencatat laba bersih semester I tahun 2012 sebesar Rp 959 miliar dikarenakan adanya penurunan harga rata-rata CPO sebesar 2%, meskipun produksi minyak sawit meningkat 7% menjadi 636 ribu ton.

Total nilai penjualan naik 7%, sementara laba bersih terkena dampak negatif akibat tingginya biaya produksi dan biaya operasional. Divisi Infrastruktur dan Logistik Kontribusi laba bersih Divisi Infrastruktur dan Logistik turun sebesar 10 persen menjadi Rp 316 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu, dikarenakan adanya keuntungan tambahan tahun lalu yang berasal dari pembalikan penyisihan pajak penghasilan.

Divisi Teknologi Informasi Kontribusi laba bersih dari Divisi Teknologi Informasi meningkat 32 persen menjadi Rp 54 miliar. Dan yang terakhir, PT Astra Graphia Tbk (ASGR), sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan agen tunggal Fuji Xerox di Indonesia, yang 76,9% sahamnya dimiliki oleh Astra, membukukan laba bersih sebesar Rp 70 miliar, atau naik 32% dibandingkan periode yang sama tahun 2011. (didi)

Related posts