Pemerintah Segera Batasi Aktivitas Angkutan Berat

Terkait Transportasi Mudik

Jumat, 27/07/2012

NERACA

Jakarta – Pemerintah memperkirakan jumlah pemudik untuk tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan, sebesar 5,5 juta penumpang, atau naik sekitar 1,3% dibanding 2011 lalu. Dari peningkatan jumlah pemudik, jumlah pengendara motor diperkirakan akan mencapai 1,5 juta jiwa atau bertambah 27,8% dari 1,1 juta jiwa di tahun sebelumnya. Selain kendaraan bermotor, kendaraan pribadi roda empat, juga mengalami peningkatan sekitar 17,15% atau diperkirakan akan ada sekitar 4.401.246 pemudik yang menggunakan mobil pribadi dari sebelumnya yang mencapai 3.756.863.

Bambang S. Erfan, Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Perhubungan mengatakan, peningkatan jumlah tersebut akan diiringi dengan kesiapan pemerintah untuk selalu mengupayakan keselamatan bagi para pemudik di jalan, yaitu dengan menetapkan kebijakan terkait pengaturan aktivitas dan laju kendaraan. Salah satunya adalah pengaturan untuk truk-truk yang melintas di jalur mudik agar tidak mengganggu para pemudik dan menghindari kecelakaan.

“Akan ada mekanisme yang mengatur aktivitas dan laju kendaraan saat minggu-minggu jelang lebaran, di antaranya tentang mulai H-berapa atau pada jam berapa saja truk tidak boleh melintas di jalur mudik beserta alasan-alasannya,” jelas Bambang, kemarin.

Dia menambahkan, pada arus mudik dan balik lebaran, truk-truk besar seperti kargo, tronton, ataupun gandengan perlu diatur dengan baik. Sejak sekarang mulai dapat diinformasikan kebijakan pemerintah terhadap aktivitas truk di jalur lebaran selama arus mudik dan balik lebaran. “Untuk truk besar pada H-4, truk yang sumbunya lebih dari 2 tidak boleh beroperasi, kecuali yang membawa bahan makanan pokok dan BBM yang masuk dalam lingkup angkutan lebaran,” kata Bambang.

Terkait komitmen Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan Raya (Organda), pihak kementerian perhubungan menyambut baik hal tersebut. Salah satunya adalah meningkatkan keselamatan transportasi dengan menaikkan visibilitas kendaraan angkutan barang.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, sebanyak 70% kecelakaan yang terjadi dialami kendaraan bermotor. Oleh karena itu komitmen Organda tersebut diharapkan bisa mengurangi terjadinya kecelakaan.

Selain itu, dia mengatakan dari pihak Organda akan ada sebuah program keselamatan transportasi berupa pemasangan perangkat pasif yang melekat pada kendaraan angkutan barang, seperti stiker yang menyala saat terkena cahaya lampu kendaraan di belakangnya. Dengan begitu diharapkan bisa mengurangi risiko kecelakaan tabrakan dari samping dan belakang yang melibatkan kendaraan angkutan barang.

Sementara itu, sejumlah jembatan di lintas pantai utara Jawa (Pantura) yang akan menjadi jalur utama mudik Lebaran 1433 Hirjiah terus dibenahi agar siap dilintasi para pemudik.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), jembatan di wilayah Jawa Barat yang telah dikerjakan adalah Cipunegara, Kanci, dan Ender A. Ketiga jembatan tadi telah diperbaiki kualitasnya dan diaspal dengan kondisi yang lebih baik daripada sebelumnya.

Sementara di wilayah Jawa Tengah Pantura, jembatan yang telah diperbaiki dan siap dilintasi adalah jembatan Bremi Pemalang-Pekalongan, jembatan Kapidodo Pemalang-Pekalongan, dan jembatan Brembun Pemalang-Pekalongan. Jembatan Bremi sudah dilintasi sejak 14 Juli, jembatan Kapidodo berstatus "open traffic" per 18 Juli, dan jembatan Brembun mulai digunakan paa 20 Juli. Sementara jembatan Kabuyutan hingga saat ini masih dalam status pengecoran, dan baru akan fungsional H-10 Lebaran. **lia/cahyo