Akhir Pekan, IHSG Berpeluang Balik Arah Menguat

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup naik tipis 3,937 poin (0,10%) ke level 4.004,776. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 1,818 poin (0,27%) ke level 680,630. Indeks yang bergerak datar, hanya naik 3 poin berkat aksi beli jelang penutupan. Sepanjang perdagangan indeks bergerak fluktuatif di tengah sepinya transaksi.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, IHSG bergerak fluktuatif antara area positif dan negatif. Tertekan sepanjang sesi dua, “IHSG akhirnya berhasil ditutup pada area positif menyusul akumulasi beli yang dilakukan investor," katanya di Jakarta, Kamis (26/7).

Aksi beli itu, kata dia, merupakan antisipasi atas keluarnya laporan keuangan emiten semester I 2012. Pergerakan indeks BEI juga dipengaruhi oleh berita dari regional antara lain penjualan rumah baru di AS bulan Juni yang turun 8,4%.

Berikutnya, IHSG Jum’at akhir pekan diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kencederungan menguat mengantisipasi kinerja laporan keuangan semester I-2012 di kisaran 3.970-4.020 poin.

Pada perdagangan kemarin, aksi beli itu banyak dilakukan oleh investor lokal. Sedangkan investor asing melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 261,134 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 116.697 kali pada volume 4,472 juta lot saham senilai Rp 2,907 triliun. Sebanyak 108 saham naik, sisanya 131 saham turun, dan 112 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 900 ke Rp 22.100, Unilever (UNVR) naik Rp 750 ke Rp 23.300, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 600 ke Rp 51.000, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 22.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.250 ke Rp 56.650, Century Textille (CNTX) turun Rp 500 ke Rp 7.000, Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 500 ke Rp 2.300, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 20.750.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI terkoreksi menipis 4,368 poin (0,11%) ke level 3.996,471. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,031 poin (0,01%) ke level 678,843. Saham-saham lapis dua menjadi sasaran untuk aksi jual hari ini, sedangkan saham-saham unggulan terutama berbasis konsumer menjadi incaran para pelaku pasar.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 61.248 kali pada volume 2,325 juta lot saham senilai Rp 1,309 triliun. Sebanyak 84 saham naik, sisanya 128 saham turun, dan 99 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke Rp 50.950, Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 23.050, Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 21.700, dan Bank Mega (MEGA) naik Rp 300 ke Rp 3.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 700 ke Rp 2.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 57.500, Indomobil (IMAS) turun Rp 250 ke Rp 6.650, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 20.900.

Awal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 2,19 poin atau 0,05% ke posisi 3.998,65. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,56 poin (0,08% ke level 678,25,”Data ekonomi AS yang dirilis yakni penjualan rumah baru untuk bulan Juni memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks BEI Kamis," kata analis Sinarmas Sekuritas Jeff Tan.

Menurutnya, secara perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia Kamis ini, secara teknikal bergerak "mixed" di kisaran 3.975-4.025 poin. Sementara analis Samuel Sekuritas Christine Salim menambahkan, sentimen negatif dari data penjualan rumah baru AS di bulan Juni turun 8,4% dibanding bulan sebelumnya serta penurunan "business confidence index" di Jerman dan rilis data GDP Inggris yang kembali mengalami kontraksi 0,7% di kuartal kedua 2012.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 2,05 poin (0,01%) ke level 18.879,38, indeks Nikkei-225 naik 36,27 poin (0,43%) ke level 8.402,17 dan Straits Times menguat 16,79 poin (0,26%) ke level 3.007,71. (bani)

BERITA TERKAIT

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…

Selesaikan Lilitan Utang - MYRX Tawarkan Aset dan Konversi Saham

NERACA Jakarta – Menyampaikan itikad baik untuk melunasi utang akibat gagal bayar atas pinjaman individu, PT Hanson International Tbk (MYRX)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hadirkan Inovasi KPR Gaaees - Cara BTN Menjangkau dan Wujudkan Impian Milenial

Bonus demografi yang dinikmati Indonesia harus di manfaatkan secara optimal oleh para pelaku industri terutama dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi…

BYAN Terbitkan Global Bond US$ 400 Juta

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menerbitkan obligasi global dengan total nilai…

PP Properti Berniat Buyback Saham

Jaga pertumbuhan harga saham yang terus merosot hingga mencapai Rp 58 per lembar, PT PP Properti Tbk (PPRO) berencana untuk…