Perusahaan Taksi Ramaikan Masuk Pasar Modal

Ekspres Taksi IPO Akhir Tahun 2012

Jumat, 27/07/2012

NERACA

Jakarta – Mengikuti kesuksesan taxi white horse anak usaha PT Panorama Transportasi Tbk yang lebih dahulu mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Express Trasindo Utama sebagai perusahaan pengelola taksi, juga berencana melakukan penawaran saham perdana di triwulan IV-2012.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen mengatatakan, Express Group segera menyelenggarakan mini expose ke otoritas Bursa, "Express mau IPO. Bisnisnya Taksi dan penyewaan. Pasti tahun ini IPO-nya, paling tidak kejar di triwulan IV," katanya di Jakarta, Kamis (26/7).

Disebutkan, hasil penawaran saham perdana Express digunakan untuk ekspansi usaha, diantaranya untuk penambahan armada. "Penguatan-penguatan bisnis. Mungkin dia pakai buku (laporan keuangan) Mei atau April," tuturnya.

Perseroan kini memiliki 5.100 armada taxi yang tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Taxi Ekspess juga beroperasi di Surabaya, Mataram dan Medan. Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, perseroan memiliki 14 stasiun. Perseroan juga melayani jasa antar via telepon.

Sebelumnya President Director Express Group Daniel Podiman pernah bilang, pihaknya memang berencana menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO) pada triwulan IV-2012. Rencana tersebut akan mengincar dana senilai Rp 500 miliar.

Hingga saat ini diakui Daniel, perseroan masih dalam tahap mencari penjamin emisi IPO atau underwriter, “Kita masih menunggu waktu yang tepat di akhir tahun ini. Namun makin cepat makin lebih baik,” katanya.

Tambah Armada

Sementara itu, perseroan menargetkan hingga akhir tahun mempunyai 8000-8500 armada taksi reguler. Namun Daniel belum bisa merinci berapa dana yang akan digunakan dan berasal dari mana dananya untuk penambahan armada tersebut. ”Kita targetkan bisa mencapai 8000-8500 armada reguler pada akhir tahun nanti,” ungkapnya.

Untuk belanja modal tahun ini, kata Daniel, perseroan menganggarkan Rp 300 miliar. Dari dana tersebut, Rp 70 miliar telah digunakan pada semester I lalu untuk meluncurkan 65 unit armada taksi premium Tiara Express. Penambahan ini bertujuan memperkuat bisnis perseroan terutama segmen premium, “Dengan penambahan armada premium ini, sekarang total armada Tiara Express menjadi 108 unit, dan semua beroperasi di Jakarta,” tuturnya.

Daniel mengatakan, dana untuk penambahan armada Tiara Express tersebut porsinya bersumber dari perbankan, yaitu dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 75% dan dari kas internal sebesar 25%.

Blue Bird Menyusul

Sementara Blue Bird Group juga berencana melepaskan saham perdananya ke publik melalui pada tahun 2013. Dimana niatan go public tersebut sedang dikaji sesuai dengan kebutuhan dan visi perseroan kedepan.

Presiden Direktur Blue Bird Group Purnomo Prawiro pernah bilang, rencana IPO masih di kaji sesuai kebutuhan dan siapa underwriter dan rencananya saham akan dilepas berkisar 20-40%,”Saham yang akan dilepas berkisar 20-40% dan dana yang dihimpun untuk menambah armada,”tuturnya.

Dia menjelaskan, sejak berdiri pada tahun 1972 dengan jumlah taksi sebanyak 25 unit, kini seiring dengan berkembangnya perseroan telah menambah armada dengan total mencapai 20 ribu armada. Kemudian dari total tersebut, setiap tahunnya atau sekitar 4000 unit kendaraan harus diremajakan. Pasalnya, kendaraan yang dimiliki perseroan tiap lima tahun harus diremajakan. (didi)