Perusahaan Taksi Ramaikan Masuk Pasar Modal - Ekspres Taksi IPO Akhir Tahun 2012

NERACA

Jakarta – Mengikuti kesuksesan taxi white horse anak usaha PT Panorama Transportasi Tbk yang lebih dahulu mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Express Trasindo Utama sebagai perusahaan pengelola taksi, juga berencana melakukan penawaran saham perdana di triwulan IV-2012.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen mengatatakan, Express Group segera menyelenggarakan mini expose ke otoritas Bursa, "Express mau IPO. Bisnisnya Taksi dan penyewaan. Pasti tahun ini IPO-nya, paling tidak kejar di triwulan IV," katanya di Jakarta, Kamis (26/7).

Disebutkan, hasil penawaran saham perdana Express digunakan untuk ekspansi usaha, diantaranya untuk penambahan armada. "Penguatan-penguatan bisnis. Mungkin dia pakai buku (laporan keuangan) Mei atau April," tuturnya.

Perseroan kini memiliki 5.100 armada taxi yang tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Taxi Ekspess juga beroperasi di Surabaya, Mataram dan Medan. Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, perseroan memiliki 14 stasiun. Perseroan juga melayani jasa antar via telepon.

Sebelumnya President Director Express Group Daniel Podiman pernah bilang, pihaknya memang berencana menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO) pada triwulan IV-2012. Rencana tersebut akan mengincar dana senilai Rp 500 miliar.

Hingga saat ini diakui Daniel, perseroan masih dalam tahap mencari penjamin emisi IPO atau underwriter, “Kita masih menunggu waktu yang tepat di akhir tahun ini. Namun makin cepat makin lebih baik,” katanya.

Tambah Armada

Sementara itu, perseroan menargetkan hingga akhir tahun mempunyai 8000-8500 armada taksi reguler. Namun Daniel belum bisa merinci berapa dana yang akan digunakan dan berasal dari mana dananya untuk penambahan armada tersebut. ”Kita targetkan bisa mencapai 8000-8500 armada reguler pada akhir tahun nanti,” ungkapnya.

Untuk belanja modal tahun ini, kata Daniel, perseroan menganggarkan Rp 300 miliar. Dari dana tersebut, Rp 70 miliar telah digunakan pada semester I lalu untuk meluncurkan 65 unit armada taksi premium Tiara Express. Penambahan ini bertujuan memperkuat bisnis perseroan terutama segmen premium, “Dengan penambahan armada premium ini, sekarang total armada Tiara Express menjadi 108 unit, dan semua beroperasi di Jakarta,” tuturnya.

Daniel mengatakan, dana untuk penambahan armada Tiara Express tersebut porsinya bersumber dari perbankan, yaitu dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 75% dan dari kas internal sebesar 25%.

Blue Bird Menyusul

Sementara Blue Bird Group juga berencana melepaskan saham perdananya ke publik melalui pada tahun 2013. Dimana niatan go public tersebut sedang dikaji sesuai dengan kebutuhan dan visi perseroan kedepan.

Presiden Direktur Blue Bird Group Purnomo Prawiro pernah bilang, rencana IPO masih di kaji sesuai kebutuhan dan siapa underwriter dan rencananya saham akan dilepas berkisar 20-40%,”Saham yang akan dilepas berkisar 20-40% dan dana yang dihimpun untuk menambah armada,”tuturnya.

Dia menjelaskan, sejak berdiri pada tahun 1972 dengan jumlah taksi sebanyak 25 unit, kini seiring dengan berkembangnya perseroan telah menambah armada dengan total mencapai 20 ribu armada. Kemudian dari total tersebut, setiap tahunnya atau sekitar 4000 unit kendaraan harus diremajakan. Pasalnya, kendaraan yang dimiliki perseroan tiap lima tahun harus diremajakan. (didi)

BERITA TERKAIT

Sejak Revisi PMK, Delapan Perusahaan Terima Tax Holiday

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sebanyak delapan perusahaan atau wajib pajak sudah menerima…

Saksi: Penyetoran Modal PLTU Tidak Sesuai Aturan

Saksi: Penyetoran Modal PLTU Tidak Sesuai Aturan NERACA Jakarta - Direktur Utama PT Samantaka Batubara A.M. Rudy Herlambang selaku saksi…

KOTA SUKABUMI - Tahun Ini, Kemungkinan Besar 10 Perda Tuntas dari 15 Raperda

KOTA SUKABUMI  Tahun Ini, Kemungkinan Besar 10 Perda Tuntas dari 15 Raperda NERACA Sukabumi - Dari target 15 Rancangan Peraturan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…