Indosiar Bukukan Laba Bersih Rp 150,7 Miliar di Semester I

NERACA

Jakarta – Sepanjang semester pertama tahun ini, PT Indosiar Karya Mandiri Tbk (IDKM) berhasil membukukan kenaikan laba bersih Rp 150,7 miliar dan dengan pendapatan juga naik 33,5% menjadi Rp 518,2 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/7). Pada periode yang sama 2011 sebesar Rp388,1 miliar. Sementara untuk laba bruto naik 147,1% menjadi Rp310,6 miliar dari Rp125,7 miliar. Untuk prosentase pendapatan neto mencapai 59,9 persen dari 32,4 persen di periode yang sama 2011.

Perseroan berhasil meningkatkan EBITDA hingga 481,7 persen mencapai Rp228,6 miliar dari Rp39,3 miliar. Pada periode sekarang, perseroan berhasil membalikkan kerugian sebesar Rp15,2 miliar menjadi laba bersih Rp150,7 miliar.

Sebelumnya, dikuartal pertama 2012, Indosiar juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp51,9 miliar pada kuartal I-2012. Hal ini berbanding terbalik dengan kinerja perseroan pada kuartal I-2011. Pada waktu itu, perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp19,2 miliar.

Naiknya kinerja perseroan yang sekarang terafiliasi dengan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) ini lantaran pendapatannya juga menguat menjadi Rp225,8 miliar dari sebelumnya Rp171,8 miliar.

Lalu laba kotor tercatat juga naik Rp127,9 miliar dari sebelumnya yang hanya Rp43 miliar. Begitu juga dengan Ebitda perseroan tercatat Rp91,4 miliar. Terpaut jauh dari periode sebelumnya yang hanya Rp1,1 miliar. Laba kotor juga tercatat Rp85,1 miliar, sementara sebelumnya malah rugi sampai Rp5,9 miliar.

Di sisi lain, total aset perseroan tercatat turun menjadi Rp902 miliar dari sebelumnya yang menyentuh Rp1 triliun. Tapi, posisi kas dan setara kas pada akhir Maret 2012 tercatat Rp163,7 miliar, naik signifikan dari periode sebelumnya Rp11,5 miliar.

Stock Split Saham

Asal tahu saja, dua anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), yaitu PT Indosiar Karya Mandiri Tbk (IDKM) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) berniat melakukan stock split alias pecah saham.

Disebutkan, rasio pecah saham yang akan dilakukan keduanya yaitu 1:5. Sehingga harga sahamnya nanti akan jadi lima kali lebih kecil dari harga sekarang. Rencananya, pemecahan saham ini akan terlaksana setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham. Maka dari itu, dua emiten itu akan membawa rencana ini untuk dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLSB) perseroan yang akan dilakukan sekitar bulan Agustus/September 2012 mendatang. (bani)

BERITA TERKAIT

Suzuki GSX-R 150 Jadi Motor Terbaik FMY 2017

Suzuki GSX-R150 menyabet gelar sepeda motor terbaik dari Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) setelah meraih poin tertinggi dalam proses penilaian…

WIKA Suntik Modal Wika Serang Panimbang - Raih Pinjaman Rp 894 Miliar

NERACA Jakrta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memperoleh fasilitas pinjaman dari dua PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT…

Pengusaha Didakwa Suap Dirjen Hubla Rp2,3 Miliar

Pengusaha Didakwa Suap Dirjen Hubla Rp2,3 Miliar NERACA Jakarta - Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan didakwa menyuap Direktur…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Nindya Karya Berencana Go Public di 2018

Bila tidak ada aral melintang, PT Nindya Karya (Persero) akan melakukan penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering…

Banyak Manfaat IPO - Perusahaan di Jambi Didorong Go Public

NERACA Jambi - Mendorong perusahaan lokal go public, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jambi menggelar roadshow dan mengedukasi manfaat…

Obligasi Dalam Negeri Diminati Investor Asing

Analis pasar modal dari Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu Purnomo menilai bahwa instrumen investasi obligasi di dalam negeri masih diminati investor…