OJK Perlu Miliki Tim Perbankan Syariah

NERACA

Jakarta—Industri perbankan syariah di Indonesia mengimbau agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membentuk tim khusus yang mengontrol Perbankan maupun Asuransi Syariah. "Dari dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (UJK) yang sudah definitif secara formal memang tidak ada keterwakilan Bank Syariah," kata Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Yuzlam Fauzi di Jakarta,26/7

Oleh karena itu, Fauzi berharap di level organisasi di bawahnya sangat mungkin untuk dibentuk semacam tim khusus yang mengontrol perbankan atau asuransi syariah. Bahkan apa yang telah dilakukan oleh BI untuk mengawasi dan memajukan industri Bank Syariah dilanjutkan di OJK.

Namun demikian, kata Fauzi, dengan terpilihnya Muliaman Haddad, menurut dia komunikasi dengan perbankan syariah akan terjalin dengan baik. "Dia adalah seorang yang sudah lama berkecimpung di dunia Ekonomi Syariah, oleh karena itu saya percaya pada beliau," tambahnya

Sementara itu, Dosen Perbankan Syariah di Pusat Studi Timur Tengah dan Islam (PSTTI) Universitas Indonesia, Edy Setiadi mengharapkan adanya SDM yang kompeten dalam bidang perbankan syariah dalam struktur organisasi OJK . "Mau tidak mau OJK harus merekrut orang-orang yang kompeten soal operasional perbankan syariah, akutansi syariah, produk syariah dan fatwa syariah yang memiliki loyalitas terhadap perkembangan perbankan syariah, " ujarnya

Edy melihat saat ini dalam struktur organisasi OJK belum ada satu pun yang profesional atau memilki militansi dalam perbankan syariah. "Bagaimana mereka ngatur perbankan syariah kalau dia sendiri tidak tahu tentang perbankan syariah baik produk maupun muamalahnya," ungkapnya

Senada dengan Yuzlam, menurut Edy saat terpilihnya Muliaman Hadad sebagai ketua OJK adalah hal yang menggembirakan, momen tersebut adalah kesempatan bagi perbankan syariah untuk mengusulkan adanya oranga-orang yang kompeten mengenai perbankan syariah dalam struktur organisasi OJK. "Kalau ada "political will" dari pemerintah untuk memajukan perbankan syariah harusnya harapan-harapan itu bisa terpenuhi," paparnya

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah mengatakan pertumbuhan industri perbankan syariah dapat meningkat hingga 15% dalam lima tahun mendatang. "Berdasarkan prediksi kami di Bank Indonesia, angka 15 persen akan bisa tercapai mungkin tidak kurang dalam lima atau enam tahun, kalau percepatan pertumbuhan yang saat ini terjadi dapat kita pertahankan," ujarnya

Menurut Halim, pertumbuhan industri perbankan syariah dalam waktu dekat diprediksi akan mencapai angka lima persen, apalagi sektor keuangan syariah sedang berkembang pesat dibandingkan industri perbankan konvensional. "Walaupun agak sedikit terlambat, saya yakin kita dalam waktu dekat akan bisa mencapai lima persen, dan tidak mustahil tercapai lebih cepat kalau semua persiapan strategi dan industri serta berbagai kebijakan nantinya telah siap," jelasnya. **ria/cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Laba OCBC NISP Tumbuh 11%

  NERACA Jakarta - Bank OCBC NISP membukukan laba bersih di 2019 sebesar Rp2,9 triliun atau naik 11% bila dibandingkan…

LinkAja Gandeng JNE untuk Permudah Transaksi

  NERACA Jakarta - LinkAja berkolaborasi dengan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) dalam rangka mempermudah pembayaran jasa pengiriman logistik…

Prudential Beri Perlindungan Tambahan Hadapi Virus Corona

  NERACA Jakarta – Perusahaan asuransi PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memberikan perlindungan tambahan terhadap ancaman virus corona jenis…