Logam Mulia Masih Menjadi Primadona

NERACA

Investasi emas memang sangat menjanjikan, dengan beragamnya jenis emas di pasaran. Namun, logam mulia sangat diminati oleh masyarakat di Tanah Air. Hal itu karena nilai emas tidak terpengaruh krisis ekonomi atau inflasi sehingga bisa menjadi sarana untuk menjaga daya beli masyarakat. Apalagi, emas logam mulia mudah dicairkan menjadi uang jika dibutuhkan.

Dengan harga emas yang tidak terpengaruh oleh krisis ekonomi atau inflasi membuat investasi emas makin dilirik masyarakat secara luas. Apalagi, harga emas terus naik dari tahun ke tahun dan mudah dicairkan menjadi uang jika dibutuhkan. Investasi emas bisa melindungi nilai uang yang kita miliki sebab daya beli kita tetap sama, sedangkan harga barang terus naik.

Bukan hanya logam mulia saja yang sangat diminati oleh masyarakat. Namun, emas batangan dinilai masih sangat ideal untuk investasi jangka panjang, ”Sesuaikanlah pola keuangan kita untuk menentukan berat emas batangan yang akan kita beli. Kalau satuannya terlalu besar, investasinya kurang fleksibel, tidak bisa menjual emas hanya sesuai dengan uang yang kita butuhkan.”

Apabila dilihat dalam 10 tahun terakhir, kenaikan harga emas mencapai 400% terhadap rupiah, sedangkan terhadap dollar AS mencapai 290%. Karena harga emas berfluktuasi, menyarankan agar emas dijadikan alat investasi jangka menengah dan panjang. Ini bisa dilihat harga emas bisa naik dan turun kapan saja.

Investasi emas memang sangat baik untuk jangka panjang, seperti untuk biaya sekolah anak dan tabungan hari tua. Keuntungan investasi lainya adalah pada saat kondisi ekstrem, Emas akan selalu menjadi bentuk utama pembayaran di dunia, mungkin uang flat tidak diterima tetapi emas selalu diterima.

Orang-orang yang suka berinvestasi di emas atau disebut juga dengan pecinta emas meyakini bahwa akan adanya kejatuhan dollar di masa depan atau mungkin sekarang ini sudah mulai dirasakan.

Sedangkan yang sangat mempengaruhi harga emas, ketika nilai dollar jatuh yang merupakan mata uang paling berpengaruh di dunia yang merupakan mata uang Amerika Serikat turun terus harganya dan menjadi kurang berharga maka pada saat itulah harga emas akan naik dan membubung tinggi, menghasilkan return dan lindung nilai.

Pada saat dunia penuh dengan ketidakpastian, ketika potensi return berinvestasi pada instrumen lain seperti saham dan obligasi tidak lagi menarik dan dianggap tidak mampu mengompensasi risiko yang ada, maka investor akan mengalihkan dananya ke dalam aset riil seperti logam mulia (emas) ataupun properti yang dianggap lebih layak dan aman.

Keungulan Investasi Emas

Apabila dilihat dari harga jual emas yang stabil banyak investor yang sangat tertarik dari investasi ini banyak kelebihan dari investasi ini bukan hanya sebagai perhiasan juga bisa dijadikan koleksi.

Banyak jenis investasi seperti berinvestasi di saham, reksadana, properti, obligasi atau yang lainnya. Namun, investasi di emas bisa menjadi alternatif yang bagus, terlebih dalam kondisi tidak stabil, emas bisa sebagai alat untuk lindung nilai. Harga emas cenderung stabil juga dikarenakan komoditi emas di dunia tidak bisa bertambah.

Salah satu keuntungan lainnya adalah harga emas juga dipatok dalam USD, jadi bila terjadi peningkatan nilai USD, Anda bisa memperoleh dua keuntungan langsung yaitu dari kenaikan dollar dan juga kenaikan dari harga emas itu sendiri. Tapi untuk jangka panjang harga emas cenderung stabil dan naik.

Bila dibandingkan dengan berinvestasi langsung di mata uang US$, emas lebih menguntungkan. Mereka menghargai murah mata uang keluaran lama atau mata uang yang terlipat. Berbeda dengan emas yang bisa dibeli dan didiamkan saja beberapa lama.

BERITA TERKAIT

Kontribusi Sektor Logam Pada Transaksi Online Hingga 70 Persen - Hasil Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) nasional terus didorong agar dapat memanfaatkan fasilitas promosi online melalui platform…

KOTA SUKABUMI - Meskipun Libur Lebaran, Peserta JKN-KIS Masih Mendapatkan Pelayanan

KOTA SUKABUMI Meskipun Libur Lebaran, Peserta JKN-KIS Masih Mendapatkan Pelayanan NERACA Sukabumi - Bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu…

Suku Bunga Perbankan Masih 11,1%

      NERACA   Jakarta - Analisa uang beredar Bank Indonesia menunjukkan suku bunga kredit perbankan secara rata-rata masih…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…