Astra Graphia Catatkan Laba Rp 70,35 Miliar - Kinerja Semester Perama

NERACA

Jakarta - Emiten grup Astra yang memfokuskan bisnisnya sebagai distributor Fuji Xerox document solutions di Indonesia yaitu PT Astra Graphia Tbk (ASGR), mencatatkan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 70,35 miliar selama semester I-2012. Angka ini naik 32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 53,2 miliar.

Demikian disampaikan perseroan dalam laporan keuangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/7). Presiden Direktur Astra Graphia, Lukito Dewandaya, mengatakan kenaikan laba periode berjalan dipicu oleh bertumbuhnya pendapatan bersih menjadi Rp 911,15 miliar.

Kenaikan pendapatan bersih juga dibarengi dengan naiknya beban pokok pendapatan menjadi Rp 653,28 miliar dari periode sebelumnya Rp 429,09 miliar. "Jadi laba bruto di semester satu tahun ini sebesar Rp 257,86 miliar," ujarnya.

Laba usaha perseroan juga mengalami kenaikan sebesar Rp 92,4 miliar dari sebelumnya Rp 64,5 miliar. Lalu laba sebelum pajak Rp 92,4 miliar dari sebelumnya Rp 68,4 miliar. Selain itu, perseroan tercatat beban bunga perseroan sebesar Rp 647 juta. Sementara, perseroan juga mencatatkan beban lain-lain sebesar Rp 1,3 miliar, padahal dari pos ini pada tahun sebelumnya tercatat positif Rp 1,23 miliar.

Sementara, total liabilitas Astra Graphia mencapai Rp 705,13 miliar. Liabilitas itu terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp 635,05 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 70,08 miliar. Ekuitas perusahaan tidak berubah banyak dibandingkan posisi 31 Desember 2011, yaitu sebesar Rp 556,97 miliar.

Untuk kas dan setara kas Astra mencapai Rp 128,72 miliar, berkurang dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp 194,94 miliar. Sedangkan jumlah aset perseroan tercatat mengalami kenaikan pada akhir Juni 2012 menjadi Rp 1,26 triliun dibandingkan periode sebelumnya Rp 1,13 triliun.

Sebelumnya pada triwulan I-2012, laba bersih perseroan naik 56,12% dari periode sebelumnya Rp 21,54 miliar menjadi Rp 33,63 miliar. Laba per saham meningkat menjadi Rp 24,94 per lembar dari sebelumnya Rp 15,97 per lembar.

Pendapatan perseroan naik dari Rp 314,5 miliar menjadi Rp 423,43 miliar. Pendapatan dari penjualan dan proyek berdasarkan konstruksi yang mencapai Rp 195,83 miliar. Pendapatan sektor sewa dan jasa perbaikan, pemeliharaan masing-masing Rp 114,77 miliar dan Rp 68,78 miliar. Kemudian pendapatan dari bahan pakai dan jasa alih daya mencapai Rp 42,61 miliar.

Usai terpangkas beban Rp 302,59 miliar membawa laba kotor Astra Graphia berada di posisi Rp 129,83 miliar. Laba sebelum pajak naik signifikan menjadi Rp 44,93 miliar, dari periode yang sama tahun 2010 Rp 27,01 miliar.

Total aset perseroan sampai 31 Maret 2012 berada di posisi Rp 1,076 triliun. Angka ini menurun jika dibandingkan aset di akhir 2011 Rp 1,126 triliun. Sementara kewajiban mencapai Rp 487,36 miliar di triwulan I-2012. (didi)

BERITA TERKAIT

Bank Panin Raup Laba Bersih Rp 3.19 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Bank Panin Indonesia Tbk (PNBN) berhasil membukukan kinerja keuangan yang cukup memuaskan.…

LABA BERSIH BANK DANAMON TUMBUH

Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk Sng Seow Wah (ketiga kiri) berfoto bersama jajaran direksi dan manajemen Bank Danamon…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRO Berikan Kran Air Siap Minum di Semarang

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

Mandom Targetkan Penjualan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan…