Semester I-2012, Penjualan Semen Naik 15%

Berkah Pelaksanaan MP3EI

Jumat, 27/07/2012

NERACA

Jakarta - Hingga semester I tahun ini, penjualan semen di dalam negeri meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu seiring dengan pertumbuhan sektor konstruksi dan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

“Kenaikan penjualan semen pada semester pertama 2012 dikontribusikan oleh sektor konstruksi yang tumbuh 7% per tahun. Selain itu, program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) mampu menopang permintaan semen di pasar domestik,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Basis Industri Manufaktur, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Panggah Susanto, di Jakarta, Kamis (26/7).

Panggah mengungkapkan, konsumsi semen per kapita di dalam negeri terus meningkat dalam 5 tahun terakhir. “Pada 2007, konsumsi semen per kapita baru mencapai 141 kg. Konsumsi melonjak menjadi 200 kg per kapita pada 2011,” paparnya.

Selama ini, Pulau Jawa masih menjadi pasar semen terbesar dengan pangsa 55,2%, disusul Sumatera 23% serta Sulawesi dan Kalimantan 7%. “Untuk tahun ini, pertumbuhan industri semen ditargetkan mencapai 12%. Pertumbuhan industri semen dalam dua tahun terakhir juga diiringi oleh sejumlah ekspansi mengingat kebutuhan bahan bangunan ini terus meningkat,” ujarnya.

Panggah menambahkan, pada tahun lalu konsumsi semen nasional tumbuh menjadi 48 juta ton per tahun atau naik 17,7% dibandingkan dengan 2010. “Tahun ini, industri semen diprediksi tumbuh 15% dengan produksi mencapai 54 juta ton. Produksi pada 2013 diprediksi mencapai 60 juta ton dan hingga saat ini kapasitas produksi baru 56 juta ton per tahun,” ucapnya.

Nilai pasar semen nasional pada semester I-2012 mencapai Rp 28,5 triliun, naik sekitar 15% dibanding periode yang sama tahun lalu. Secara volume, penjualan semen nasional naik 15,1% mencapai 25,9 juta ton di semester I 2012 dibanding periode yang sama tahun 2011 sebesar 22,49 juta ton.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), penjualan bulan Juni 2012 turun 4,9% menjadi 4,5 juta ton dibanding bulan Mei 2012. Adapun secara tahunan, penjualan semen Juni 2012 meningkat 9,5% dibanding Juni 2011. Nilai pasar semen di Indonesia pada semester I 2012 merupakan perhitungan dari harga rata-rata di tingkat produsen dikalikan jumlah penjualan semen di negeri ini.

Harga rata-rata semen di tingkat produsen berada di rentang Rp 52.000-Rp 55.000 per sak berisi 50 kilogram. Namun harga eceran semen di tingkat pedagang akhir yang langsung bersentuhan dengan konsumen sudah menembus rentang Rp 60.000-Rp 65.000 per sak berisi 50 kg.

Data ASI juga menyebutkan penjualan semen di seluruh daerah di Indonesia menorehkan kenaikan, dengan lonjakan tertinggi di Banten 25%, disusul Jawa Timur 22,5%, Jawa Tengah 20%, Yogyakarta 17,4%, Jawa Barat 13,9%, dan Jakarta 9,1%. Penjualan semen di Pulau Jawa melonjak 17,2% di kuartal I 2011 dari periode yang sama tahun lalu, dari 5,7 juta ton menjadi 6,7 juta ton. Sementara penjualan di Pulau Sumatera naik 10%, Kalimantan meroket 35,3%, Sulawesi melonjak 31,4%, Nusa Tenggara naik 18,8% dan Maluku melambung 40,3%.